Makalah Kewirausahaan

MENGAPA MEDIA LUAR RUANG?

Promosi

Punya bisnis? Atau produk dagangan? Jangan diam saja, geber promosi dan genjot pemasaran! Sebab, kelangsungan hidup suatu produksi baik barang maupun jasa tidak bisa lepas dari aktivitas pemasaran.

Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial ketika individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan menukarkan produk dengan pihak lain. Dalam hal ini, pemasaran merupakan proses pertemuan antara individu dan kelompok di mana masing-masing pihak ingin mendapatkan apa yang mereka butuhkan/inginkan melalui tahap menciptakan, menawarkan, dan pertukaran.

Promosi, iklan, atau reklame adalah bentuk komnikasi produk kepada target konsumennya. Sebagai bagian dari konsep pemasaran, promosi berisi informasi-informasi terkait produk, baik brand (merek) ataupun perusahaannya. Pada dasarnya, promosi dikategorikan menjadi dua, yaitu Above the Line Promotion (ATL) dan Below the Line Promotion (BTL).

Konsep yang pertama, Above The Line Promotion, adalah kegiatan promosi yang menggunakan media sebagai perantaranya, seperti: TV, radio, media massa, internet, billboard, flyer, atau lewat media-media lainnya. Produsen/perusahaan yang berikan menggunakan agensi iklan untuk menempatkan promosi dan iklannya sesuai media yang dipesan.

Target Pasar

Pengiklan (klien) tidak terbatas apada perusahaan yang mengejar profit namun juga organisasi-organisasi non profit. Beberapa diantaranya adalah partai politik, organisasi massa, organisasi keagamaan, dan organisasi militer yang membuka rekruitmen.

Berbicara masalah iklan, mau tidak mau, sampai juga pada terget market juga. Target pasar yang disasar oleh para pelaku iklan di antaranya:

1. Perusahaan-perusahaan besar yang telah berdiri lama dan ingin menaikkan brand image;

2. Perusahaan-perusahaan brand baru dan kelebihannya;

3. Perusahaan-perusahaan besar yang ingin meningkatkan omset penjualan;

4. Perusahaan-perusahaan baru yang ingin memperkenalkan produk dan brand-nya;

5. Biro iklan yang perlu media publikasi sesuai tujuan dan materi;

6. Departemen-departemen di pemerintahan;

7. Partai-partai politik;

8. Panitia-panitia kegiatan tertentu/event organizer

9. Organisasi masyarakat dan LSM (lembaga Swadaya Masyarakat), dan

10. Lembaga-lembaga pendidikan.

MENJADI JODOH BAGI SETIAP KLIEN

Proses pencarian klien

Promosi di sini dimaksudkan untuk memperkenalkan kegiatan usahanya pada calon klien. Beberapa cara yang bisa dilakukan di antaranya adalah:

1. Aktif mendekati para klien melalui komunikasi baik telepon, e-mail maupun lewat internet;

2. Merancang brosur yang tepat sasaran dan menyebarluaskannya;

3. Mengikuti brbagai pameran yang sesuai dengan bidang ini atau penunjangnya;

4. Langsung melakukan pendekatan verbal dan tatap muka dengan calon klien;

5. Membuat merchandise yang mampu menunjukkan kelas perusahaan Anda dan membagikannya kepada para klien yang prospektif;

6. Manfaatkan peluang apapun untuk mengenalkan produk Anda.

7. Pasang papan penunjuk jalan

8. Hunting klien dari majalah, koran, internet dan jaringan Anda;

9. Semua orang ingin bekerja sama dengan orang yang sukses.

10. Sekali-kali siapkan waktu khusus mengajak klien untuk melihat proses produksi;

11. Jangan pernah lupakan bahwa klien merupakan salah satu sumber referensi.

Mengapa klien memilih?

Bagi seorang klien, ketika pilihan untuk berpromosi sudah ditentukan, maka yang tak kalah pentingnya adalah memilih perusahaan (agency) advertising yang akan mengeksekusi materi promosinya.

Proses memilih biro iklan

 Biro iklan seperti apa yang dibutuhkan?

 Seberapa jauh kampanye yang harus disiapkan?

 Iklan untuk jangka pendek atau jangka panjang?

 Seberapa besar biro iklan yang dibutuhkan?

 Seberapa lengkap servis yang dicari?

Menjadi pasangan yang seimbang

Beberapa kriteria di bawah ini akan mendapat nilai plus di mata mereka sehingga layak dijadikan partner kerja tim.

1. Biro iklan harus memiliki pemahaman yang baik terhadap bisnis klien

Misalnya produk yang dijual adalah produk teknologi.

2. Yang terpenting adalah pelayanan besar

Advertising agency besar belum tentu diminati oleh para pemodal.

3. Brand perusahaan yang berbujet kecil, cenderung mencari ‘big fish on small pond’

Sebuah pelayanan totalitas akan melibatkan pelayanan langsung dan perhatian besar bahkan dari pemilik perusahaan iklan.

