Biaya Peluang dan Hilangnya Kesempatan pada Tenaga Kerja

Biaya Peluang dan Hilangnya Kesempatan pada Tenaga Kerja

A. Biaya Peluang dan Hilangnya Kesempatan pada Tenaga Kerja
1. Pengertian Biaya Peluang
Biaya peluang adalah ukuran hilangnya suatu kesempatan penghasilan atau penghematan biaya akibat dipilihnya suatu alternatif keputusan tertentu. Suatu alternatif merupakan keputusan seseorang dalam mengorbankan sesuatu untuk memperoleh suatu pilihan tertentu. Hilangnya peluang didasarkan pad apilihan-pilihan diantara beberapa alternatif.
Hilangnya peluang dari setiap orang tidak sama pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang tersebut. Hilangnya peluang mengandung pertimbangan subjektif. Misalnya, anda sekarang ini duduk di bangku SMA adalah suatu al-ternatif yang diputuskan oleh orang tua anda yang terbaik karena anda setelah lulus di SMP masih diberi kesempatan untuk melanjutkan ke SMA dan tidak disuruh bekerja.

2. Biaya Peluang pada Tenaga Kerja
Hilangnya kesempatan dapat terjadi pad atenaga kerja sebagai akibat dipilihnya suatu alternatif keputusan tertentu. Dengan demikian, kesempatan pada tenaga kerja akan ditentukan oleh nilai penggunaan alternatif yang terbaik dari suatu sumber daya. Misalnya, seorang petani yang menyewakan tanah atau ladangnya akan menerima sewa. Petani tersebut dapat bekerja untuk orang lain dan akan mendapat upah. Selanjutnya petanu tersebut memutuskan untuk tidak menyewakan tanah atau ladangnya karena akan dikerjakan sediri. Keputusan yang diambil petani tersebut merupakan pilihan dengan mengorbankan upah jika ia tidak bekerja pada orang lain.
Biaya peluang yang timbul sebagai akibat sesoerang memiliki pekerjaan tertentu dengan mengorbankan alternatif-alternatif lain ditentukan sebesar alternatif tertinggi yang dikorbankan. Misalnya, setelah lulus SMA anda ditawari untuk bekerja sebagai tenaga administrasi kantor dengan gaji Rp. 600.000,-, operator mesin di pabrik dengan gaji Rp. 550.000,-, mekanik di sebuah bengkel dengan gaji Rp. 500.000,-. Apabila anda memilih bekerja di kantor sebagai tenaga administrasi dengan gaji Rp. 600.000,- biaya peluang yang anda korbankan adalah jumlah tertinggi dari alternatif yang lain, yaitu sebesar Rp. 550.000,-.

A. Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi adalah perpaduan perangkat atau alat yang digunakan untuk menjawab secara tuntas masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa diproduksi.
Pemilihan sistem ekonomi yang diterapkan di suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain sebagai berikut:
1. Falsafah negara yang bersangkutan
2. Sosial dan budaya, cita-cita, keinginan, serta sikap penduduk
3. Sumber daya alam dan iklim
4. Pengalaman sebagian besar penduduk negara yang bersangkutan
5. Lingkungan politik dan hukum negara tersebut.
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi trandisional merupakan sistem ekonomi yang ditetapkan oleh masyarakat tradisional. Sesuai dengan keadaannya yang tradisional, corak perekonomian pun bersifat tradisional. Teknik produksi dipelajari secara turun-temurun. Pada umumnya, produksi lebih mengandalkan alam dan tenaga kerja dan tidak mengenal teknologi.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional, antara lain sebagai berikut:
a. Teknik produksi dipelajari secara turun-temurun dan bersifat sederhana
b. Hanya sedikit menggunakan modal
c. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
d. Tidak terdapat pembagian kerja, jika ada masih sangat sederhana
e. Tidak ada hubungan dengan dunia luar sehingga masyarakatnya statis
f. Tanah merupakan tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran.
Sistem ekonomi tradisional memiliki beberapa kebaikan, yaitu terjadi persaingan yang sehat serta tidak menimbulkan tekanan jiwa dalam masyarakat karena anggota masyarakat tidak dibebani oleh target-target tertentu yang harus dicapai. Sistem ekonomi tradisional ini juga mempunyai kelemahan, yaitu masyarakatnya sulit berkembang.

