Selamat Datang di emakalah.com

Semoga Anda dapat menemukan apa yang anda cari,

dan semoga emakalah.com dapat bermanfaat bagi Anda

Untuk keluar dari menu/halaman ini silahkan klik LIKE / SUKA

..

Laporan Penelitian | Proses Belajar Mengajar Matematika

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Matematika merupakan ilmu yang memiliki peranan yang sangat penting terhadap kemajuan kehidupan manusia dan bersifat universal terhadap berbagai disiplin ilmu. Pembelajaran matematika di sekolah dasar bertujuan agar siswa dapat mengembangkan keterampilan berhitung, membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif, bekerjasama dan dapat mempergunakan pola pikir matematika dalam kehidupaan sehari-hari.

Dengan demikian seorang guru haruslah dapat mengupayakan model dan metode pengajaran supaya pembelajaran matematika menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa, pemilihan bahan pengajaran matematika haruslah dikaitkan dengan pokok bahasan yang sudah dipilih oleh guru, sehingga guru tidak mendapat kesulitan dalam menyampaikan materi pengajaran.

Sebagai dinamisator guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, mampu meningkatkan motivasi belajar dan dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan siswa, kondisi ini dapat diciptakan guru dengan memilih alat peraga dan memvariasikan metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang dikembangkan.

Oleh karena itu para guru dituntut untuk dapat memahami dan mengembangkan berbagai metode, media dan keterampilan dalam mengajarkan suatu mata pelajaran terutama matematika, tujuannya agar guru dapat mengusai program pembelajaran serta menyampaikan kepada siswa, sehingga siswa merasa tertarik untuk belajar matematika, dan hal ini dapat meningkatkan keberhasilan siswa.

Dari hasil pengamatan penulis dalam memberikan materi pembelajaran matematika pada umumnya siswa selalu bersikap pasif dalam proses pembelajaran artinya siswa hanya menerima apa yang diberikan oleh guru, dan siswa merasa sudah puas dengan jawaban yang ada di papan tulis, biasanya mereka hanya mencatat tanpa bertanya, padahal guru selalu memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya tentang materi yang yang diajarkan.

Siswa tidak memafaatkan kesempatan yang diberikan oleh guru untuk menyelesaikan soal-soal latihan, dan kesempatan yang ada hanya dimanfaatkan untuk melakuakn aktivitas-aktivitas lain yang kurang bermanfaat.

Siswa kelas V Semester pertama SD ..................... …………… Tahun Pelajaran …………. sebagian besar mempunyai kesulitan dalam pembelajaran matematika. Bedasarkan pengalaman penulis, sebagian besar siswa mengalami hambatan dalam menemukan konsep dasar mencari luas bangun datar, sehingga menyebabkan kurangnya pemahaman dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal latihan pada bembelajaran luas bangun. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mempelajari luas bangun datar dengan cara menciptakan suasana pembelajaran yang lebih bermakna dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa tersebut. Salah satu diantaranya adalah menggunakan alat peraga matematika dalam menemukan konsep rumus mencari luas bangun datar.

Berdasarkan permasalahan yang telah dimaikan di atas, penulis berkeinginan melakukan penelitian dalam pembelajaran matematika, khususnya pada Sekolah Dasar ...................... Dalam hal ini penelitian diarahkan pada penggunaan alat peraga model persegi panjang untuk menemukan atau mencari luas bangun datar di kelas kelas V Semester pertama SD ..................... Kecamatan ……….. Tahun Pelajaran 2007/2008, hal ini disebabkan oleh :

1. Penggunakan alat peraga dan metode pembelajaran yang diterapkan guru monoton tidak variatif dan tidak sesuai dengan minat siswa.

