Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan

“TEORI-TEORI BELAJAR DALAM PSIKOLOGI”

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum ..... Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini, shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Baginda Rasulullah SAW.

Adapun materi makalah tentang psikologi yang berjudul “teori-teori belajar dan psikologi”. Makalah ini kami susun agar mempermudah dan menambah pengetahuan kita tentang makna dari teori-teori belajar dalam psikologi.

Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi dalam pembuatan makalah ini, sehingga dapat berjalan dan terselesaikan dengan baik.

Melalui makalah ini, semoga penulis dan pembaca dapat memetik manfaat yang tersirat maupun yang tersurat sehingga menjadi generasi yang paham dalam mengetahui teori-teori belajar dalam psikologi.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan Penulisan 1

D. Metode Penulisan 1

BAB II PEMBAHASAN TEORI-TEORI BELAJAR DALAM PSIKOLOGI 2

1. Teori Belajar Behavioristik 2

2. Teori-Teori Belajar Kognitif 3

3. Teori-Teori Humanistik 4

BAB III PENUTUP 6

Kesimpulan 6

DAFTAR PUSTAKA 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Makalah ini disusun dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Makalah ini mengenai teori-teori belajar dalam psikologi. Maka dalam hal ini teori sangat menunjang aktivitas belajar. Teori dalam belajar sangat dibutuhkan tujuannya agar para peserta didik dapat memahami inti dari pelajaran.

B. Rumusan Masalah

Membahas apa saja teori belajar dalam psikologi.

a. Teori belajar behavioristik

b. Teori belajar kognitif

c. Teori belajar humanistik

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini agar dapat menuntun menjadi lebih baik dalam memahami teori-teori belajar dalam psikologi terlebih lagi dapat mengaplikannya.

D. Metode Penulisan

Metode yang digunakan dalam penyelesaian makalah ini, ialah menggunakan metode kajian pustaka dengan mempelajari dan mengumpulkan bahan, mengenai hal-hal yang berkaitan dengan judul “teori-teori belajar dalam psikologi”.

BAB II

PEMBAHASAN

TEORI-TEORI BELAJAR DALAM PSIKOLOGI

Dengan berkembangnya psikologi dalam pendidikan, maka berbarengan dengan itu bermunculan berbagai teori tentang belajar. Ada 3 kelompok teori belajar dalam psikologi.

1. Teori Belajar Behavioristik

Para psikologi berpendapat, bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (keinforcement) dari lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan erat antara reaksi-reaksi behavioristik dengan stimulasinya.

Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat, bahwa tingkah laku murid-murid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang dan segenap tingkah laku adalah merupakan hasil belajar.

a. Teori-Teori Yang Mengawali Perkembangan Behavioristik

Psikologi aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahirnya teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh Thurndike Paviov,Wabon dan Ghuthrie. Pada mulanya pendidikan dan pengajaran di Ameriak Serikat, didominasi oleh pengaruh dari Thurndike (1874 – 1949).

Teori Thurndike disebut “connectionism” karena belajar merupakan proses pembentukan koneksi-koneksi antara stumulus dan respon. Teori ini sering pula disebut “trial and error learning” inidvidu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses “trial and error” dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu. Ciri-ciri belajar dengan “trial and error” yaitu:

1. Ada motife pendorong respon

2. Ada berbagai respon terhadap situasi

3. Ada eliminasi terhadap respon-respon yang gagal/salah

4. Ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan

b. Skinner’s Operant Conditioning

Skinner berpendapat, bahwa tujuan psikologi adalah meramal dan mengontrol tingkah laku. Dalam pengajaran, operant conditioning menjamin respon-respon terhadap stimuli. Guru berperan penting didalam kelas untuk mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar kearah tercapainya tujuan yang telah dirumuskan.

2. Teori-Teori Belajar Kognitif

Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuan-penemuan para ahli sebelumnya mengenai belajar sebagai proses hubungan stimulus – respons – reinforcement. Menurut para ahli tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan atas kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan:

a. Awal Pertumbuhan Teori-Teori Belajar Kognitif

Psikologi kognitif ini mulai berkembang dengan lahirnya teori Gestalt. Peletak dasar psikologi Gestalt adalah Wertheimer (1880 – 1943) yang meneliti tentang pengamatan dan problem solving. Kaum Gestalt berpendapat bahwa pengalaman itu berstruktur yang terentuk dalam suatu keseluruhan.

