Selamat Datang di emakalah.com

Semoga Anda dapat menemukan apa yang anda cari,

dan semoga emakalah.com dapat bermanfaat bagi Anda

Untuk keluar dari menu/halaman ini silahkan klik LIKE / SUKA

..

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Multipel Intelegensi

Gambaran kelas pada umumnya, sering kita mclihat bahwa ada anak belajar bila guru menjelaskan sampai sejelas-jelasnya, ada juga anak yang senang belajar jika diberi kesempatan untuk bertanya jawab, tetapi ada juga anak yang suka belajar bila ia diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu, dan seterusnya. Menurut Thomas Amstrong, kita tidak dapat member label mereka sebagai “pembelajar verbal” atau “pembelajar visual”, atau pembelajar kinestis” dan seterusnya karena tujuan dari suatu kegiatan adalah untuk memperluas dan mengembangkan intelegensi/kecerdasan anak didik. Ilustrasi tersebut memberikan gambaran kepada pendidik bahwa anak adidik kita sudah mencuipatak suasana belajar yang dapat mengoptimalkan semua intelegensi/kecerdasan yang ada pada setiap individu anak didik. Untuk itu, guru harus selalu mengupayakan suasana belajar yang menyenangkan..
Mahasiswa sekalian, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang mengembnngkan semua intelegensi/kecerdasan, di antaranya:
1. mengaktifkan seluruh indra anak didik;
2. melatih intelegensi/kecerdasan secara berimbamg;
3. melatih silang intelegensi yang berbeda.

A. BAGAIMANA CARA MENGAKTIFKAN SELURUH INDRA ANAK DIDIK

Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mengaktifkan seluruh indra anak didik, yaitu:
1. Melatih cara mendengar yang efektif
Telinga bagi manusia adalah instrumen yang luar biasa. Melalui telinga, otak menerima bunyi dan membuat duplikat bunyi tersebut dan mengulangseluruh bunyi tersebut seperti suatu simponi. Selain itu, pendengaran juga merupakan salah satu unsure pokok dalam pembentukan imaginasi dan kreativitas.

2. Melatih mata unluk membaca cepat dan efektif
Mata merupakan bukti keajaiban mekanisme biologis. Melalui mata otak fakta-fakta yang menakjubkan yang dapat memberikan rangsangan yang lebih kaya sehingga dapat melihat dengan jeli, analistis dan akurat. Mata sangat erat hubungannya dengan kemampuan membaca. Kecepatan membaca orang normal rata-rata 300 kata per menit, dengan kemampuan 40-70% dari seluruh isi bacaan. Bagi seseorang yang terampil, kecepatan membacanya dapat mencapai 600 kata per menit dengan kemampuan menguingat isi bacaan secara

3. Melatih keterampilan menulis atau membuat catatan yang cepat dan tepat
Mengenai keterampilan menulis dan membuat catatan yang cepat dan tepat ini, penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut :
a. Ada siswa yang tidak mencatat sama sekali. .
b. Ada siswa yang diberikan catatan lengkap yang dibuatkan oleh guru
c. Ada siswa yang membuat cotatan lengkap sendiri.
d. Ada SISwa yang diberikan catatan berupa rangkuman
e. Ada siswa yang membuat catatan berupa rangkuman sendiri.
f. Ada siswa yang diberikan catatan berupa kata-kata kunci dari guru.
g. Ada siswa yang membuat catatan berupa kata-kata kunci sendiri.

Siswa yang terakhir inilah yang paling bagus hasil belajarnya. Hal ini karena pikiran hanya dapat mengingat kata-kata bukan kalimat. Kata-kata kunci merupakan kata-kata inti yang menghubungkan satu pengertian dengan. pengertian berikutnya dalam suatu bacaan.