4. Punya tim terbaik untuk melayani klien

“Siapapun akan senang bekerja dengan tim terbaik”. Ini adalah harapan setiap klien yang bermaksud menggalang kerja sama dengan tim Anda.

5. Perusahaan yang berkredibilitas tinggi

Meskipun masih dianggap muda dalam berbisnis iklan jangan menjadi sekedar pengkut dan oportunis saja.

6. Menjadi rekan kerja yang tepat

Usahakan menjaga kesehatian dan kekompakan tim internal.

7. Datang pada pitching ideal

Selektif dalam pitching bukan hal yang naif.

8. Menangani presentasi dengan sebaik mungkin

Jangan sepelekan presentasi.

9. Tidak maruk

10. Srvis and after sales service

Bentuk after service yang biasanya ditawarkan oleh perusahaan iklan adalah garansi.

KODE ETIK BIRO IKLAN

Meskipun pitching menjadi tahapan yang lazim dilakukan oleh agensi iklan dalam berbagi kue proyek iklan, namun sebenarnya pada perkembangannya, metode pitching cenderung kurang diminati oleh para praktisi periklanan. Perdebatan dan upaya-upaya memayungi agensi iklan dari kerugian dan kecurangan dalam tahap pitching kerap mengemuka di berbagai milis para pekerja kreatif iklan.

Tata Krama Periklanan

Tata Krama ini mengacu dari Undang-Undang RI, Peraturan Presiden RI, Peraturan Pemerintah RI, Peraturan Menteri dan Peraturan Direktur Jenderal. Sifat Tata Krama Periklanan ini tidak mengikat, karena lebih tergantung pada niat dan hati nurani masing-masing pelaku bisnis, namun memiliki sanksi jelas apabila terjadi pelanggaran. Beberapa di antaranya:

1. Pada iklan obat tradisional pelaku usaha dilarang keras mengemukakan kata-kata yang mengandung makna janji bahwa obat tersebut pasti menyembuhkan.

2. Pada perusahaan pers, dilarang keras mengemukakan mate Man yang merendahkan martabat agama dan bertentange dengan nilai kesusilaan dalam masyarakat.

3. Pada label atau iklan tentang pangan dengan benar dan tidak menyesatkan.

4. Demi kepentingan pen gawasan, penerbit, pencetak, pemegar izin siaran radio atau televisi agen dan media yang dipergunaka untuk menyebarkan Man dilarang merahasiakan identitas, nama dan alamat pemasang iklan.

5. Khusus Man rokok, harus tercantum peringatan berupa tulisa "Merokok dapat meriyebabkan kanker, serangan jantung, imp( tensi dan gangguan kehamilan dan janin."

6. Khusus Man obat, harus mencantumkan spot peringatan yar mencolok "Baca aturan pakai. Jika sakit berlanjut hubu,ngi do ter". Sedangkan pada Man vitamin dan Man obat tradisionz ~spot peringatan bertuliskan "Baca aturan pakai."

MENDAPATKAN LOKASI

Menentukan lokasi

Tidak bisa sembarangan meletakkan berbagai atribut iklan luar ruang karena pesan yang dibawa harus sampai ke konsumen.

a. Jenis produk

b. Arus perjalanan

c. Jangkauan

Media ini mempunyai daya jangkau yang bersifat sangat lokal, yakni hanya daerah di sekitar papan reklame itu saja.

d. Kecepatan arus lalu lintas

e. Persepsi terhadap lokasi

Papan reklame juga bertujuan untuk membangun citra.

f. Keserasian dengan bangunan sekitarnya

Seorang desainer billboards perlu menanyakan beberapa pertanyaan penting kepada klien sebelum ia duduk dan memeulai merancang sebuah kalimat, frase, kata, gambar atau gabungan keduanya. Pertanyaan penting tersebut ialah:

1. Siapa sasarannya?

2. Apa yang menjadi permasalahannya?

3. Tindakan apa yang Anda inginkan untuk dilakukan audience setelah membaca billboard ini?

PERIZINAN

Dasar hukum pendirian usaha

Media periklanan luar ruang yang ditata dengan baik memberikan keuntungan ganda bagi pemerintah daerah setempat.

Instansi tersebut antara lain:

 Dinas tata kota;

 Dinas pengawasan dan pembangunan kota;

 Dinas pertamanan;

 Dinas pekerjaan umum;

 Dinas kebersihan;

 Dinas pendapatan daerah;

 Biro ketertiban umum.

Syarat pemasangan media ini juga mencantumkan standar ukuran reklame, tingginya dari permukaan tanah atau dari atas atap gedung bertingkat, pemakaian stempel khusus dan tidak memasang di tempat-tempat seperti jalan protokol, di sekitar pusat keramaian serta lokasi peribadatan dan sekolah.
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Makalah Kewirausahaan ini, dengan harapan semoga artikel Makalah Kewirausahaan ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Makalah Kewirausahaan terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Makalah Kewirausahaan » Makalah