Makalah Filsafat Pendidikan | Pemikiran Filosofis Tentang Pendidikan Manusia

PEMIKIRAN FILOSOFIS TENTANG PENDIDIKAN MANUSIA

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufiq, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulis telah selesai dalam menyusun makalah ini.

Sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga dan para sahabatnya serta para pengikut beliau yang setia.

Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu mata kuliah Filsafat Pendidikan Bapak Dr. H. Dahlan, M.Pd.I yang telah memberikan tugas berupa pembuatan makalah. Mudah-mudahan dengan adanya tugas katya tulis ilmiah ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi penulis. Dari pada itu, penulis juga mengharapkan agar para pembaca dapat mengambil manfaat dari makalah ini.

Sekiranya dalam makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangan, penulis mengharapakan kritik dan sarannya yang sifatnya membangun guna menyusun makalah yang berikutnya.

Jambi, 13 Desember 2009

Penulis

Kelompok 9 (Sembilan)

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Didalam sejarah umat manusia, setelah kemampuan intelektual dan kemakmuran manusia meningkat tinggi, maka tampillah manusia-manusia unggul merenung dan memikir, menganalisa, membahas dan mengupas berbagai problema dan permasalahan hidup dan kehidupan sosial kemasyarakatan, alam semesta dan jagad raya. Maka lahirlah untuk pertama kalinya filsafat alam periode pertama, selanjutnya filsafat sophisme, kemudian filsafat klasik yang bermula kurang lebih 6 abad sebelum Masehi.

Memang filsafat alam, baik periode pertama maupun kedua begitu pula pemikiran sophisme, belumlah mempunyai pengaruh yang mendalam dalam bidang pendidikan. Barulah setelah lahir filsafat klasik yang dipelopori oleh Socrates (470 SM – 399 SM) dan murid-muridnya Plato dan Aristoteles, filsafat mulai berpengaruh positif dalam bidang pendidikan.

B. Pokok Permasalahan

1. Apa pemikiran filosofi tentang pendidikan manusia?

2. Peran filsafat dalam pendidikan?

3. Apakah sistem pendidikan selalu berubah pada masa kemasa?

C. Tujuan Penulisan

Penulis menyusun makalah ini bertujuan disamping unbtuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen Pengampu, juga untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi penulis sendiri. Dengan ini dapat mengetahui kemampuan dan keterbatasan ilmu penulis. Juga para pembaca makalah ini, akan mendapatkan ilmu yang lebih mendalam lagi.

D. Metode Penulisan

Metode yang digunakan untuk menyusun makalah ini ialah dengan mengambil dan menyalin dari buku referensi menurut Silabus mata kuliah filsafat pendidikan. Selanjutnya disusun secara runtun sehingga tersusun dan selesailah makalah ini.

BAB II

PEMBAHASAN

PEMIKIRAN FILOSOFIS TENTANG PENDIDIKAN MANUSIA

A. Pemikiran Aristoteles Tentang Pendidikan

Hampir semua aliran filsafat membicarakan masalah pendidikan dan memikirkan teori-teori untuk melaksanakan pendidikan menurut pendapat dan paham yang mereka anut dan yakini dapat membentuk dan membina akal pikiran anak didik yang akan mendatangkan kemajuan dan kebahagiaan mereka itu dibelakang hari. Tetapi sejak kurang lebih dua puluh lima abad yang lalu, seorang bijaksana unggul yang agung dalam pemikirannya, yaitu Aristoteles sendiri, telah memperingatkan bahwa:

“Orang tidak sama sekali setuju tentang hal-hal yang akan diajarkan, apakah kita memandang kepada kebaikan atau kehidupan yang terbaik. Tidak ada kepastian apakan pendidika itu leboh bersangkut paut dengan intelektualitas atau dengan kebajikan moral. Praktek yang berjalan sekarang membingungkan, tidak ada seorang pun yang tahu atas landasan prinsip apa kita akan maju. Apakah yang berguna dalam kehidupan, kebajikan ataukan pengetahuan yang lebih tinggi, yang akan menjadi tujuan dari pengajaran kita. Ketiga pendapat itu semuanya memikat perhatian orang. Lagi pula, tentang cara-caranya tidak terdapat kesepakatan, karena bagi orang-orang yang berlain-lainan, memulai dengan ide yang berbeda-beda sudah tentu tidak akan bersesuaian dalam prakteknya”.

