Selamat Datang di emakalah.com

Semoga Anda dapat menemukan apa yang anda cari,

dan semoga emakalah.com dapat bermanfaat bagi Anda

Untuk keluar dari menu/halaman ini silahkan klik LIKE / SUKA

..

Administrasi Dan Supervisi Pendidikan

KONSEP DASAR ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN

A. Pengertian Administrasi

Administrasi berasal dari bahasa Latin, Ad – ministrase. Ad berarti intensif sedangkan ministrase berarti melayani, membantu dan memenuhi. Jadi, administrasi adalah memberikan pelayanan prima dalam arti sebenarnya bukan sebaliknya meminta dilayani. Dalam bahasa Inggris administration dan dalam bahasa Indonesia menjadi administrasi, jadi administrasi berarti melayani secata intensif.

Administrasi dalam arti luas ialah proses yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian sumber daya organisasi yang merupakan suatu sistem yang terpadu (integratif) yakni antara satu dengan lainnya saling berkaitan secara utuh, perencanaan harus di organisasikan, diarahkan dan dikendalikan pengorganisasian juga harus di rencanakan kemudian diarahkan dan dikendalikan.


B. Pengertian Manajemen

Kata manajemen berasal dari bahasa Latin, yaitu Manos berarti tangan dan agere berarti melakukan. Digabung menjadi kata kerja managere yang artinya menangani.

Manajemen menurut Parker (Stone dan Freeman, 2000) ialah semi melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang.

Manajemen adalah menangani dan pengelolaan pekerjaan melalui orang-orang.


C. Perbedaan Administrasi Dengan Manajemen

Persamaan manajemen dengan administrasi pendidikan adalah cakupan fungsi-fungsinya yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian.

Perbedaan administrasi dengan manajemen adalah pada bidang cakupan kajian substansinya saja.

D. Defenisi Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.


E. Defenisi Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan adalah sebagai seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

F. Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

- Perencanaan

- Pengorganisasian

- Pelaksanaan

- Pengawasan

Fungsi Sumber Daya Perencanaan Organisasi Pelaksanaan Pengawasan

Man √ √ √ √

Money √ √ √ √

Metode’s √ √ √ √

Machines √ √ √ √

Minute’s √ √ √ √

Marketing √ √ √ √

Information √ √ √ √

G. Tujuan Dan Manfaat Manajemen Pendidikan

1. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna.

2. Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki berbagai keterampilan yang diperlukan dirinya, bangsa, masyarakat dan negara.

3. Terpenuhinya salah satu dari 5 kompetensi tenaga kependidikan sebagai manajer.

4. Tercapainya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses belajar dan tugas administrasi sebagai manajer/manajemen pendidikan.

5. Teratasinya masalah suatu pendidikan yang disebabkan oleh manajemennya.

FUNGSI-FUNGSI ADMINISTRASI PENDIDIKAN

1. Perencanaan adalah merancang kegiatan menetapkan sumber daya secara efektif serta efisien agar sesuai dengan kebutuhan dalam pelaksanaan untuk mewujudkan tujuan, perencanaan dilakukan dengan pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan dan program yang baik akan membantu tercapai tujuan pendidikan. Di dalam perencanaan pendidikan hendaknya melibatkan personil institusi seperti dinas pendidikan pemerinta dan para guru di sekolah.

2. Pengorganisasian adalah sebagai kegiatan membagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerjasama pendidikan yang sesuai dengan bidang dan keahliannya masing-masing.

3. Mengerakan menurut Teury (1977) merangsang, anggota-anggota kelompok untuk melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dan dengan kemauan yang baik tugas ini dilakukan oleh pemimpin.

4. Pengkordinasi ialah mempersatukan sumbangan-sumbangan dari orang-orang, bahan-bahan dan sumbu-sumbu lainnya kearah tercapainya maksud yang telah ditetapkan, seperti pikiran-pikiran terbaik-terbaik tujuan-tujuan dalam mencapai tujuan bersama.

5. Pengarahan adalah pemberian petunjuk, penjelasan, perintah, pelaksanaan tugas, kesempatan, peningkatan, koreksi dan kesempatan pengembangan pengetahuan keterampilan dan lain-lain yang sesuai ketetapan bersama.

6. Pengawasan adalah salah satu kegiatan mengetahui realisasi perilaku personil dalam organisasi pendidikan sesuai dengan yang dikehendaki kemudian dari hasil pengawasan tersebut di lakukan perbaikan jika ada yang tidak sesuai yang dikehendaki.