Suatu konsep yang terpenting dalam psikologi Gestalt adalah tentang “insight” yaitu pengamatan/pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antar bagian-bagian di dalam suatu situasi permasalahan.

b. Teori Belajar Cognitive – Field Dari Lewin

Kurt Lewin (1892 – 1947) mengembangkan suatu teori belajar coctitivefield, dengan menaruh perhatian kepada kepribadian dan psikologi sosial. Lewin memandang masing-masing individu berada didalam suatu medan kekuatan yang bersifat psikologis. Dan Lewin berpendapat bahwa tingkah laku merupakan hasil interaksi antar kekuatan-kekuatan baik yang dari dalam diri individu maupun dari luar diri individu.

c. Teori Belajar Cognitive Development Dari Peaget

Peaget adalah seorang psikolog development karena penelitiannya mengenai tahap-tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajar individu. Dia adalah seorang psikologi suatu teori komperhensif tentang perkembangan intelegensi atau proses berpikir. Peaget memakai istilah Scheme secara interchangeably, Peaget memakai istilah scheme intechangeably dengan istilah struktur. Scheme berhubungan denagn refleks-refleks pembawaan dan scheme mental.

d. Jerome Bruner Dengan Discovely Learning-Nya

Yang menjadikan dasar ide J. Bruner ialah pendapat dari Peaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif didalam belajar dikelas. Untuk itu Bruner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery learning, yaitu dimana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir. Bruner menyebutkan hendaknya guru harus memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang ahli matematikan dan yang lain. Biarkanlah murid-murid kita menemukan arti bagi diri mereka sendiri dan memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang dimengerti mereka.

3. Teori-Teori Humanistik

a. Orientasi

Menurut para pendidik aliran humanistik penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa. Tujuan utama para pendidik ialah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.

b. Awal timbulnya psikologi humanistik pada akhir tahun 1940 muncullah suatu persfektif psikologi baru. Orang-orang yang terlibat dalam penerapan klinik, pekerja-pekerja sosial dan konseler bukan merupakan hasil penelitian dalam bidang proses belajar.

c. Behaviorisme pensus humanistik

Dalam menyoroti masalah perilaku, ahli-ahli psikologi behavioral dan humanistik mempunyai pandangan yang sangat berbeda. Perbedaan ini dikenal sebagai pridomdetermination issue. Para behaviorest memandang orang sebagai makhluk yang memberikan responnya terhadap lingkungannya. Sebaliknya para humanistik mempunyai pendapat bahwa tiap orang itu menentukan perilaku mereka sendiri.

d. Tokoh-tokoh humanistik

1. Combs

2. Maslov

3. Rogers

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Teori-teori belajar dalam psikologi terbagi menjadi 3 yaitu:

1. Teori belajar behavioristik yaitu teori tentang mempelajari tingkah laku manusia.

2. Teori belajar kognitif yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi.

3. Teori belajar humanistik yaitu lebih kepada perhatian ke siswa.

1. Teori belajar behavioristik dibagi:

a. Teori yang mengawali perkembangan behavioristik

b. Skinner’s operant conditioning

2. Teori belajar kognitif

a. Awal pertumbuhan teori-teori belajar kognitif

b. Teori belajar cognitive – field dari Lewin

c. Teori belajar cognitive development dari Peaget

d. Jerome Bruner dengan discovely learning-nya

3. Teori-teori belajar humanistik

a. Orientasi

b. Awal timbulnya psikologi humanistik

c. Behaviorisme persus humanistik

d. Tokoh-tokoh humanistik

DAFTAR PUSTAKA

Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan. PT. Rineka Cipta: Jakarta

Linschoten. 1964. Pengantar Dalam Ilmu Jiwa. Lembaga Penerbit IKIP Malang: Malang
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Psikologi Pendidikan ini, dengan harapan semoga artikel Psikologi Pendidikan ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Psikologi Pendidikan terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Psikologi Pendidikan » Makalah

eMakalah.com