Selamat Datang di emakalah.com

Semoga Anda dapat menemukan apa yang anda cari,

dan semoga emakalah.com dapat bermanfaat bagi Anda

Untuk keluar dari menu/halaman ini silahkan klik LIKE / SUKA

..

Makalah Model- Model Pembelajaran

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

A. PENDAHULUAN

Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam memilih atau menentukan pendekatan dan model pembelajaran.

Pendekatan pembelajaran yang dapat dipergunakan dikelas dengan melibatkan peserta didik secara penuh sehingga peserta didik memperoleh pengalaman dalam menuju kedewasaan.

Kegiatan belajar adalah pembinaan hubungan antara peserta didik dengan pendidik sehingga tercipta hubungan kemanusian yang akrab, terarah dan saling menghargai, saling membantu dan saling belajar.


B. PEMBAHASAN

1. Pengertian

Model pembelajaran adalah pola atau rencana yang dapat digunakan untuk mengoperasikan kurikulum. Merancang materi pembelajaran, dan untuk membimbing belajar dalam setting kelas atau lainnya.

2. Jenis-Jenis Model pembelajaran

a. Model pembelajaran glaser

1. Onstukturtional Objective

Ialah tujuan pengajaran, semua kualifikasi yang diharapkan dimiliki peserta didik bila ia telah selesai mengikuti belajar mengajar tertentu.

2. Entering Behavior

Bagian ini menggambarkan tingkat kemampuan peserta didik sebelum pengajaran dimulai, untuk ini perlu diadakan pretest bagian ini juga menjelaskan apa-apa yang telah dipelajari oleh peserta didik sebelumnya.

3. Intruktional Procedure

Bagian ini berkenan dengan perencanaan proses belajar mengajar.

4. Perfomance Assesment

Yaitu bagian atau tahapan evaluasi untuk mengetahui apakah proses belajar itu tercapai.

b. Model Pembelajaran Unit

1. pengertian

Unit merupakan satu kesatuan yang bulat, yang terdiri dari rangkaian bagian-bagian yang bersatu-padu dan serasi.

Sebagian suatu metode, unit adalah suatu cara guru menyajikan bahan pelajaran dinama guru bersama peserta didik menentukan bahan pelajaran (dalam bentuk unit) guna mempelajari oleh peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran.

2. Prinsip-Prinsip Pelajaran Unit

1. Prinsip Kurikulum Terpadu

2. Prinsip Spikologi Perkembangan

3. Prinsip team teaching

3. Langkah-Langkah Pengajaran Unit

a) Langkah Perencanaan

(1) Bagi peserta yang baru pertama kali belajar dengan pengajaran unit harus dijelaskan lebih dahulu belajar secara unit. Selanjutnya guru memotifikasi dan membangkitkan minat perserta didik dengan tanya jawab. Bercerita/memperhatikan gambar-gambar dan surat kabar atau mejalah yang cukup menarik minat para peserta didik.

(2) Guru bersama peserta didik menetapkan pokok masalah/unit dengan ketentuan harus sesuai dengan minat, bakat dan latar belakang peserta didik, tersedia sumber buku dan hal lain yang menunjang pelaksanaan pembelajaran.

(3) Guru dan peserta didik menetapkan tujuan instaksional.

(4) Guru dan peserta didik menetapkan kelompok kerja dan sekaligus setiuap kelompok itu diberi nama masing-masing.

(5) Guru dan peserta didik menetapkan organisasi kelas. Seperti: ketua, wakil, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi lainnya.

(6) Menetapkan metode mengajar

b) Langkah pelaksanaan

Langkah ini menunjukkan bahwa rencana yang telah disusun, antara lain berupa:

(1) Para siswa mengatur tempat mereka belajar

(2) Mempelajari sesuatu, misalnya: Melakukan percobaan, mengunjungi tempat-tempat yang direncanakan dan lain sebagainya.

(3) Mengadakan diskusi, mengatur bahan menyiapkan laporan kelompok.

c) Kulminasi dan Penelitian

Kulminasi adalah usaha untuk melaporkan meninjau kembali dan menyimpulkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan.

Tujuan kulminasi adalh melengkapi pengetahuan peserta didik, membangkitkan motivasi untuk memecahkan masalah, menukar pengalaman atau informasi antar kelompok.

4. Keuntungan dan Kesulitan Unit

a. keuntunngan unit:

(1) Semua hal yang dipelajari, berada dalam suatu hubungan keseluruhan.

(2) Pelajaran menjadi lebih berarti karena sesuai dengan minat dan bakat, dan tingkat pertumbuhan peserta didik.

(3) Hubungaan sekolah dan masyarakat bertambah erat.

(4) Peserta didik mendapatkan pengalaman.

b. Kelemahan Unit

(1) Memilih masalah yang akan dijadikan unit bukan suatu pekerja yang mudah.