Jadi dengan demikian, Aristoteles dan orang-orang yang semasa dengannya, berpendapat akan sukarlah untuk setuju dengan semacam pendidikan yang tetap, untuk ana didik karena kondisi sosial di masa itu pun berada dalam keadaan perubahan yang cepat.

Proses kehidupan umat manusia waktu ke waktu mengalami perubahan-perubahan yang drastis. Kebangunan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong proses kehidupan umat manusia diatas permukaan planet bumi ini ratusan tahun lebih maju dari abad-abad sebelumnya. Kemajuan teknologi telah mendekatkan jarak bumi yang jauh menjadi dekat sekali, seperti di sebelah rumah saja. Penjelajahan ruang angkasa telah memugkinkan manusia bumi berkelana ke bulan dan ke planet-planet lain dengan peralatan teknologi modern.

Jadi untuk menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat sudah jelas sistem pendidikan, teori pendidikan dan filsafat pendidikan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi dunia sekarang ini.

B. Filsafat Dalam Perubahan Dunia Pendidikan

Dalam proses kehidupan manusia Indonesia dewasa ini, setelah usai perang dunia kedua, kita dipaksa oleh keadaan untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah kita proklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan kita pun akhirnya merdeka penuh, seratus persen dari bangsa jajahan menjadi bangsa merdeka. Tanggung jawab kita menjadi bertambah berat, sebab segala utusan besar dan kecil sudah berada ditangan bangsa kita sendiri. Sakit tenang, suka duka, berat ringan, tanggung jawab kita yang berat adalah pendidikan. Banyak sekolah-sekolah dari segala jenis pendidikan harus kita adakan dari yang rendah hingga pendidika Universitas. Semuanya harus disesuaikan dengan suasana baru, suasana bangsa merdeka, tapi dalam bidang pendidikan jauh tertinggal dari bangsa-bangsa lain.

Kurikulum harus dirubah, cara berpikir harus dirubah, sistem, teori dan filsafat pendidikan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi baru, abad komputer dan teknologi maju.

Kita haris mengakui bahwa dalam sistem, teori dan filsafat pendidikan kita masih mengimport dari negara lain. Meskipun para ahli kita dalam bidang ini barangkali sudah ada, akan tetapi belum berani tampil kedepan.

C. Peran Filsafat Dalam Pendidikan

1. Filsafat, dalam arti analisa filsafat adalah merupakan salah satu cara pendekatan yang digunakan oleh para ahli pendidikan dalam memecahkan problematika pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikannya, disamping menggunakan metode ilmiah lainnya.

2. Filsafat, juga berfungsi memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya, yang berdasarkan dan menurut pandangan dan aliran filsafat tertentu, mempunyai relevansi dengan kehidupan dalam praktek kependidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang berkembang dalam masyarakat.

3. Filsafat, termasuk juga filsafat pendidikan, juga mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan atau pedagogik. Suatu praktek kependidikan yang didasarkan dan diarahkan oleh suatu filsafat pendidikan tertentu, akan menghasilkan dan menimbulkan bentuk-bentuk dan gejala-gejala kependidikan yang tertentu pula.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan:

1. Aristoteles dan orang-orang yang semasa dengannya, banyak berpendapat akan sukarlah untuk setuju dengan semacam pendidikan yang tepa untuk anak didik, karena kondisi sosial di masa itu pun berada dalam keadaan perubahan yang cepat.

2. Filsafat sangat berperan dalam pendidikan salah satunya memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya, yang berdasarkan dan menurut pandangan dan aliran filsafat tertentu mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata. Artinya mengarahkan agar teori pendidikan dan pandangan filsafat pendidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang berkembang dalam masyarakat.

B. Saran

Demikianlah, makalah ini penulis susun sedemikian singkat. Muda-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca.

Untuk mengakhiri tulisan ini, penulis sangat mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun, bila dalam makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangan.

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Jalaluddin dan Drs. Abdullah, idi, M.Ed. 1997 “Filsafat Pendidikan”.
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Makalah Filsafat Pendidikan | Pemikiran Filosofis Tentang Pendidikan Manusia ini, dengan harapan semoga artikel Makalah Filsafat Pendidikan | Pemikiran Filosofis Tentang Pendidikan Manusia ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Makalah Filsafat Pendidikan | Pemikiran Filosofis Tentang Pendidikan Manusia terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Makalah Filsafat Pendidikan | Pemikiran Filosofis Tentang Pendidikan Manusia » Makalah