2. Siswa terkondisi dalam suasana belajar yang terindoktrinasi kurang bebas terarah sehingga siswa tidak berkesempatan mengekpresikan kemampuan secara maksimal

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa guru hendaknya menggunakan media pembelajaran sesuai dengan materi pembelajaran yang ingin disampaikannya. Sehingga diharapkan dengan salah satu alat peraga sebagai media pembelajaran siswa dapat dengan mudah memalami konsep atau materi matematika. Dengan demikian jika konsep atau materi telah dikuasai oleh siswa, maka hasil belajar siswapun akan meningkat.

Dengan demikian alat peraga sangatlah penting digunakan karena dapat mempermudah penyampaian materi oleh guru dan mempermudah siswa untuk memahami konsep atau materi yang disampaikan oleh guru.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk menggunakan Alat Peraga Persegi panjang dalam menemukan rumus dan menyelesaikan soal-soal latihan pada pembelajaran luas bangun datar.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah dengan menggunakan alat peraga Model Persegi Panjang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal latihan pada pembelajaran luas bangun datar di ielas V semester pertama SD ......................

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan luas bangun datar dengan menggunakan alat peraga Model Persegi Panjang di kelas V Semester Pertama SD …………………

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :

1. Membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajar dan mengatasi kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal latihan pada pembelajaran luas.

2. Dapat memberikan masukan (input) Guru matematika tentang penggunaan alat peraga Model Persegi Panjang pada pembelajaran luas.

3. Dapat memberikan salah satu pendekatan dalam mengatasi masalah pada pembelajaran Matematika.

4. Memberikan infonnasi bagi sekolah dalaln rangka peningkatan prestasi belajar siswa khususnya dalam pembelajaran luas.

1.5 Hipotesis Tindakan

Dalam penelitian ini hipotesis tindakannya adalah: "Dengan menggunakan alat peraga Model Persegi Panjang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan luas bangun datar di kelas V Semester Pertama SD ………………...

kegiatan yang menantang, memberikan kegiatan yang memberi harapan keberhasilan, menghargai setiap pencapaian siswa

Menurut Anonim (1994 : 68) Kurikulum Pendidikan Dasar Mata Pelajaran Matematika di sekolah memberi tekanan pada penataan nalar, pembentukm sikap logis, analitis, sistitnatis, kritisitas) kreatip dan dapat menggunakan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Usman (1992), proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandtmg serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Proses dalam pengertian ini adalah merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar, yang satu sama lainnya: Tujuan Intruksional yang hendak dicapai, materi pelajaran yang diajarkan, metode mengajar, dan evaluasi belajar.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa proses belajar mengajar matematika adalah kegiatan yang dilakukan gum mulai dari perencenaan, pelaksanaan kegiatan yang meliputi ; pemilihan metode pengajaran, menentukan model pengajaran dan media pembelajaran, menyampaikan materi, pelaksanaan evaluasi, program tindak lanjut yang berlangsung dalam sihiasi edukatif yang lebih menekankan pada kemampuan penataan nalar, pembentukan sikap logis, analitis, sistimatis, kritis dan kreatip dan dapat menggunakan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Proses Belajar Mengajar Matematika

Dalam pembelajaran matematika salah satu upaya yang dilakukan oleh guru adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang berbasis masalah (Problem Solving) karena dengan menggimakan model pembelajaran ini dapat memberikan siswa kesempatan seluas-luasnya umtuk memecahkan masalah matematika dengan strateginya sendiri. Sedangkan penggunaan media dalam pembelajaran tnatematika sangat memanjang, karena dengan menggunakan media pembelajaran siswa lebih mudah memahami konsep matematika yang abstrak.

Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Sekolah Dasar (Bepdiknas, 2003:8) menyatakan bahwa potensi siswa harus dapat dikembangkan secara optimal dan di dalam proses belajar matematika siswa dituntut untuk mampu: Melakukan kegiatan penelusuran pola dan hubungan; Mengembangkan kreatifitas dengan imajinasi, intuisi dan penemuannya; Melakukan kegiatan pemecahan masalah; Mengkomunikasikan pemikiran matematisnya kepada orang lain.

