Makalah Metodologi Penelitian

MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN
TENTANG METODE PEGUMPULAN DATA

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah,

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana berkat limpahan rahmat, taufik dan hidayahNya sehingga Penulis di berikan kesempatan dan kesehatan Sehingga dapat membuat dan meyelesaikan makalah ini dengan tepat.waktu.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah merupakan tugas pokok untuk melengkapi Nilai semester pada mata kuliah “Metodologi Penelitian” dengan judul “Metode Pengumpulan Data”. Dan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca tentunya.

Diakui pula bahwa dalam penuisan makalah ini masih terdapat kekeliruan baik dari segi penulisan ataupun dari segi pemilihan kata. Untuk itu di mohon kritik dan saran dari pembaca maupun penilai yang bersifat membangun pengetahuan penulis. Atas kritik dan sarannya penulis ucapkan terima kasih.

Tim Penulis

DAFTAR ISI

BAB 1

PENDAHULUAN

Manusia sebagai mahluk rasional sebenarnya sudsh di bekali dengan rasa ingin tahu. Keingin tahuan manusia ini sudah dapat di saksikan sejak seseorang masih kanak - kanak dan akan terus berkembang secara dinamis mengikuti fase - fase perkembangan kejiwaan orang tersebut. Keingintahuan manusia akan terpuaskan bila ia sudah memperoleh pengetahuan mengenai apa yang di pertanyakan.

Dengan demikian dapat di katakan bahwa manusia tidak akan pernah mencapai kepuasan mutlak untuk menerima realita untuk dihadapinya sebagai titik terminasi yang mantap. Untuk mendukung dan menyalurkan keingintahuan tersebut,maka di lakukanlah penelitian dengan metode – metode yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan.

1.1 Latar belakang masalah

Perlu disadari bahwa kegiatan penelitian sangat diperlukann untuk membuktikan kebenaran suatu ilmu pengetahuan maupun teori – teori yang ada. Melalui penelitian tersebut dapat di ketahui kebenaran tersebut dan apabila tidak sesuai makaakan memperoleh teori dan pengetahuan baru.

Namun dalam hal ini kebanyakan seorang melakukan penelitian bukan karna ingin menambah dan ingin mencari kebenaran suatu teori ataupun pengetahan tetapi dikarnakan untuk melengkapi tuntutan kuliah atau tugas wajib yang di berikan dosen maupun fakultas. Oleh sebab itulah timbulnya kedangkalan dan keterbelakangan ilmu pengetahuan.

1.2 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulis membuat makalah ini adalah :

1. Sebagai sarana untuk menambah serta meningkatkan pengetahuan penulis dalammelakukan penelitian tentang pengumpulan data.

2. Sebagai syarat yang harus di penuhi atau tugas pokok Nilai Semester pada mata kuliah Metodologi Penelitian.

1.3 Ruang Lingkup Masalah

1. Metode observasi

2. Metode kuesioner

3. Metode interview

BAB 4



BEBERAPA METODE PENGUMPULAN DATA
1. METODE OBSERVASI (PENGAMATAN)
a. Pengertian dan ciri – ciri

Pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang di selidiki. Dalam hubungan itu Yehoda dan Kawan-kawan menjelaskan, pengamatan akan menjadi alat pengumpulan data yang baik apabila:

1). Mengabdi kepada tujuan penelitian

2). Direncanakan secara sistematik

3). Dicatat dan di hubungkan dengan proporsi-proporsi yang umum.

4). Dapat di cek dan dikontrol Validitas,reliabilitas dan ketelitian.

Ciri-ciri pengamatan dalam penelitian sebagai berikut:

1). Mempunyai arah yang khusus.

2). Sistematik.

3). Bersifat kuantitatif.

4). Diikuti pencatatan segera (pada waktu observasi barlangsung).

5). Menuntut keahlian.

6). Hasilnya dapat dicek dan di buktikan.

b. Petunjuk untuk mengadakan pengamatan

Rummel memberikan petunjuk sebagai berikut:

1). Memiliki pengetahuan apa yang akan di observasi ini di maksudkan untuk menetukan terlebih dahulu apa-apa yang harus di observasi.

2). Menyelidiki tujuan penelitian (baik umum maupun khusus). Kejelasan tujuan penelitian akan menuntun mempermudah apa yang harus di observasi.

3). Menentukan cara untuk mencatat hasil observasi penelitian harus memilih cara mana yang dipandang paling efektif dan efisien,apakah Anecdotal record, chek list,rating scale atau yang lain.

4). Membatasi tingkat kategori secara tegas. Penelitian harus membuat tingkatan misalnya: Utama, penting dan tidak penting mengenai data yang akan dikumpulkan apabila kalau pengumpulan datanya orang banyak (team).

5). Berlaku sagat cermat dan kritis. Penelitian tidak boleh gegabah,tergesa-gesa atau serampangan agar apayang di catat dalam observasi adalah benar- benar data yang di butuhkan.

6). Mencatat tiap gejala secara terpisah ini dimaksudkan supaya gejala yang di catat tidak dipengaruhi oleh situasi pencatatan,karena keadaan atau kondisi waktu mencatat dapat berpengaruhi kepada observer.

7). Mengetahui sebaik-baiknya alat-alat pencatatan dan cara penggunaanya sebelum observasi dilakukan. Alat-alat observasi seperti telah disebutkan pada nomor 3) harus dipahami betul bagaimana cara penggunaanya supaya memperoleh data diharapkan.