ORGANISASI PENDIDIKAN

1. Organisasi formal

Adalah yang dicirikan oleh struktur organisasi struktur dalam organisasi formal di maksudkan untuk menyediakan penugasan kewajiban dan tanggung jawab kepada personil dan membangun hubungan tertentu pada orang-orang dalam berbagai kedudukan. Struktur dalam organisasi formal memperlihatkan unsur-unsur administrasi sebagai berikut:

- Kedudukan

- Hierarki kekuasaan

- Kedudukan manajer dan staff

Contoh struktur organisasi formal sekolah dapat dilihat seperti gambar dibawah ini:

Contoh struktur organisasi formal pada Sekolah Dasar)

2. Organisasi informal

Kepemimpinan dalam organisasi informal menjadi salah satu komponen yang kuat mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi bahkan memungkinkan melebihi pengaruh pemimpin organisasi formal. Inilah kepemimpinan yang sesungguhnya yang secara alamiah maupun mempengaruhi orang lain tanpa paksaan.

3. Dimensi struktur organisasi

Robbin mengemukakan 3 komponen yang menjadi dimensi struktur organisasi, yaitu:

a. Kompleksitas, adalah tingkah diferensi (perbedaan) yang ada didalam organisasi.

- Diferensi horizontal adalah perbedaan antar unit-unit berdasar orientasi para anggotanya.

- Diferensi vertikal adalah perbedaan yang didasarkan pada keadaan stuktur.

- Diferensi spasial adalah perbedaan didasarkan pada kondisi geografisnya (tempat, barang, jasa, lokasi dan personalia).

b. Formulasi, adalah tingkat sejauh mana pekerjaan di dalam organisasi di standarkan.

c. Sentralisasi, tingkat dimana pengambilan keputusan di konsentrasikan pada suatu titik tunggal di dalam organisasi.


4. Desain organisasi

Desain organisasi didasarkan pada elemen-elemen umum dalam organisasi. Minzberg (Robbins, 1994:304) menyebutkan lima elemen umum dalam suatu organisasi, yaitu:

a. The Operating Core. Para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar yang berhubungan dengan produksi dari produk dan jasa.

b. The Strategic Apex. Manajer tingkat puncak yang diberi tanggung jawab keseluruhan untuk organisasi.

c. The Middle Line. Para manajer garis kecil yang bisa menguntungkan yang menjadi pendukung operating core dan strategic apec. Dalam konteks perguruan tinggi orang-orang ini adalah para dekan yang bertugas memfasilitasi untuk terimplementasi pada level jurusan.

d. The Techno Structur. Para analisis mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi.

e. The Support Staff. Orang-orang yang mengisi unit staf, yang memberi jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi.

Berdasarkan lima elemen yang dikemukakan Minzberg inilah, Robbins menganalisis desain organisasi yang berbeda. Perbedaan desain organisasi dikarenakan organisasi memiliki sistem dan aturan yang berbeda dalam kelima sistem tersebut. Lima konfigurasi umum yang dimaksud adalah struktur sederhana, birokrasi profesional, struktur divisional dan adhocary.

Secara ringkas perbedaan kelima konfigurasi ini dapat dilihat pada tabel dibawah.

Karakteristik Struktur Sederhana Birokrasi Mesin Birokrasi Profesional Struktur Divisional Adhocary

Spesialisasi Rendah Fungsional tinggi Sosial tinggi Fungsional tinggi Rendah

Formalisasi Rendah Tinggi Rendah Tinggi diantara divisi-divisi Rendah

Sentralisasi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah terbatas Rendah

Lingkungan Sederhana dan dinamis Sederhana dan stabil Kompleks dan stabil Sederhana dan stabil Kompleksitas

Klasifikasi struktural Organik Mekanistik Mekanistik Mekanistik Organis

MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPEDIDIKAN

A. Pengertian

Dijelaskan secara umum manajemen pendidikan oleh M. Manulang sebagai berikut:

Keberhasilan suatu pendidikan baik besar maupun kecil semata-mata di tentukan sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang berperan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan organisasi yang bersangkutan.

B. Ruang Lingkupnya

1. Pengadaan sumber daya manusia

2. Peramalan kebutuhan

3. Penarikan tenaga kerja

4. Seleksi penerima karyawan

5. Penetapan, organisasi dan indikasi

6. Pengembangan SDM

MANAJEMEN PESERTA DIDIK

A. Konsep Dasar

1. Pengertiannya

Adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas.

