Selamat Datang di emakalah.com

Semoga Anda dapat menemukan apa yang anda cari,

dan semoga emakalah.com dapat bermanfaat bagi Anda

Untuk keluar dari menu/halaman ini silahkan klik LIKE / SUKA

..

Pengawasan Persediaan

PENGAWASAN PERSEDIAAN

a. Pengertian Pengawasan Persediaan

Rangkaian kegiatan produksi dan distribusi ini mulai dari pembelian bahan baku, terus produksi melalui semua kegiatan operasi dalam pabrik sampai di gudang barang jadi dan dari gudang barang jadi ini terus ke tempat-tempat distribusi sampai akhirnya pada konsumen yang terakhir.

b. Tujuan Pengawasan Persediaan

1. Menjaga jangan sampai perusahaan kehabisan persediaan sehingga dapat mengakibatkan terhentinya kegiatan produksi.

2. Menjaga agar supaya pembentukan persediaan oleh perusahaan tidak terlalu terlalu besar atau berlebih-lebihan, sehingga biaya-biaya yang timbul dari persediaan tidak terlalu besar.

3. Menjaga agar pembelian secara kecil-kecilan dapat dihindari karena ini akan berakibat biaya pemesanan menjadi besar.

c. Tugas-Tugas Bagian Pengawasan Persediaan

Dalam usaha untuk mencapai tujuan pengawasan persediaan maupun tujuan perusahaan secara keseluruhan, bagian pengawasan persediaan mempunyai tugas-tugas sebagai berikut:

a. Menentukan jenis dan jumlah barang-barang yang harus dibeli untuk persediaan.

b. Menentukan bilamana pesanan akan dilakukan.

c. Meminta kepada bagian pembelian untuk membeli barang-barang/bahan-bahan yang sudah ditentukan untuk persediaan.

d. Memeriksa apakah barang-barang yang diterima sesuai dengan jumlah dan spesifikasi barang yang dipesan dan jika sesuai lalu menyimpan dan memelihara barang-barang tersebut sebagai persediaan dalam gudang.

e. Mengadakan pengecekan barang-barang mana yang cepat habis dan barang-barang mana yang lambat habis.

f. Mengadakan pencatatan secara administratif mengenai jenis, jumlah dan nilai-nilai persediaan.

g. Mengadakan pemeriksaan secara langsung keadaan fisik atas barang-barang dan administratif persediaan di dalam gudang.

h. Mengadakan penganalisasian atas keadaan persediaan untuk dapat menentukan jumlah persediaan yang optimum dengan memerhatikan, jumlah persediaan yang minimum, jumlah pesanan yang ekonomi, titik pemesanan kembali dan jumlah persediaan yang maksimum.

KEBIJAKAN DALAM PENGAWASAN

1. Pemesanan Yang Ekonomis

a. Jumlah yang dipesan

b. Cara-cara pemesanan (order system)

- Order point system

Adalah suatu cara pemesanan bahan pesanan dilakukan apabila persediaan yang ada telah mencapai tingkat tertentu, biasanya pemesanan seperti ini dilakukan dengan:

• Two and bag account system yaitu menggunakan dua kantong (bin) dimana kantong pertama merupakan tempat persediaan bahan-bahan yang jumlahnya sama dengan jumlah persediaan tingkat “order point” dan berfungsi sebagai persediaan cadangan.

• One strong bin system perusahaan hanya menggunakan satu kantong persediaan.

- Order cycle system

Adalah suatu sistem pemesanan bahan dimana jarak waktu dari pemesanan tetap.

c. Jumlah pemesanan yang ekonomis

Dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu:

a. Tabular approach

Dilakukan dengan cara menyusun suatu daftar atau tabel jumlah pesanan dan jumlah biaya per tahun.

b. Graphical approach

Dilakukan dengan cara menggambarkan grafik-grafik dalam satu gambar, dimana sumbu horizontal jumlah pesanan (order) per tahun dan sumbu vertikal besarnya biaya.

c. Dengan menggunakan rumus

Yaitu dengan menurunkan dalam rumus-rumus matematika dapat dilakukan dengan memerhatikan bahwa jumlah biaya persediaan yang minimun terdapat.

d. Potongan harga

Apabila dalam pemikiran terdapat “quantity discounts” yang ditawarkan oleh penjual atas pembeliaan dalam jumlah tertentu, maka perlu dipertimbangkan dalam penentuan jumlah pesanan yang ekonomis.

2. Persediaan Penyelamat (Safety Stock)

a. Arti dan tujuan

Persediaan penyelamat ialah persediaan tambahan yang diadakan untuk melindungi atau menjaga kemungkinan terjadinya kekurangan bahan.

b. Faktor penentu

1. Penggunaan bahan baku rata-rata

Salah satu dasar untuk memperkirakan penggunaan bahan baku selama periode tertentum khususnya selama periode pemesanan adalah rata-rata penggunaan bahan baku pada masa sebelumnya.

2. Faktor waktu

Didalam pengisian kembali persediaan terdapat suatu perbedaan waktu yang cukup lama antara saat mengadakan pesanan (order) untuk pengisian kembali persediaan dengan saat penerimaan barang-barang yang dipesan dapat dimasukkan dalam persediaan.
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Pengawasan Persediaan ini, dengan harapan semoga artikel Pengawasan Persediaan ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Pengawasan Persediaan terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Pengawasan Persediaan » Resume