Selamat Datang di emakalah.com

Semoga Anda dapat menemukan apa yang anda cari,

dan semoga emakalah.com dapat bermanfaat bagi Anda

Untuk keluar dari menu/halaman ini silahkan klik LIKE / SUKA

..

MAKALAH PENGANTAR ILMU FIQIH | PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM

MAKALAH PENGANTAR ILMU FIQIH

PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM PADA

MASA IMAM MUJTAHIO DAN KEMUNDURANNYA

KATA PENGANTAR

Segala puji serta syukur marilah senantiasa selaku kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, semoga segala apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita dapat menjadikan semua hambanya dapat selalu bersyukur kepada-Nya.

Sholawat dan salam kita limpahkan dan sampaikan atas baginda Nabi Allah Muhammad Saw, insya Allah kita akan bersama-sama dengan beliau di yaumul mahsar nanti dimana tidak ada satu pertolongan pun kecuali beliau pertolongan dari Allah SWT dan Rasulnya.

Dengan izin Allah SWT, akhirnya kami dapat juga menyelesaikan pembuatan tugas makalah ini. Semoga makalah yang kami buat ini ada manfaatnya bagi ita semua dan jika ada kekurangannya inilah kami dan mohon dimaklumi dengan apa adanya.

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I. Perkembangan Hukum Islam

A. Masa Imam Mujtahio

B. Sumber-sumber Hukum

C. Mahzab Al Fiqhiyyah Dalam Islam

BAB II. Masa Kemunduran

A. Faktor-faktor

B. Terhentinya Gerakan Ijtihad

C. Eksistensi Mahzab

PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM

A. Masa Imam Mujtahio

Periode ini mulai pada awal abad ke-2 Hijriah dan berakhir pada pertengahan abad ke-6 Hijriah dan pada masa ini juga disebut dengan periode tadwin atau periode dimana pada masa inilah gerakan penulisan dan pembukuan hukum Islam mengalami perkembangannya dan kemajuan yang sangat pesat dan luar biasa dan ini berlangsung kurang lebih sekitar 250 tahun. Hadist-hadist Nabi SAW. Fatwa-fatwa sahabat, tabiin-tabiin, tafsir Qur’an, fiqih dari Imam Mujtahid itu sendiri dituangkan dalam satu bentuk pembukuan ilmu yang telah dikodifikasi.

Masa ini juga merupakan periode koemasand alam sejarah pembentukan hukum islam. Karena hukum islam pada masa ittu telah berkembang dan matang sehingga membuahkan perbendaharaan hukum yang dengan demikian pada masa itu hukum islam tidak hanya terpaku pada satu titik rujukan akan tetapi berbagai macam rujukan yang timbul serta banyaknya permasalahan yang dipertimbangkan.

Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi perkembangan islam dan gerakan ijtihad pada periode ini sebenarnya cukup banyak, namun yang sangat penting dan per kita garis bawahi diantaranya :

1. Wilayah kekuasaan pemerintahan islam pada periode ini sudah sangat luas, dan kekuasaannya teah meliputi berbagai macam suku bangsa, etnik dan tradisi sosial.

2. para uama diperiode ini dalam menetapkan perundang-undangan dan memberi fatwa telah menguasai metode tasyri’ secara luas dan mudah.

3. ummat islam pada saat itu sangat bersemangat dan antusias dalam semua aktivitas, baik dalma hal ibdah, muamalah dan lainnya, makanya mereka ingin agar penerapan yang mereka lakukan sesuai dengan hukum islam.

4. pada masa itu juga muncul tokoh yang mempunyai bakal dan kemampuan yang didukung oleh faktor situasi dan kondisi yang ada, sehingga hukum islam semakin dapat berkembang seperti Abu Hanifah (150H/767M), Malik (179H/798M), Syafi’i (204H/820M), Ahmad bid Hanbal (241H/855M).

B. Sumber Hukum

Pada masa Imam Mujtahid, sumber-sumber hukum Isam pertambah sesuai perkembangan dan kebutuhan zaman, yang penambahan ini pada hakikatnya bukanlah suatu yang baru atau bid’ah, melainkan sebnagai pengemabngan dan penjabaran secara lebih konkrit dari sumber hukum ketiga yaitu Al-Jihad wara’yu yang telah diratifikasi oleh Nash Al-Qur’an, As0Sunnah, dan Atsar sahabat.

Sumber hukum yang bersifat Ijtihad dijadikan dasar masing-masing dan secara ringkasnya sebagai berikut :

1. Sumber-sumber hukum islam menurut Imam Abu Hanifah.

Masa 80-150H ialah : Al-Qur’an Al-Karim, Sunnah Rasul SAW, AL-Ijma’, Al-Qiyas Al-Ra’yu, dan Istihsan.

2. Sumber-sumber hukum Islam menruut Imam Malik.

Masa 97-179 H ialah: pada Al-Qur’an itu meliputi nash Al-Qur’an zhahir Al-Qur’an dan mafhum Al-Qur’an, As-Sunnah itu meliputi nas, zhahir, mafhum, tanbih dan dalil Al-Hadits. Kemudian ijma’ qiyas, amal ahlu madinah, mua’at alkhilaf, akwal sahabat, istihsan, shaad dzara’i, maslahat mursalah, al istishab dan syaratu man koblana.

3. Sumber-sumber hukum islam menurut Imam Syafi’i

Masa 150-204 H ialah : Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ Qiiyas, Istishan, akwal As-Shahabat serta syari’atu man koblana.
Terima kasih atas waktunya untuk membaca MAKALAH PENGANTAR ILMU FIQIH | PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM ini, dengan harapan semoga artikel MAKALAH PENGANTAR ILMU FIQIH | PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel MAKALAH PENGANTAR ILMU FIQIH | PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : MAKALAH PENGANTAR ILMU FIQIH | PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM » Makalah