Begitu besarnya potensi yang dimiliki oleh indra manusia sehing-a harus dinlnfaatkan seoptinlal mungkin. Den;an melatih indra-indra anak didik dalam setiap kegiatan pembelajaran maka anak didik akan peka terhadap stimulus-stimulus yang clapat merangsan- seluruh indranya. Den-an kata. lain, dengan mengaktifkan seluruh indra diharapkan potensi kecerdasan dapat bekerja sama secara menyeluruh, untuk menangkap isi pelajaran mendekati proses alamiah dalam proses berpikir.
Dengan teknik-teknik pembelajaran yang tradisional kita sebagai guru pasti sulit melatih intelebensi secara berimbang. Yang dimaksud dengan "berimbang" bukanlah melatih semua intelegensi secara bersamaan karena hal ini akan membuat pekerjaan kita sia-sia. Tldak juga satu atau dua intelegensi saja tetapi mungkin 4 atau 6 intelegensi. Kini sudah waktunya kita menerapkan teknik-teknik pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar secara praktis. Dengan cara ini ilnak didik akan dapat mengalami dan menghayati apa yang dipelajari secara utuh.
Langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Mengidentifikasi intelegensi primer setiap anak didik
Untuk menjajaki intelegensi primer siswa dapat dilakukan dengan beberalri cara, di antaranya adalah deng-an observasi perilaku siswa baik di kelas atau di luar kelas, melakukan studi dokumentasi terhadap data-data siswa dan dapat jug a dengan cara memberikan tes atau angket kepada siswanya. Observasi dilakukan untuk melihat apa yang dilakukan siswa pada saat belajar den-an mengetahuinya dapat diketahui gaya belajar setiap siswa. Studi dokumentasi dapat dilakukan untuk mengetahui latar belakan; atau riwayat pribadi setiap siswa serta hasil karya siswa. Selanjutnya adalah dengan memberikan tes atau pertanyaan-pertanyaan secara tertulis. Pertanyaan-pertanyaan itu dibaca dan diisi sendiri oleh siswa kemudian guru mengolahnya. Dengan ketiga cara tersebut, guru dapat melihat intelegensi mana yang paling menonjol pada masing-masing siswn. Di bawah Inl disampaikan salah satu contoh pertanyaan yang dapat digunakan untuk menjajaki inteligensi siswa.

Petunjuk: Isilah dengan tnnda cek (√) di muka setiap pertanyaan!
Intelegensi Kecerdasan berbahasa/linguistic
a. Menulis lebih baik dari rata-rata kelas.
b. Mudah cerita dan membuat lelucon.
c. Mempunyai ingatan yang baik akan nama, tempat, dan hari.
d. Menyukai membaca buku.
e. Menulis dengan ejaan yang benar dan teliti.
f. Menyukai mendengarkan kata-kata yang diucapkan
g. Mempunyai kemampuun vocabulary yang baik
h. Berkomunikasi dengan yang lain dalam kata-kata yang teratur

Intelegensi/kecerdasan logis-matematis
a. Suka menanyakan tentang bagaimana sesuatu itu bekerja.
b. Menahitung secara cepat.
c. Menyukai matematika.
d. Menyukai permainan matematika dalam komputer.
e. Suka menata macam-macam hal secari teratur, kateborisasi, dan hierarkis.
f. Berpikir lebih abstrak dan konseptual dari rata-rata kelas.
g. Mempunyai kepekaan den-an sebab-akibat dalam suatu persoalan

Intelegensi/kecerelasan ruang/visual
a. Melaporkan secara jelas dengan gambaran visual.
b. Membaca denah, peta, dan diagram lebih mudah daripada membaca teks.
c. Menyukai kegiatan-kegiatan seni.
d. Menggambar lebih baik daripada rata-rata kelas.
e. Suka melihat film, slide, dan presentasi visual yang lain.
f. Bila membaca, lebih menyukai gambar daripada teks.

Intelegensi/kecerdasan kinestik tubuh
a. Menonjol dalam salah satu bidang olah raga.
b. Selalu ingin bergerak bila duduk terlalu lama di suatu tempat.
c. Mudah menirukan gerak dun gaya seseorana.
d. Mempunyai cara men-ekslresikan diri secara dramatik.
e. Menyukai bekerja dengan lumpur untuk membuat bangunan.

Intelegensi/kecerdasan musikal
a. Mengingat melodi musik dengan baik.
b. Mempunyai suara yang bagus.
c. Memainkan alat musik dan bernyanyi den.-an baik.
d. Mempunyai cara ritmik dalam bicara dan bergerak.
e. Peka terhadap suara-suara sekitar.
f. fntelegensi/kecerdasan interpersonal (sosial).
g. Menyukai sosialisnsi den-an ternan.
h. Kelihatan dapat menjadi pemimpin yang natural.
i. suk amemberi nasehat pada teman yang dalam kesulllan.
j. Termasuk dalam kelompok, komite, atau organisasi.
k. Menyukai mengajar orang lain secara informal.
l. Mcmpunyai dutt atau tiga teman dekat.
m. Mudah empati pada orang lain.