(2) Melaksanakan Unit menuntut keahlian tersendiri dan ketekunan dari guru, serta dibutuhkan waktu yang lebih banyak dari biasanya.

(3) Unit mempunyai lebih banyak dari biasanya. Unit memerlukan biaya dan alat cukup mahal.

c. Model Pembelajaran Berprogram

(1) Pengertian

Model pembelajaran berprogram ialah suatu bentuk pembelajaran dengan mempergunakan yang bekerja serba otomatis atau kunci-kunci jawaban tertulis yang dibuat sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat mempelajari sendiri bahan-bahan yang telah tersusun secara sismatis.

(2) Prinsip-Prinsip Belajar berprogram

a) Dalam pelajaran berprogram dihendaki proses onteraksi antara guru dan peserta didik secara tidak langsung, karena belajar dengan program memakai perantara/alat berupa “buku text” yang bertindak sebagai alat mengaktifkan pelajaran dalam proses belajar.

b) Bahan pengajaran berprogram disusun menurut prinsip dan pola tertentu yang telah diprogramkan.

(3) Langkah-Langkah pelaksanaan

a) Persiapan

b) Penulis program

(4) Keuntungan metode pengajaran berprogram

a) Bahan pelajaran sangat banyak disediakan sehingga sifat individual anak-anak dapat diperhatikan

b) Anak yang pandai mendapat kesempatan yang banyak untuk mencapai tujuan.

c) Anak-anak dapat belajar sesuai dengan kemampuan karena setiap pelajar menghadapi alat secara individual.

d) Bahan pelajaran dapat disusun secara sistematis menurut rencana yang telah ditetapkan.

(5) Kelemahan metode pengajaran berprogram

a) membutuhkan biaya yang mahal untuk menciptakan alat-alat mengajar

b) mesin mengajarkan tidak dapat merasakan apa yang dirasakan oleh pelajar

c) fungsi guru sebagai pendidik diabaikan oleh murid-murid

d) kegiatan murid sukar untuk dikontrol

d. Model Pembelajar Modul

1) pengertian

Ada beberapa pengertian modul, yaitu:

a) modul merupakan unit (pakat) pengajaran terkecil dan lengkap.

b) modul memuat rangkaian kegiatan belajar yang direncanakan.

2) Unsur-Unsur Modul

a) Rumusan tujuan pengajaran

b) Petunjuk untuk guru

c) Petunjuk untuk peserta didik

d) Lembaran kegiatan peserta didik

e) Lembaran kerja

f) Kunci lembaran

g) Kunci lembaran evaluasi

3) Langkah-Langkah

a. Perumusan tujuan

b. Menyusun pose test

c. Menganalisa entry behavior

d. Pemilihan media

e. Try out

f. Evaluasi

e. Model pembelajaran PPSI

1) Pengertian

PSSI merupakan suatu kesatuan yang terorganisasi yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling bergantung satu sama lain dalam rangka mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.

2) Langkah-langkah kegiatan pokok dalam PSSI

a. Merumuskan tujuan pembelajaran khusus

Contoh rumusan tujuan menyebutkan instruksional khusus:

1) Peserta didik dapat menyebutkan rukun shalat jenazah

2) Peserta didik dapat menyebutkan bacaan shalat jenazah

3) Peserta didik dapat mengerjakan shalat jenazah dan sebagainya

b. Menyusun alat evaluasi

Alat evaluasi adalah alat penilaian yang dipergunakan menilai sejauh mana anak-anak dapat menguasai kemampuan-kemampuan seperti yang terkandung dalam rumusan tujuan instruksional diatas

c. Menetapkan kegiatan belajar peserta didik

Kegiatan belajar adalah kegiatan yang harus dilalui oleh peserta didik untuk mencapai tujuan instruksional yang diinginkan.

d. Merencanakan program pengajaran.

Perencanaan program pengajaran meliputi:

1. Merumuskan metode yang akan diajarkan dan penyusunannya.

2. Memilih metode yang tepat dan pelaksanaannya

3. Merencanakan pemilihan alat yang diperlukan dan cara penggunaannya.

4. Merencanakan penjadwalan waktu mengajar.

e. Melaksanakan program.

1. Mengadakan pretest.

2. Menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik.

3. mengadakan evaluasi

f. Model pembelajaran CBSA

1) Pengertian

CBSA adalah aktivitas pelajar sendiri, dimana pola atau sistem pembinaan kegiatan belajar peserta aktif serta berhasil dengan baik secara tuntas.