2.2 Hasil Belajar

Menurut Hasan Rochjadi (2003 : 3) mengatakan bahwa hasil belajar merupakan penibahan tingkah laku, keterampilan dan kemampuan pada murid yang dapat diketahui karena adanya evaluasi.

Menurut Djamarah (1994 : 19) Prestasi adalah kegiatan yang dikerjakan diciptakan baik secara individu maupun kelompok, prestasi tidak pernah dihasilkan selama seseorang tidak pernah melakukan kegiatan.

Lebih lanjut Djamarah (1994:79) prestasi yang dicapai oleh siswa sebenarnya bukan berpungsi untuk mengetahui sejauh mana kemajuan siswa telah menyelesaikan suatu aktivitas tetapi hal lain yang lebih penting yaitu memotivasi siswa agar lebih giat belajar, baik secara individu maupun kelompok. Dari hal tersebut diatas dapat di simpulkan bahwa prestasi belajar menipakan hasil yang diperoleh siswa dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar disekolah yang bersifat Kognitif, yang ditentukan melalui pengukman dari penilaian yang sistimatis dan terarah. Sedangkan belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejwnlah kesan dari bahan yang dipelajari. Hasil dari aktivitas belajar terjadilah perubahan pada diri individu, dalam arti perubahan menuju perkembangan pribadi individu seutulmya. Sebaliknya jika tidak terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar dikatakan tidak berhasil.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar disekolah yang bersifat kognitif, yang ditentukan melalui pengukuran dan penilaian yang sistematis dan terarah

2.3 Pengertian Alat Peraga dan Media Pengajaran

Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang meletakkan siswa sebagai subjek pembelajaran dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang bertugas membimbing dan mengarahkan siswa sehingga siswa sendirilah yang aktif mengkontruksi pengetahuan dengan jalan mengamati, menelusuri tentang konsep yang diajarkan, maka dalam pembelajaran matematika diperlukan alat peraga.

Menurut Sadiman (1984) alat peraga adalah alat bantu guru berupa gambar, model, objek, dan alat-alat lain yang memberikan penglaman konkrit, motivasi belajar serta mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswanya.

Dari uraian diatas maka untuk membantu siswa memahami hal yang abstrak maka diperlukan alat peraga dalam kegiatan belajar mengajar matematika secara tepat, untuk itu juga perlu dipertimbangkan kapan alat peraga itu digunakan, jenis mana alat peraga yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.

Dengan kata lain alat peraga berfungsi sebagai alat berikut:

1. Sebagai media dalam menanam konsep-konsep matematika.

2. Sebagar media dalam memantapkan konsep-konsep matematika.

3. Sebagai media untuk menunjukkan hubungan antara konsep matematika dengan dunia disekitar kita serta aplikasi konsep dalam kehidupan nyata.

Dari penyataan di atas disimpulkan bahwa alat peraga adalah bagian dari media pendidikan. Sedangkan yang dimaksud dengan alat peraga pengajaran adalah suatu alat atau perangkat yang penggunaannya diintegrasikan dengan hijuan di isi satuan pelajaran yang telah dituangkan dalam garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) mata pelajaran matematika, dan bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Penggunaan benda pengganti alat peraga dalam proses belajar mengajar sangat besar manfaatnya apabila benda sebenarnya tidak dimungkinkan untuk dipergunakan mungkin karena faktor ukuran ruang yang terlalu kecil atau sebaliknya, maka perlu ada pengganti benda-benda tersebut. Alat yang dapat menggantikannya adalah model (tiruan benda-benda aslinya).

2.4 Luas Persegi Panjang Menentukan Rumus Bangun-bangun Datar

Bangun-bangtm datar ialah: segitiga, persegi panjang, jajaran genjang, belah kehipat, layang-layang, dan lingkaran. Setiap bangun datar mempunyai luas. Luas bangun datar dapat dicari dengan menggunakan rumus. Beberapa rumus luas bangun datar dapat ditunmkan dari model rumus luas persegi panjang.