Intelegensi/kecerdasan intrapersonal
a. Mempunyai kemauan yang kuat can kepercayaon cfiri.
b. Mempunyai pandangan yang realistik tentang kemampuan dan kelemshannya.
c. Selalu mengetjakan pekerjaan den-an baik meskipun terlambat.
d. Dapat belajar dari kesuksesan dan kega,alannya.
e. Mempunyai .sclf esteem yang tingoi.
f. Mempunyai daya refleksi yang tinggi.
(Sumber: Thomas Amstrong, 1994, hal. 29-

Selain dengan tes, mengidentifikasi intelegensii juga dapat dilakukan dengan observasi. Observasi dapat dilakukan terhadap apa yang dilakukan anak didik di kelas dan kegiatan di luar kelas. Observasi di dalam kelas yaitu dengan melihat/mengamati apa yang dilakukan anak didik selama belajar, selama mengerjakan tugas, kesukaan terhadap mata pelajarm tertentu, cara mereka bertanya, dan menjawab pertanyaan. Observasi kegiatan anak di sekolah dapat dilakukan dengan cara mengamati mereka di sela-sela waktu istirahat. Apakah siswa berolahraga, atau bernyanyi, atau berdiskusi, dan lain-lain? Dari pengamatan ini dapat terlihat, intelegensi-intelegnsi mana yang menonjol dari anak didik tersebut.

2. Menyusun rencana pembelajaran/satuan pelajaran/silabus yang dapat mengembangkan beberapa intelegensi, seperti:
a. mengorganisasikan isi atau nlateri pelajaran sedemikian rupa sehingga menjadi menarik dna dapat merangsang indra semaksimal mungkin.
b. memilih stratebi pembelajaran yang dapat mengembangkan seluruh potensi intelegensi. Pemilihan strategi pembelajaran tersebut merupakan suatu upaya untuk mengoptimalkan multipel intelegensi yang dimiliki setiap siswa untuk mencapai kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu kurikulum. pada pelaksanaannya pemilihan strategi pembelajaran seoptimal mungkin, dan berupaya mempertahankan intelensi lainnya pada standar minimal yang dituntut oleh sekolah.
c. merancang dan membuat tugas atau penilaian yang dapat menggali seluruh potensi intelegensi. penilaian tidak lagi terpaku pada ranah yang dikcmukakan oleh Bloom yaitu ranah kognitif, psikomotor dan afektif saja, tetapi penilaian harus dapat mengkur potensi intelegensi siswa tidak hanya pengukuran berupa tes dengan kertas dan pensil, tetapi mulai memikirkan bagaimana mengukur hasil belajur yang tercakup dalam berbabai intelegensi pada setiap individu siswa.

3. Melaksanakan pembelajaran yang dapat mengembangkan seluruh intelegensi anak didik

Kegiatan yang dilakukan guru melalui cara ini, di antaranya adalah:
a. menerapkan rencana pelajaran yang telah dirancang untuk mengembangkan beberapa intelegensi, atau
b. menerapkan keterampilan dasar mengajar yang dapat menambahkan berbagai intelegensi anak didik.

Confoh program pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai intelegensi anak didik dibahas pada Kegiatan Belajar 3 modul ini.
Setiap individu siswa memiliki derajat intelegensi/kecerdasan yang bervariasi. Tugas guru adalah menDombinasikan dan menuldukan intelegensi tersebut sebanyak lnungkin serta membuat mereka senana belajar sehingga mereka mampu menggunakan intelebensi mereka dengan baik. Dan akhirnya mereka menemukan bahwa belajar itu mudah dan menyenangkan. Anak didik seperti inilah yang disebut anak yang cerdas karena seluruh intelegensi/kecerdasannya berkembang secara berimbang