2. Layanan khusus yang menunjangnya

a. Layanan bimbingan dan konseling

b. Layanan perpustakaan

c. Layanan kantin

d. Layanan kesehatan

e. Layanan transportasi sekolah

f. Layanan asrama

MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT

A. Konsep Dasar

Hubungan sekolah dengan masyarakat dapat diartikan sebagai suatu proses komunikasi dengan tujuan meningkatkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dan praktek pendidikan serta berupaya dalam memperbaiki sekolah.

Saluran komunikasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Transportasi keuangan kepada orang tua murid

2. Buletin sekolah

3. Surat kabar

4. Pameran sekolah

5. Kunjungan ke sekolah

6. Kunjungan ke rumah siswa

7. Laporan tahunan dan lain-lain

PERMASALAHAN

Melihat kondisi dan permasalahan pendidikan kita saat ini, yang semakin hari akan semakin kompleks, maka tuntutan terhadap kepemimpinan dalam dunia pendidikan semakin berat. Kita tidak saja diharapkan kepada persoalan mutu dan pemerataan pendidikan tetapi sering kali dikaitkan dengan kehidupan lapangan pekerjaan dan banyaknya pengangguran.

Harapan masyarakat bahwa pendidikan akan membawa kemajuan dan perbaikan akan tetapi harapan tersebut telah menjadi bola liar yang sulit di penuhi.

Karena kondisi eksternal lembaga pendidikan telah menjadi tuntutan itu semakin lama semakin tinggi dan variatif. Tuntutan itu sering kali dialamatkan kepada pemimpin khususnya pemimpin pendidikan mulai dari presiden, menteri, kepada dinas sampai ke kepala sekolah.

Agar bisa memenuhi harapan masyarakat tersebut tidak jarang terjadi para pemimpin terpaksa mencari jalan gampang, meski kadang mengingkari nilai sakral pendidikan itu sendiri. Seperti contoh: pemalsuan nilai, kebocoran soal ujian serta pemberian kunci jawaban menjadi tidak asing lagi dalam dunia pendidikan kita saat ini meski pelanggaran itu diketahui subyeknya namun karena sudah bersifat politis membuat kita berada dalam perahu retak yang benar-benar disalahkan dan yang sudah dibenarkan.

PENYELESAIAN

Teori Kepemimpinan

Berikut ini akan diuraikan beberapa teori yang tidak asing lagi bagi literatur kepemimpinan pada umumnya:

1. Teori sifat (trait theori)

Teori yang berusaha untuk mengidentifikasi karaktertistik khas, yang dikaitkan dengan keberhasilan kepemimpinan.

2. Teori kepribadian prilaku

Dengan prilaku seseorang dapat menentukan keefektifan, kepemimpinan seseorang dan berpengaruh terhadap prestasi dan kepuasan dari pengikutnya.

3. Teori situasional kepemimpinan

Suatu pendekatan terhadap kepemimpinan yang menyatakan bahwa pemimpin memahami prilakunya, sifat bawahannya dan situasi sebelum menggunakan suatu gaya kepemimpinan tertentu. Pendekatan ini mengisyaratkan pemimpin untuk memkiliki keterampilan dianostik dalam perilaku manusia.

4. Pendekatan terbaru dalam kepemipinan

Menutup tinjauan mengenai teori kepemimpinan yaitu dengan menyajikan tiga pendekatan lebih baru terhadap persoalan: suatu teori atribusi kepemimpinan, kepemimpinan karismatik dan transaksional lawan transformasional.

5. Dasar konseptual kepemimpinan perspektif Islam

Melalui tiga pendekatan yaitu normatif, historis dan teoritis.

Kepemimpinan juga harus memiliki kekuatan diantaranya:

- Kekuatan tekhnikal

- Kekuatan manusia

- Kekuatan pendidikan

- Kekuatan simbol

- Kekuatan budaya

Didalam konseptual kepemimpinan, perspektif Islam terdapat beberapa sifat yang harus dimiliki seseorang pemimpin diantaranya:

- Jujur

- Tanggung jawab

- Visioner (relevan)

- Disiplin

- Team work (kerja sama)

- Adil

- Peduli

Jika seseorang pemimpin telah memiliki sifat-sifat dan syarat-syarat kepemimpinan telah dimiliki maka itulah sesungguhnya kepemimpinan sejati yang sebenar-benarnya.
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Administrasi Dan Supervisi Pendidikan ini, dengan harapan semoga artikel Administrasi Dan Supervisi Pendidikan ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Administrasi Dan Supervisi Pendidikan terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Administrasi Dan Supervisi Pendidikan » Makalah