Rumus luas persegi panjang adalah: L = p x 1

L = Luas

p = Panjang

1 = Lebar

2.4.1 Rumus Luas Segitiga

Dari suatu persegi dapat dibuat bangun segitiga. Perhatikan gambar di bawah ini:

Persegi Panjang

Segitiga

Persegi panjang di atas di bagi menjadi dua bagian sama besar menurut garis diagonalnya. Dari pembagian itu terbentuk dua buah segitiga yang sama besar pula. Sehingga rumus luas segitiga dapat diturunkan dari rumus luas persegi panjang, yaitu: L = p x 1

maka luas sebuah segitiga adalah setengah dari luas persegi panjang atau:

L= ½ x p x 1

Pada bangun segitiga, panjang disebut juga alas (a) dan lebar disebut juga tinggi (t), oleh karena p = a dan 1= t maka rumus luas segita adalah: L= ½ x a x t

2.4.3 Rumus Layang-layang

Layang-layang dapat dicari dengan rumus luas persegi panjang. Gambar di bawah ini.

Potong layang-layang menjadi empat bagian. Seperti gambar di bawah mil :

Susun potongan sepertigambar di bawah ini :

Bangun yang terbentuk dari potongan itu mempunyai bangun persegi panjang sehingga rumus luas lingkaran dapat diturunkan dari rumus luas persegi panjang, yaitu: L = p x 1

Panjang persegi panjang menipakan keliling lingkaran, dinyatakan dengan: ½ x 2r =r. Lebar persegi panjang merupakan jari-jari lingkaran (r). Oleh karena p = r dan I = r, maka rumus luas lnlgkaran adalah:

L = r x r atau L = r2

 = 3,142857142857 dibulatkan dua angka dibelakang koma menjadi 3,14

r = Jari-jari

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Setting Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD ....................., yang dijadikan objek penelitian adalah siswa kelas V (lima) dengan jumlah siswa 38 orang terdiri dari 22 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan.

a. Profil Sekolah

Nama Sekolah : ……….

NSS :……….

Alamat : …………..

…………..

………………..

Tahun Pendirian : ………………

Keadaan Bangunan : …………..

b. Latar belakang ekonomi keluarga ……….. terdiri dari karyawan dan ……..% buruh.

c. Sarana dan prasarana belajar tergolong belum memadai.

3.2 Lingkup Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V SD ..................... dengan mengalnbil standar kompetensi "Geometri dan Pengulmuan" dan kompetensi dasar " Menghitung Luas Bangun Datar Sederhana dan Menggunakannya Dalam Pemecahan Masalah".

3.3 Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang dilakukan penulis terdiri dari tiga siklus, yaitu siklus I, Siklus II, Siklus III dengan langkah-langkah dalam setiap siklus penelitian meliputi Perencanaan, Pelaksanaan, Obsevasi dan Evaluasi, Analisis dan Refleksi

3.3.1 Perencanaan

Pada tahap perencanaan dilakukan kegiatan menyiapkan berbagai hal yang akan dilaksanakan dalam pemberian tindakan, yang meliputi :

a. Menetapkan materi pembelajaran

b. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

c. Membuat alat peraga Model Bangun Datar

d. Menetapkan metode pembelajaran

e. Menetapkan Waktu pembelajaran

f. Membuat lembar observasi

g. Menyiapkan bahan evaluasi

3.3.2 Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan dilalmkan kegiatan sesuai dengan perencanaan yang meliputi :

a. Menelaah kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan alat peraga model-model bangun datar

b. Menelaah penggunaan metode yang tepat dalam pembelajaran luas bangun datar dengan menggunakan alat peraga model-model bangun datar

c. Memberikan soal-soal latihan

d. Mengamati aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan renspon siswa dalam penggunaan alat peraga model-model bangun datar terhadap pemecahan masalah.