C. Jenis Observasi

Didalam penelitian jenis teknik observasi yang lazimdi gunakan untuk alat pengumpulan data ialah :

1). Observasi Partisipan

Obervasi ini sering di gunakan dalam penelitian eksploratif.Yang dimaksud observasi partisipan ialah apabila observasi (orang yang melakukan observasi) turut ambil bagian atau berada dalam keadaan obyek yang di observasi (disebut observees). Apabila observasi partisipan tetapi jika unsur partisipan sama sekali ada pada observeer dalam kegiatannya. Maka di sebut observasi non partisipan.

2). Observasi Sistematik

Ciri pokok obsevasi sistematik adalah adanya kerangka yang memuat faktor-faktor yang telah di atur kategorinya,karenanya sering di sebut obsevasi berkerangka/observasi berstruktur.

a). Materi

b). Cara-cara mencatat

c). Hubungan observasi dengan observees.

3). Observasi Eksperimental

Observasi eksperimental adalah obervasi yang dilakukan dimana ada observer mengadakan pengendalian unsur-unsur penting dalamsituasi sedemikian rupa sehingga situasi itu dapat diatur sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat dikendalikan untuk menghindari atau mengurangi timbulnya faktor-faktor yang secara tak diharapkan mempengaruhi situasi itu.

Ciri-ciri observasi eksperimental adalah :

a). Observer dihadapkan pada situasi perangsang yang di buat seseragam mungkin untuk semua observees.

b). Situasi di buat sedemikian rupa untuk memungkinkan variasi timbulnya tingkah laku yang akan diamati.

c). Situasi dibuat sedemikian rupa sehingga observees mengetahui maksud observasi yang sebenarnya.

d). Observeer atau alat pencatat membuat catatan secara teliti mengenai cara-cara observees mengadakan aksi-reaksi,bukan hanya jumlah aksi-reaksi semata-mata.

c. Alat-alat Observasi

Pada dasarnya alat-alat observasi adalah sebagai berikut:

1). Anecdotal Record

Anecdotal record yang juga disebut daftar riwayat kelakuan adalah catatan-catatan yang di buat oleh peneliti mengenai kelakuan-kelakuan luar biasa yang di anggap penting oleh peneliti.

2). Catatan berkala

Dalam catatan ini, peneliti tidak mencatat macam-macam jejadian khusus,melainkan pada waktu-waktu tertentu saja,oleh karena itu data yang dicatat kurang lengkap dan banyak yang di lupakan oleh observer.Akibatnya hasilnya kurang dapat dipercaya.

3). Check Lists

Check Lists adalah suatu daftar yang berisi nama-nama subyek dan faktor-faktor yang hendak diselidiki, yang bermaksud mensistematiskan catatan observasi,alat ini lebih memungkinkan peneliti memperoleh data yang meyakinkan dibidan yang lain.Sebab faktor-faktor yang akan di teliti sudah dicatat dalam daftar isian,penelitian tinggal memberian tanda (check) pada blangko itu untuk setiap subyek yang di observasi. Karena itu alat itu lebih disukai para peneliti.

4). Ratting scale

Pencataatan dengan ratting scale adalah mencatat gejala menurut tingkat-tingkatnya,alat ini digunakan untuk memperoleh gambaran mngenai keadaan subyek menurut tingkatnya. Ia merupakan kriteria dan sumber yang penting dalam penelitian.

5. Mechanical Devices

Yaitu observasi yang menggunakan alat-alat mekanik sebab lebih praktis dan efektif.Mialnyamenggunakan foto keuntungan penggunaan alat ini adalah :

a).Dapat diputar lagi sewaktu dibutuhkan.

b).Dapat diputar lambat-lambat sehingga yakin untuk diteliti.

c).Memberi sumbangan berharga kapada perancang penelitian.

d).Melatih observer untuk membuat cermat.

e. Kekurangan Dan Kelebihan Observasi

a). Kekuranganya :

1). Banyak kejadian-kejadian yang tidak dapat dicapai dengan observasi langsug,misalnya kehidupan pribadi seseorang yang sangat rahasia.

III.2. SARAN – SARAN

Melalui makalah ini pemakalah beharap agar termotifasinya umat islam khususnya untuk membuat berbagai konsepdan lebih memahami konseppembiayaan pendidikan tersbut,supaya faktor pembiayaan tidak lagi menjadi problem yang cukup meghambat perkembangan pendidikan,khususnya di Indonesia yakni negara kita sendiri.

Bila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan latar maupun penulisan,maka penulis minta ma’af dan penulispun sangat menghargai berbagai kritik dan saran dari pembacauntuk membangun pengetahuan penulis. Dengan kata lain bisa mengkoreksi kemampuan penulis agar pengetahuan penulis semakin berkembang.

III.3. KATA PENUTUP

Demikian makalah ini, penulis uraikan secara sederhana dan sebagaimana mestinya dengan tetapmenyadari kekurangan baik dari segi penulisan ataupun pemilihan kata.

Dan Alhamdlillah, makalah ini dapat terselesaikan semoga makalah ini bisa memberi dan menambah pengetahuan kita semua dalam meningkatkan kualitas pendidikan agar lebih baik,maju dan berkembang. Amin.

BAB 3

PENUTUPAN

III.1. KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

Mastur.1986.Metodologi Penelitian. Jakarta:VNS.

Narbuko,cholid.2007.Metodologi Penelitian.Jakarta:bumi aksara
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Makalah Metodologi Penelitian ini, dengan harapan semoga artikel Makalah Metodologi Penelitian ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Makalah Metodologi Penelitian terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Makalah Metodologi Penelitian » Makalah

eMakalah.com