C. BAGAIMANA NIELATIH SILANG INTEL EGENSI/KECERDASAN YANG BERBEDA?
Yang dimaksud dengan "silang" di sini adalah setiap intelegensi anak didik tidak dikembangkan secara bersamaan, tetapi dikelnbangkan satu per satu secara terpisah. Tujuannya adalah agar anak didik dapat mengasah setiap bagian intelegensinya selama waktu tertentu. Ini dapat dilakukan secara individu dan kelompok atau dapat juga di dalam 2ltall CII luar jam pelajaran. Melatih silang intelegensi dapat dilakukan dengan membangun stasiun-stasiun intelegensi untuk setiap jenis intelegensi yang berbeda. Yang dimaksud dengan "stasiun" di sini bukanlah stasiun pemancar, tetapi semacani display dengan memanfaatkan sudut-sudut/ruang-ruang yang mudah terlihat oleh anak didik dari segala arah.
Selanjutnya perhatikan contoh pelajaran menggunakan 7 stasiun atau pemusatan. Contoh ini diterapkan di sebuah SD. Nvma-nanut pusat ini diberikan oleh siswa sesuai dengan tujuan untuk mempelajari ahli-ahli intelegensi.
Pelajaran Utama "Komet"
Guru memberikan pengajaran singkat dengan goambar-c-ambar dan diagram-diagram yang menggambarkan komet dalam bentuk ukuran, susuman dan orbit mereka. Termasuk sebuah kegiatan kinestetik, di mana beberapa siswa menggambarkan matahari dan perkiraan lain tentang perbedaan bagian-bagian dari komet dan "perjalanan" melalui lintasan yang menQelilingi matahari.
Pusat
Pusat Marta Graham: siswa membuat komet mereka sendiri dengan tongkat-tongkat, manisan (marsmallowa), dan pita-pita untuk ekor komet. Kemudian sebagai komet mereka berjalan melalui sebuah lintasan yang elipsis, melalui ekor mereka dari matahari
Pusat Diego Rivera
Menggunakan lem dan giliter, siswa membuat komet di kertas berwarna, menempelkan semua bagian secara benar.
Pusat Williem shakespeale
Siswa membaca tentang komet dari buku-buku pengetahuan, buku perustakaan tentann astronomi atau ensiklopedia dan menjawab pertanyaan tentang bacaan mereka.
Pusat Kitaro
Menggunakan melodi untuk "Twinkel little star" ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan menyusun lagu tentang komet yang pasti dengan beberapa bukti-bukti.
Pusat Emily Dickinson
Secara individu siswa menulis tentang bagaimana mereka dimiripkan atau dibedakan dari komet.
Pusat Albert Einstein
Menggunakan kertas grafik dan penggaris, siswa menggambarkan sebuah rangkaian komet untuk membedakan skala: dengan ekor panjang 10 x ke ala, se an'an l 50 x se an'ang 100 x dan se an'ang 500 x kepala
Pusat Bunda Teresa
Di kelompok masing-masing, siswa membuat suatu permainan tentang dunia luar angkasa dengan memasukkan kartu-kartu yang visual dan nyata. Pertanyaan dipresentasikan bagi "peserta" dan kemudian harus menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi dari tingkat keterampilan berfikirnya


Derlgan bentuk kegiatan keseharian siswa yang beragam tersebut maka bentuk latihanlah yang dibutuhkan, bukan mengulang soal-soal yang monoton. Kegiatan yang berbentuk pemusatan tersebut memun;kinkan anak untuk membuat informasi presentasi multimodal dari sekadar haI'apan bagi siswa.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun "stasiun/pusat" intelegensi adalah sebagai berikut.
1. Pilih materi/isi pelajaran yang khusus berdasarkan tingkat kesulitannya.
2. Identifikasi semua kemampuan yang ada dalam setiap intelegensi.
3. Klasifikasikan isi/bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan-kemampuan yang ada di setiap intelegensi, sampai menghasilkan satu¬satu stasiun intelegensi.
4. Tempatkanlah setiap stasiun intelegensi ini di tempat-tempat yang sering dikunjungi anak didik atau yang mudah terlihat dari berbagai arah.

Dengan melatih silang intelegensi anak yang berbeda ini berarti guru memberi kesempatan kepada anak didik untuk melatih setiap bagian intelegensinya sesuai dengan kebutuhannya.

LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas kerjakan latihan berikut!

1. Menurut Anda aapakah intelegensi dapat ditingkatkan? Jelaskan alas an Anda!
2. Jelaskan cara meningkatkan intelegensi dengan cara melatih intelegensi dengan cara berimbang!
3. Jelaskan cara meningkatkan intelegensi dengan cara melatih indra!
4. Intelegensi hanya dapat ditingkatkan dalam kegiatan pembelajaran saja. Setujukah Anda dengan pernyataan tersebut? Jelaskan alas an Anda!

Petunjuk Jawaban Latihan
1) Tentu mudah menjawabnya bukan?
2) Coba Anda baca kembali uraian tentang “melatih intelegensi secara berimbang”!
3) Coba Anda baca kembali uraian tentang “mengaktifkan seluruh indra”!
4) Coba and abaca kembali “cara melatih silang intelegensi yang berbeda”!