e. Melaksanakan diskusi dan memberikan kesempatan bertanya

f. Melaksanakan evaluasi pada setiap akhir siklus

g. Menganalisis hasil evaluasi

h. Refelksi dan revisi

3.3.3 Observasi dan Evaluasi

Dalam penelitian tindakan kelas observasi merupakan pengamatan terhadap semua siswa dan kegiatan yang terjadi ketika proses belajar mengajar berlangsung. Selanjutnya peneliti akan menemukan kelebihan dan kekurangan terhadap tindakan yang dilaksanakan. Hasil pengamatan tersebut merupakan data

yang akurat dengan memperhatikan beberapa item atau indikator yang dicatat dan dinyatakan dalam lembar observasi.

Item atau indikator yang perlu diperhatikan dalam penelitian ini diantaranya sebagai berikut :

a. Perhatian siswa terhadap alat peraga model-model bangun datar

b. Aktivitas siswa dalam menggunakan alat peraga model-model bangun datar terhadap pemecahan masalah

c. Kemampuan siswa dalam menggunakan alat peraga model-model bangun datar terhadap pemecahan masalah

d. Keaktivan siswa dalam bertanya

e. Kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan

f. Keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan atau pendapat

Evaluasi adalah suatu kegiatan penelitian yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Dalam penelitian ini evaluasi tuidakan kelas yang dilaksanakan peneliti meliputi:

a. Evaluasi terhadap alat peraga model-model bangun datar segitiga, persegi panjang, jajaran genjang, belah ketupat, layang-layang, dan lingkaran

b. Evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh peneliti dalam kegiatan belajar mengajar

c. Evaluasi terhadap hasil belajar siswa

Gambaran umum observasi dm evaluasi yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi hal-hal sebagai berikut :

1. Waktu

Pelaksanaan observasi dan evaluasi dilakukan secara bersamaan dengan pemberian tindakkan yang dilakukan dalam jam pelajaran matematika

2. Tempat

Kegiatan observasi dan evaluasi dilakukan didalam kelas

3. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan observasi dan evaluasi dilakukan oleh guru sebagai peneliti

4. Instrumen

Instrumen dalam observasi dan evaluasi adalah : Catatan guru lembar observasi dan soal tes

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian tindakan kelas ini berdasarkan hasil yang diperoleh dari hasil evaluasi/ulangan pada setiap akhir siklus yang diolah agar menjadi nilai llasil belajar yang selanjutnya dianalisa untuk memperoleh infonnasi dan kendala yang ditemui dilapangan guna merevisi tindakan berikutnya

4.1.2. Siklus II

Pelaksanaan tindakan pada standar kompetensi luas bangum datar sederhana dengan menggunakan model persegi panjang untuk menurunkan rumus-rumus luas bangun datar, mengikuti pola berikut.

a. Pelaksanaan Tindakan

1. Menelaah kegiatan belajar mengajar dengan Menggunakan Alat peraga persegi panjang

2. Menginformasikan dan menjelaskan kembali tentang cara mencari luas bangun datar layang-layang dan belah ketupat dengan menggunakan alat peraga bangun persegi panjang

3. Mengutangi kembali penjelasan tentang menunmkan rumus luas bangun datar dengan menggunakan model persegi panjang.

4. Membagi kelompok belajar yang masing-masing terdiri dari lima orang siswa.

5. Memberikan contoh penyelesaian soal-soal luas bangun datar layang-layang dan belah ketupat dengan menggunakan alat peraga persegi panjang

6. Memberikan soal-soal latihan dan membenkan bimbingan pada siswa dalam mengerjakan latihan

7. Membimbing-siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal secara kelompok/individu.

8. Meminta siswa untuk mengumpulkan tugas

9. Memberikan tugas individu dalam bentuk pekerjaan rumah (PR)

Hasil evaluasi belajar siswa

Tabel 9. Hasil Belajar Siswa Pada Akhir Siklus II

No Interval Nilai Predikat Jumlah Siswa %

1 80-100 Sangat Baik 4 10

2 60-59 Baik 8 20

3 40-59 Cukup 12 30

4 20-39 Kurang 10 25

5 0-19 Kurang Sekali 6 15

c. Refleksi

Dan pelaksanaan kegiatan pada akhir Siklus II ditemukan hambatan dan efek sebagaimana diuraikan pada tabel 10 berikut ini.