2) Komponen-Komponen yang dapat menciptakan CBSA

a) komponen bahan pelajaran

b) komponen peserta didik

c) komponen guru

d) komponen media

e) komponen evaluasi

g. Model Pembelajaran Tuntas

1) Pengertian

Model pembelajaran tuntas merupakan model pembelajaran yang dapat dilaksanakan didalam dengan ketentuan bahwa didalam kondisi yang tepat peserta didik akan mampu belajar dengan baik danmemperoleh hasil belajar secara maksimal terhadap seluruh bahan yang dipelajari.

2) Strategi belajar tuntas

a) menentukan unit pelajaran

b) merumuskan tujuan pelajaran

c) menentukan standar ketuntasan

d) mempersiapkan seperangkat tugas untuk dipelajari

e) evaluasi

h. Model Pembelajaran Inquiry

1) Pengertian

Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang dialami.

Strategi inquiry memberi peluang kepada peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Ia lebih banyak ditantang untuk mencar, melakukan dan menentukan sendiri. Ia bukan mengulang apa yang pernah disampaikan, kalau perlu ia mencoba mencari sendiri. Fokus pembelajaran adalah pada peserta didik dengan belajar.

2) Strategi pelaksanaan inquiry

a) guru memberikan penjelasan, instruksi, atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan

b) guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk membaca atau menjawab pertanyaan serta pekerjaan rumah

c) guru memberikan penjelaskan informasi sebagai pelengkap dan ilustrasi terhadap data yang disajikan

d) merangkum sebagi kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan.

i. Model Pembelajaran konstraktivisme

1) Pengertian

Model pembelajaran konstruktivisme memperlihatkan bahwa pembelajaran merupakan proses aktif dalam membuat sebuah pengalaman menjadi masuk akal, dan proses ini sangat dipengaruhi oleh apa yang sudah diketahui orang sebelumnya.

2) Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam model konstruktivisme

a) peserta didik harus selalu aktif selama pembelajaran

b) interprestasi selalu dipengaruhi oleh pengetahuan sebelumnya

c) tanya jawab didorong oleh kegiatan inquiry para peserta didik

d) kegiatan belajar-mengajar tidak hanya merupakan suatu proses pengalihan pengetahuan tetapi juga pengalihan keterampilan dan kemampuan

j. Model Pembelajaran Problem Solving

Problem Solving (pemecahan masalah) merupakan model pembelajaran dimana peserta didik diharapkan pada suatu kondisi bermasalah. Untuk itu ia harus menemukan sejumlah strategi untuk memecahkan masalah tersebut.

k. Model pemprosesan Informasi

Model ini merupakan orientasi terhadap kemampuan pemprosesan informasi bagi siswa dan cara untuk meningkatkan kemampuan untuk menguasai informasi.

l. Model Personal

Model ini berorientasi pada dan pengembangan diri. Fokusnya pada bantuan kepada individu untuk mengembangkan hubungan dengan lingkungan dan memandang mereka sebagai anak mampu.

m. Model Interaksi Sosial

Model ini menentukan pada antar hubungan individu dalam kelompok. Fokusnya pada proses negosiasi secara sosial. Prioritas pada perbaikan kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain dan bekerja secara produktif dalam kelompok.

n. Model Pengajaran Di Kelas Dengan Pendekatan Keterampilan Proses

Proses belajar mengajar di kelas harus dapat mengembangkan cara belajar siswa untuk mendapatkan, mengelolah, menggunakan, dan mengkomunikasi apa yang telah diperoleh dalam proses belajar tersebut.

Guru dalam menyajikan bahan pelajaran harus mengikut sertakan para siswanya secara aktif baik individual maupun kelompok.

Keaktifa siswa antara lain tampak dalam kegiatan:

1) Berbuat sesuatu untuk memahami materi pelajaran dengan penuh keyakinan

2) Mempelajari, mengalami, dan menemukan sendiri bagaimana memperoleh pengetahuan

3) Merasakan sendiri bagaimana tugas-tugas yang diberikan oleh guru kepadanya

4) Belajar dalam kelompok

KESIMPULAN

Dari kutipan-kutipan diatas disimpulkan bahwa model-model pembelajaran sangat dipergunakan dalam pendekatan pembelajaran, sehingga peserta didik dan pendidik dapat melakukan proses pembelajaran secara efektif optimal dan mencapai tujuan yang pembelajaran yang telah direncanakan.


DAFTAR PUSTAKA

Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2005

Sudjana, nana. Teknologi Pengajaran, Bandung: Sinar Baru algensindo, 2001

Soetopo, Hendayat, Pendidikan dan Pembelajaran, malang: Universitas Muhammadiyah, 2005

Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar Disekolah, jakarta: PT Rineka capta, 2007
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Makalah Model- Model Pembelajaran ini, dengan harapan semoga artikel Makalah Model- Model Pembelajaran ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Makalah Model- Model Pembelajaran terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Makalah Model- Model Pembelajaran » Makalah