RANGKUMAN
1. Intelegensi adalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan intelensi dapat ditingkatkan dengan cara belajar yang mengembangkan kemampuannya secara penuh.
2. Cara baru dalam melihat inteleuensi adalah den-an menuidentifikasi pendekatan yang dilakukan dalam mempelajari isi/materi/subjek pelajaran.
3. Faktor-faktor yang mempen~aruhi perkembangan intele;ensi adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal, yaitu faktor individu siswa itu sendiri terutama pancaindra. Faktor eksternal, yaitu program-program pembelajaran yang di.rancang oleh guru.
4. Jika suatu intelegensi ditingkatkan maka intelegensi lain yang terkait akan ikut meningkat.
5. Jika orang mampu menggunakan intelegensinya yang paling kuat. maka mereka akan menemukan buhwa belajar itu mudah dan menyenangkan. Orang seperti inilah yang dikatakan cerdas
6. Prinsip kerja otak sama detigan prinsip kerja otot. Semakin banyak dilatih, semakin berkembang, semakin sedikit dilatih, semakin lemah kemampuannya.

TES FORMATIF
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Manakah dari pernyataan di bawah ini yang paling tepat?
A. Kecerdasan sama dengan inteligensi.
B. Kecerdasan seseorang mutlak adanya.
C. Kecerdasan adalah sesuatu yang harus dikembangkan.
D. Kecerdasan adalah satu anugerah.

2) Tujuan utama kegiatan pembelajaran adalah ....
A. memperluas kemampuan yang dimiliki anak didik
B. mengembangkan satu potensi utama yang dimiliki anak didik
C. mengarahkan anak didik pada satu kemampuan yang dinikmati
D. mengikuti perkembangan potensi anak didik


3) Tujuan membangun stasiun-stasiun intelegensi di sekitar area sekolah adalah ....
A. melatih silang kecerdasan anak didik
B. mendorong siswa untuk mengembangkan seluruh intelegensi
C. melatih intelegensi sebanyak-banyaknya
D. mengembangkan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan setiap individu

4) Penemu dari teori multipel intelegensi adalah ....
A. Robert Ornstein
B. Howard Gardner
C. Thomas Amstrong
D. Albert Einstein

Petunjuk
Pilihlah A jika (1) dan (2) benar Pilihlah B jika (1) dan (3) benar Pilihlah C jika (2) dan (3) benar Pilihlah D jika (1), (2), dan (3) benar

5) Intelegensi dapat ditingkatkan dengan cara
(1) pendidikan formal
(2) menata lingkungan belajar
(3) melatih kepekaan indra

6) Stasiun/pusat intelegensi memuat ....
(1) semua materi pelajaran yang diajarkan di sekolah
(2) materi pelajaran yang dirancang sesuai dengan karakteristik setiap jenis kecerdasan
(3) delapan jenis kecerdasan yang harus dikembangkan

7) Dalam rangka meningkatkan kecerdasan --anda siswa maka ....
(1) materi pelajaran dirancang untuk dapat merangsang seluruh indra siswa
(2) strategi pembelajaran dikembangkan mengacu kepada kecerdasan siswa
(3) kegiatan pembelajaran dilaksanakan mengacu pada gaya belajar siswa

8) Perbedaan antara pembelajaran tradisional dengan pembelajaran yang mengacu pada kecerdasan adalah ....
(1) pada pembelajaran yang tradisional guru lebih banyak menghabiskan waktu untuk tug as tertulis
(2) pada pembelajaran yang mengacu pada intelegensi, individu terlibat secara total dalam belajar
(3) pada pembelajaran yang tradisional maupun yang mengacu pilda kecerdasan sama-sama bertujuan untuk meninckatkan intelegensi

9) Pengembangan intelegensi sangat dipengaruhi oleh faktor internal siswa, antara lain....
(1) mata
(2) telinga
(3) tangan

10) Faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan intelegensi siswa adalah sebagai berikut, kecuali ....
(1) kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran
(2) kualitas kegiatan pembelajaran yang berbasis multipel intelegensi
(3) kemampuan guru melatih beberapa intelegensi secara silang


Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.



80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang


Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 3. Bagus! Jika masih di bawah 80°Io, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
Terima kasih atas waktunya untuk membaca Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Multipel Intelegensi ini, dengan harapan semoga artikel Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Multipel Intelegensi ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Multipel Intelegensi terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Multipel Intelegensi »