Tabel 10. Hambatan dan Efek Kegia

Berdasarkan pengamatan dan peninjauan secara cermat terdapat temuan yang perlu disempurnakan untuk melaksanakan tindakan pada siklus selanjutnya, seperti terlihat pada tabel 11 berikut ini

4.1.3. Siklus III

Tindakan yang diterapkan pada siklus III ini tetap memakai tindakan 1 pada siklus pertama yang telah disempurnakan sesuai dengan temuan pada Siklus II.

Pelaksanaan tindakan pada standar kompetensi luas bangun datar sederhana dengan menggunakan model persegi panjang untuk menununkan rumus-rumus luas bangun datar, mengikuti pola berikut.

a. Pelaksanaan Tindakan

1. Menelaah kegiatan belajar mengajar dengan Menggunakan Alat peraga persegi panjang

2. Menginformasikan dan menjelaskan kembali tentang cara mencari luas bangun datar lingkaran dengan menggunakan alat peraga bangun persegi panjang

3. Mengulangi kembali penjelasan tentang menurunkan rumus luas bangun-bangun datar dengan menggunakan model persegi panjang.

4. Membagi kelompok belajar yang masing-masing terdiri dari sepuluh orang siswa.

5. Memberikan contoh penyelesaian soal-soal luas bangun datar lingkaran dengan menggunakan metode persegi panjang

6. Memberikan soal-soal latihan dan memberikan bimbingan pada siswa dalam mengerjakan latihan

7. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal secara kelompok/individu.

8. Meminta siswa untuk mengumpulkan tugas

9. Memberikan tugas individu dalam bentuk pekerjaan rumah (PR)

d. Observasi dan Evaluasi

Setelah mengetahui hambatan dan kekurangan terhadap tindakan yang dilaksanakan pada siklus II, sehingga dilakukan revisi pada tindakan yang dilaksanakan pada siklus III serrta melakukan pengamatan dan melaksanakan peninjauan secara cermat terhadap sikap dan hasil belajar siswa pada siklus III maka dapat dilihat perubahan yang signifikan terhadap sikap dan hasil belajar siswa, sehingga diperoleh data sebagai berikut :

Berdasarkan dari pengamatan dan peninjauan secara cermat yang dilaksanakan pada siklus III, bahwa penggunaan alat peraga persegi panjang dalam pengajaran luas bangun datar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal luas bangun datar dengan mengganakan alat peraga bangun persegi panjang terhadap siswa kelas lima semester satu SD …………….

5.2 Saran

Berdasarkan temuan yang peroleh dalam penelitian ini ada beberapa saran yang perlu disampaikan yaitu :

1. Tenaga pengajar atau Guru pada tingkat Sekolah Dasar khususnya terhadap siswa kelas V dapat menggunakan alat peraga persegi panjang dalam penyampaian materi luas bangun datar agar siswa mampu mengatasi kesulitan dalam pembelajaran dan mengoptimalkan hasil belajar.

2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat disosialisasikan khususnya bagi tenaga pengajar atau guru yang mengajar di kelas IV, V, dan VI pada Sekolah Dasar ..................... , guna mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Laporan Penelitian | Proses Belajar Mengajar Matematika ini, dengan harapan semoga artikel Laporan Penelitian | Proses Belajar Mengajar Matematika ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Laporan Penelitian | Proses Belajar Mengajar Matematika terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Laporan Penelitian | Proses Belajar Mengajar Matematika » Laporan