FISIKA | BESARAN DAN SATUAN

BAB I

BESARAN DAN SATUAN
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, memilki nilai dan satuan. Contoh besaran: panjang, massa, waktu dan volume.
Satuan adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai pembanding pada pengukuran besaran.
Satuan terdiri dari dua satuan yaitu: satuan baku dan satuan tak baku. Satuan Baku adalah satuan yang jika dipakai dalam pengukuran hasilnya selalu sama meskipun pemakaiannya berbeda.
Satuan Tak Baku adalah satuan yang jika dipakai dalam pengukuran hasilnya berbeda untuk setiap orang yang melakukannya.
Tabel
Nama Besaran Satuan Baku Satuan Tak Baku
Panjang Cm, m, km Kaki, jengkal
Massa Gr, Kg, ton Kaleng, keranjang
Volume Cm3, liter, m3 Botol, ember
Luas Cm2, m2, hektar Patok, bahu
Satuan baku ini menurut system S1 memilki syrat sebagai berikut:
Bersifat Internasional.
Bersifat tetap
Mudah ditiru.

Besaran Pokok dan Satuan dalam SI
No. Besaran Pokok Satuan Lambang
1 Panjang Meter M
2 Massa Kologram Kg
3 Waktu Sekon K
5 Kuat Arus Amper A
6 Intensitas Cahaya Candela Cd
7 Jumlah Zat Mole Mol

Besaran pokok yang sering dipakai dalam bidang mekanik adalah system MKS, yaitu:
Panjang satuan meter (m)
Massa satuan Kilogram (Kg)
Waktu satuan sekon (s)

Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok.

BAB II

ALAT UKUR
Beberapa alat ukur itu diantaranya:
Alat ukur panjang (Mistar, jangka sorong)
Alat ukur massa benda (Neraca)
Alat ukur Waktu (Sropwacth)
Alat ukur Volume (Gelas ukur)
Alat ukur Kuat arus (Amperemeter)
Alat ukur Suhu (Thermometer)
Alat ukur gaya/berat (Dinamometer)
Jangka Sorong
Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang memilki ketelitian 0,1 mm. Jangka sorong memiliki dua bagian penting yaitu rahang tetap dan rahang sorong (bergerak)

BAB III

MASSA JENIS
Massa jenis adalah massa benda dibagi volume.
Km  Kg
Hm  Hg
dam  Dag
m  Gram
dm  Dsg
cm  Cg
mm  mg
Rumus:
p= m/v
Ket : P = Massa Jenis (Kg/m3)
m = Massa benda (kg)
V = Volume (m

Contoh 1: Massa jenis batu hasil pengukuran secara tidak langsung adalah....
Diketahui m.batu = 25 g
V.cairan = 30 cm
V.batu+cairan = 40 cm3
V.batu =
=
= V.cairan + batu – V.cairan
40 cm3 – 30 cm3
10 cm3
P = p= m/v
= 259/10 =2,5 gr/cm3

Jadi massa jenis batu tersebut adalah 2,5 gr/cm3.
Contoh II: Sebuah bejana kuning massa 42 g. Apabila massa jenis kuningan 8,40 g/mc3. Maka volume bejana tersebut ?
Diket : m = 42 g
p = 8,40 g/cm3
Dit : V
Rumus


=



V= m/p
42/8,40
〖5m〗^3
Jadi, Volume tersebut adalah 5 cm 3.

