Makalah Tafsir Akidah

KATA PENGANTAR

Puji syukur marilah kita panjatkan ke kehadirat Allah SWT. Dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dalam menyelesaikan makalah ini banyak kendala yang kami hadapi. Namun berkat kekompakkan kendala itu dapat diatasi dengan baik.

Untuk itu kami berterima kasih banyak kepada segala pihak yang ikut membantu dalam penyelesaian makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis, pembaca dan para mahasiswa.

Penulis

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

Pada pembahasan makalah ini kita diperintahkan beriman kepada Rasulullah secara mantap. Disini juga di jelaskan bahwa Rasulullah dilahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tepatnya pada bulan Agustus 570 Masehi. Dijelaskan pula sifat-sifat Nabi dan bisa menjadi suri tauladan yang baik dan patut di contoh oleh kita. Didalam masyarakat kita bisa menunjukkan bagaimana sifat Nabi agar kita disenangi oleh saudara-saudara kita. Baik didalam keluarga maupun di tengah masyarakat.

BAB I

PEMBAHASAN

1. Beriman Kepada Rasul Allah

Iman kepada Rasul Allah adalah beriman secara mantap kepada semua Nabi yang telah diterangkan kenabian dan kerasulanya didalam Al-Qur’an, tidak boleh beriman kepada seorang nabi, namun kafir dan mengingkari kepada nabi yang lain. Beliau dilahirkan pada hri Senin tanggal 12 rabiul Awal bertepatan dengan bulan Agustus 570 Masehi. Iman kepada sebagian wahyu yang diterima dan kafir kepada sebagian ajarannya kita harus beriman kepada seluruh rasul Allah, sebagaimana telah diterangkan dalam Al-Qur’an yakni 25 Nabi dan Rasul:

2. Sifat-sifat Seorang Nabi

a. Sidiq (Jujur)

Seorang nabi akan selalu jujur dalam setiap niat, kehendak, amal perbuatan maupun perkataan. Tidak mungkin seorang nabi akan bersifat kebalikannya.

b. Amanah (dapat dipercaya)

Seorang Nabi atau Rasul harus dapat dipercaya dalam segala hal amal perbuatan, perkataan, hukum dan keputusan yang rahasia maupun terang-terangan.

c. Tabligh (kewajiban menyampaikan)

Tabligh ialah menyampaikan segala yang diperintahkan oleh Allah secara sempurna dan tidak ada yang harus dirahasiakan.

d. Fathanah

Fathanah bukan pengertian kecerdasan semata-mata akan tetapi disamping cerdas, juga memiliki kelembutan perasaan atau indera, kejernihan akal dan tanggap terhadap segala sesuatu.

3. Jumlah Rasul Allah

Didalam Al-Qur’an telah diterangkan bahwa jumla Rasul Allah itu banyak.

“Dan sesungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): sembahlah Allah (saja) dan jauhilah taghut itu (An-Nahl:36)”.

Walaupun telah disebutkan bahwa jumlah Rasul Allah itu banyak sekali, namun tidak ada penetapan jumlahnya secara pasti.

4. Ayat-Ayat Beriman Kepada Rasul Allah

“Al-Ahzab:21”

Artinya:

Sesungguhnya telah ada pasa (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kecenderungan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Tafsir Jalalain 2 sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik untuk diikuti dalam hal berperang dan keteguhan serta kesadarannya, yang masing-masing ditetapkan pada tempat-tempatnya. Ayat-ayat ini berkedudukan menjadi badai dari yang mengharapkan rahmat Allah yakni takut kepadanya. Berbeda halnya dengan orang-orang selain mereka.

“Yasin:17”

Artinya:

Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan perintah Allah dengan terang.

Yaitu menyampaikan yang jelas dan gamblang melalui mukjizat-mukjizat yang terang, yaitu dapat menyembuhkan orang buta, yang berpenyakit supak dan dapat menghidupkan orang mati.

“Yunus:84”

Artinya:

Berkata Musa, hai kaum Ku jika kamu beriman kepada Allah maka bertakwalah kepada-Nya jika kami orang yang berserah diri.

Tafsir Ibnu Katsir Allah SWT berfirman mengisahkan Nabi Musa tatkala berkata kepada kaumnya, bertakwalah kamu kepada Allah. Jika kamu benar-benar beriman kepadanya. Karena Allah akan mencukupi orang yang bertawakal kepadaNya. Allah SWT berfirman mengaitkan ibadah dengan bertawakal kepada Allah.

“Yasin:52”

Artinya:

Mereka berkata, wahai celakalah kami siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur (kubur) kami? Inilah yang telah kami janjikan yang maha pengasih dan benarlah Rasul itu.

Tafsir Jalalain 3 mereka berkata orang-orang kafir diantara manusia. Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami karena mereka seolah-olah dalam keadaan tidur diantara kedua tiupan itu, maksudnya mereka tidak di azab. Mereka mengakui atas kebenaran yang telah dikatakan oleh para Rasul, tetapi pengakuan mereka tidak bermanfaat lagi. Menurut pendapat yang lain, bahwa kalimat tersebut dikatakan kepada mereka.

“Ash-Shaff:11”

Artinya:

Hendaklah kamu beriman kepada Allah dari Rasulnya dan berjuang pada jalan Allah. Dengan harta dan dirimu. Demikian itu adalah lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.

Kalian tetap beriman kepada Allah dan itulah yang lebih bagi kalian, maka kerjakanlah.

KESIMPULAN

Dari pembahasan makalah tersebut bahwa kita harus beriman kepada Rasul Allah secara mantap. Dan sifat-sifat seorang Nabi, kita bisa mencontoh suri tauladannya. Di situ juga telah diterangkan bahwa jumlah Rasul itu banyak.

DAFTAR PUSTAKA

H. Salim Bahreisy, PT. Bina Ilmu, Ibnu Katsir. 2005

Sinar Baru Al Gensindo, Tafsir Jalalain 2. 1999

Sinar Baru Al Gensindo, Tafsir Jalalain 3. 1999
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Makalah Tafsir Akidah ini, dengan harapan semoga artikel Makalah Tafsir Akidah ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Makalah Tafsir Akidah terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Makalah Tafsir Akidah » Makalah

eMakalah.com