Makalah Filsafat



KATA PENGANTAR

Alhamdulillah berkat rahmat dan karunia Allah SWT makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini hadir sebagai upaya untuk memenuhi tugas dari dosen filsafat pendidikan dan untuk menambah wawasan bagi pemakalah maupun yang membacanya dalam pengetahuan mengenai filsafat pendidikan. Walaupun makalah ini jauh dari kesempurnaan, namun setidaknya dapat memberikan sedikit pengetahuan bagi si pembaca. Mudah-mudahan makalah ini dapat berguna kiranya bagi mahasiswa atau peminat filsafat pendidikan yang terus menerus ingin mengembangkan pengetahuan atau pemikiran dalam filsafat pendidikan.

Guna menciptakan dan melahirkan kesempurnaan pembuatan makalah untuk kedepannya, pemakalah mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Atas perhatian dan kepeduliannya, pemakalah mengucapkan terima kasih.

Pemakalah

Kelompok III

DAFTAR ISI

BAB I

PEMIKIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM:

MASA LALU, MASA KINI DAN MASA DEPAN

Memang dalam dunia Islam ada orang-orang agama yang bisa mengikuti perkembangan zaman, bahkan mendahuluinya dan membela kebebasan berpikir. Filosof-filosof Islam berpendirian bahwa tujuan filsafat mirip dengan tujuan agama. Adapun masa dalam pemikiran filsafat pendidikan yaitu:

A. Masa Lalu

Pada masa dahulu ilmu-ilmu yang datang dari Yunani terkenal dengan nama “ilmu-ilmu kuno”. Ilmu-ilmu kuno tersebut sangat diragukan kebenarannya oleh golongan ahli sunnah ekstrim, meskipun oleh golongan lain diterima dengan penuh perhatian. Sikap ini sangat disayangkan oleh Al-Ghazali. Salah satu keistimewaan Al-Ghazali adalah penelitian, pembahasan dan pemikirannya yang sangat luas dan mendalam pada masalah pendidikan. Selain itu Al-Ghazali mempunyai pemikiran dan pandangan luas mengenai aspek-aspek pendidikan, dalam arti bukan hanya memperlihatkan aspek akhlak semata-mata, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek lain seperti aspek keimanan, akhlak sosial, jasmaniah dan sebagainya. Tidak dapat di pungkiri bahwa pemikiran filsafat pendidikan Islam terpengaruh oleh filsafat Yunani. Filosof-filosof Islam banyak mengambil pikiran Aristoteles dan sangat tertarik dengan pikiran-pikiran Platinus. Sehingga banyak teorinya yang diambil. Memang demikianlah keadaan orang yang datang kemudian, terpengaruh oleh orang-orang sebelumnya dan berguru kepada mereka.

Pada hakikatnya usaha pendidikan di mata Al-Ghazali adalah mementingkan semua hal tersebut dan mewujudkannya secara utuh dan terpadu karena konsep pendidikan yang dikembangkan Al-Ghazali (awal dari kandungan ajaran Islam dan tradisi Islam) berprinsip pada pendidikan manusia seutuhnya.

B. Masa Kini

Istilah pendidikan Islam biasanya dipergunakan dalam dua hal, yaitu:

1. Segenap kegiatan yang dilakukan seseorang atau lembaga untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam diri sejumlah siswa.

2. Keseluruhan lembaga pendidikan yang mendasarkan segenap program dan kegiatannya atas pandangan dan nilai-nilai Islam.

Sebagai negara yang berpenduduk, mayoritas muslim pendidikan Islam mempunyai peran yang sangat signifikan di Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan karakter, sehingga masyarakat yang tercipta merupakan cerminan masyarakat Islami. Namun hingga kini, pendidikan Islam saat ini terkait dengan ketertinggalan dikarenakan oleh terjadinya penyempitan terhadap pemahaman pendidikan Islam yang hanya berkisar pada aspek kehidupan ukhrawi yang terpisah dengan kehidupan duniawi atau aspek kehidupan rohani yang terpisah dengan kehidupan jasmani. Menurut Ibnu Khaldun, filsafat pendidikan Islam itu akan mengalami perbedaan karena kurikulum pada zamannya tentu saja berbeda dengan kurikulum masa kini yang telah berubah zamannya. Pendidikan Islam di tanah air yang masih carut marut, bukan saja pada sistemnya tapi juga pada kualitas para lulusannya. Akar masalah pendidikan Islam di Indonesia menurut Dr. Mukhlis hanafi, MA ada pada UU sisdiknas yang diskriminatif dan itu sudah berlangsung lama. Ide-ide umat Islam yang masuk kedalam lembaga pendidikan Islam Departemen Agama tidak bisa diterjemahkan dalam bentuk konsep pendidikan sebaliknya ide-ide yang tidak berguna malah masuk dalam nomenklatur konsep pendidikan Islam yang seharusnya bersinergi malah melakukan aktifitas masing-masing.

C. Masa Depan

Pada masa ini dunia Islam mengalami kemandekan pemikiran filsafat yang cukup panjang. Sudah saatnya segenap masyarakat memikirkan lebih serius masa depan pendidikan di Indonesia ini, khususnya pendidikan Islam. Untuk menentukan arah dan tujuan pendidikan maka diperlukan beberapa landasan pendidikan yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan adalah landasan filosofis, sosiologi dan kultural selanjutnya landasan ilmiah dan tekhnologi yang akan mendorong pendidikan untuk menjemput masa depan. Adapun perbandingan pendidikan Islam menurut sistem lama dengan pendidikan Islam pada masa perubahan yaitu:

Sistem Lama


Masa Perubahan

1. Pelajaran ilmu-ilmu itu diajarkan satu demi satu.


1. Pelajaran ilmu-ilmu itu dihimpun 2 sampai 6 ilmu sekaligus.

2. Kitab-kitab umumnya di tulis tangan.


2. Kitab-kitab semuanya di cetak (dicap).

3. Ilmu agama sedikit sekali, karena sedikit bacaan.


3. Ilmu agama telah luas berkembang karena telah banyak kitab bacaan.

Dari perbandingan diatas dapat kita lihat bahwa perbedaan pada sistem pendidikan lama itu jauh berbeda dengan masa perubahan itu dikarenakan perubahan zaman dan tekhnologi untuk masa yang akan datang sistem pendidikan akan berbeda lagi dengan saat ini. Pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu.

BAB II

PENUTUP

A. Kesimpulan

Ketika kita berbicara tentang pendidikan Islam, maka kita akan berbicara tentang agama Islam. Pendidikan merupakan aktifitas rasional yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga belajar tetapi lebih ditentukan oleh instingnya. Manusia belajar dengan otaknya melalui rangkaian kegiatan. Menuju pendewasaan untuk mencapai kehidupan yang lebih berarti. Dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam banyak perubahan yang terjadi sesuai perkembangan zaman. Ada 3 macam dalam perkembangan pendidikan Islam, yaitu:

1. Masa lama

2. Masa kini dan

3. Masa depan

Dari ketiga masa tersebut banyak perubahan dari masa ke masa sesuai dengan perubahan kurikulum yang di tuntut oleh perkembangan zaman.

DAFTAR PUSTAKA

Drs. H. Ihsan, Hamdani. 2007. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Hanafi, Ahmad, MA. 1996. Pengantar Filsafat Islam. Jakarta: Bulan Bintang
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Makalah Filsafat ini, dengan harapan semoga artikel Makalah Filsafat ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Makalah Filsafat terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Makalah Filsafat » Makalah

eMakalah.com