2. Sistem Ekonomi Komando
Dalam sistem ekonomi komando, atau sistem ekonomi terpusat, peranan pemerintah sangat dominan, sedangkan peran masyarakat atau pihak swasta sangat kecil. Negara yang menganut sistem ekonomi komando biasanya adalah negara sosialis atau komunis.
Ciri-ciri sistem ekonomi komando, antara lain sebagai berikut:
a. Semua alat dan sumber daya produksi dimiliki dan dikuasi oleh negara sehingga hak milik perorangan hampir tidak ada (tidak diakui)
b. Pekerjaan yang tersedi dan siapa yang akan bekerja ditentukan oleh pemerintah. Rakyat tidak memiliki kebebasan untuk memilih pekerjaan.
c. Kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah. Pemerintah membuat rencana pembangunan nasionalnya.
Sistem ekonomi komando memiliki beberapa kebaikan, antara lain sebagai berikut:
a. Perekonomian sepenuhnya ditangani oleh pemerintah, baik dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, maupun pengawasan.
b. Pemerintah menentukan jenis kegiatan produksi sesuai dengan perencanaan
c. Distribusi pendapatan relatif mudah dilakukan
d. Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh pemerintah
Sistem ekonomi komando juga memiliki beberapa keburukan, antara lain sebagai berikut:
a. Inisiatif individu untuk maju terhambat karena segala kegiatan diatur oleh pusat
b. Monopoli yang merugikan masyarakat sering terjadi
c. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memiliki sumber daya


3. Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalis/Liberal)
Jika pada sistem komando, perekonomian dikendalikan oleh pemerintah, pada sistem ekonomi pasar, seluruhnya diserahkan kepada mekanisme pasar. Sistem ekonomi pasar disebut juga sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi liberal. Dalam sistem ekonomi pasar, harga, pasar, dan laba sangat menentukan jawaban terhadap apa, bagaimana dan untuk siapa.
Prinsip yang mendasari sistem ini, yaitu kebebasan individu, kebebasan berusaha, kebebasan memilih, kebebasan berinisiatif, dan kebebasan memiliki.
Ciri-ciri sistem ekonomi pasar, antara lain sebagai berikut:
a. Semua sumber produksi menjadi milik masyarakat.
b. Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalan kegiatan ekonomi
c. Masyarakat terbagi atas dua golongan, yaitu golongan pemberi kerja atau pemilik sumber daya produksi dan golongan penerima kerja (buruh).
d. Timbul persaingan dalam masyarakat.
e. Setiap kegiatan ekonomi didasarkan ata pencarian keuntungan.
f. Kegiatan ekonomi selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
Sistem ekonomi pasar memiliki beberapa kebaikan, antara lain sebagai berikut:
a. Pendorong inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi.
b. Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi
c. Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya di serahkan kepada masyarakat
d. Masyarakat terdorong untuk menghasilkan barang-barang bermutu tinggi karena barang yang kurang bermutu tidak akan laku di pasar.
e. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari keuntungan.
Sistem ekonomi pasar juga memiliki beberapa keburukan, antara lain sebagai berikut:
a. Sulit melakukan pemerataan pendapat. Dengan persaingan yang bersifat bebas, pendapatan jatuh kepada pemilik modal atau majikan, sedangkan golongan pekerja hanya menerima sebagian kecil dari pendapatan.
b. Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja sehingga yang kaya makin kaya, sedangkan orang miskin cenderung tetap menjadi miskin.
c. Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat
d. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.

4. Sistem Ekonomi Campuran
Cina dan Kuba merupakan negara yang berpaham komunis dan sangat besar kemungkinannya menerapkan sistem ekonomi komando. Amerika Serikat dan Inggris merupakan negara yang menjadi kiblat dari ekonomi pasar. Negara-negara tersebut tidak menyatakan bahwa sistem ekonomi yang mereka pakai adalah sistem ekonomi komando atau sistem ekonomi pasar.
Kecenderungan yang berlaku saat ini adalah adanya sistem ekonomi campuran (mixed economy), yaitu mengambil sebagian unsur-unsur pasar, tradisional, dan komando. Hal ini didasari kesadaran saling ketergantungan antaranegara dan adanya pengaruh ekonomi global.
Sistem ekonomi campuran terdapat peranan pemerintah untuk mengendalikan pasar yang bertujuan agar ekonomi tidak lepas sama sekali dan menguntungkan para pemilik modal yang besar sehingga membentuk monopoli.
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Biaya Peluang dan Hilangnya Kesempatan pada Tenaga Kerja ini, dengan harapan semoga artikel Biaya Peluang dan Hilangnya Kesempatan pada Tenaga Kerja ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Biaya Peluang dan Hilangnya Kesempatan pada Tenaga Kerja terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Biaya Peluang dan Hilangnya Kesempatan pada Tenaga Kerja » Resume