BAB IV

SUHU
Suhu adalah derajat panas suatu benda. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer.
Keuntungan menggunakan raksa:
Mudah diamati karena mengkilap
Volum raksa berubah.
Tidak membasahi dinding kaca
Jangkauan suhu-40C-350C
Mudah menyesuaikan suhu.
Keuntungan Alkohol:
Alkohol lebih mudah.
Lebih teliti karena kenaikan suhu kecil, alkohol mengalami perubahan volum yang lebih besar.
Dapat mengukur suhu rendah (112C-78C).
Kekurangan Alkohol:
Tidak dapat mengukur suhu tinggi dan memnasahi dinding kaca.
Untuk menentukan skala termometer:
Menentukan titik tetap bawah suhu es melebur
Mennetukan titik tetap atas  suhu air mendidih
Termometer terdiri dari:
Termometer Celcius 3.Termometer Fahrenheit
Termometer Reamur 4.Termometer Kelvin

Termometer Titik Tetap Jumlah Skala
Bawah Atas
Celcius 0C 100C 100
Reamur 0C 80 80
Fahrenheit 32 212F 180
Kelvin 273 k 273 K 100

Reamur Celcius Fahrenheit Kelvin
4 : 5 : 9 : 5
Contoh:
370 K = ........ C
T K = (t-273) C
370 K = (370-273) C
= 97 C

Pemuaian
Pemuaian di bagi menjadi 3 bagian yaitu:
Pemuaian zat padat.
Pemuaian zat cair
Pemuaian zat gas

Pemuaian zat padat
Pemuaian Panjang
Muai panjang berbagai zat padat dapat di selidiki dengan alat musschenbrock
Koefisien maui panjang zat padat: bilangan yanh menyatakan pertambahan tiap satuan panjang jika suhu naik 100C.
Rumus:
a = (L_t-L_o)/(L_o " " t)
L_t = L_o+ L_o a t
Lt = Lo (1+ αt)
Ket:
Lt : Panjang batang setelah dipanasi
Lo : Panjang batang mula-mula
α : Koefisien muai panjang
t : Kenaikan suhu
Contoh : sebatang kuningan panjang 50 cm, suhu 20C. Berapa panjang batang jika di panaskan sampai 100C ?
αkuningan = 0,000019 /C
Jwb : L100 = L 20 [1+a(100-20)]
= 50 [1 + 0,000019 x 80]
= 50 x 1,00152
= 50,076 cm
Muai Luas
Jika benda padat yang dipanasi memiliki luas maka akan mengalami muai luas. Besar koefisien muai luas (β=2α)
Rumus: At = Ao + Ao 2 ± t
Muai Volume
Jika benda padat yang dipanaskan berbentuk balok, kubus, bola. Maka mengalami muai volume besar koefisien muai volume (Y =3a)
Rumus: Vt = Vo + Vo 3at
Pemuaian Zat Cair
Zat cair yang berbeda memiliki muai volume yang berbeda. Besar muai volume zat cair di pengaruhi koefisien muai zat cair.
Pengaruh koefisien muai zat cair
Anomaly air: air mempunyai sifat dari 00-40C tidak memuai sehingga Vair suhu 400C terkecil dan massa jenis terbesar. Sifat air pada suhu 0-40C disebut Anomaly Air
Pemuaian Gas
Gas akan memuai jika dipanaskan, nilai koefisien muai untuk semua jenis gas 1/273 / k atau 0,00363/k. Koefisien muai gas: bilangan yang menunjukkan berapa tambahan volume. Tiap satuan volume gas jika suhu naik dari 00-10C pada tekanan tetap.
Rumus:
Vt = Vo (1+βρ.t)
Vt = Vo [1+t/273] Karena βρ=1/273
BAB V

KALOR
Kalor adalah salah satu bentuk energy yang berhubungan dengan panas. Maka biasanya disebut energy panas.
Satu kalori = benyaknya kalor untuk memaskan 1 gram sehingga sehunya naik 1C. 1 K Kal = 100 Kal
Rumus: Q=mxcxt
Ket : Q = Kalor yang dibutuhkan
m = Massa (gr)
C = Kalor Jenis (Kal/grC)
t = Kenaikan suhu (C)
Kapasitas Kalor (H)
Kapasaitas Kalor: banyaknya kalor yang diperlukan oleh suatu benda untuk menaikkan suhu 1C.
Rumus: H=Q/t / Q=c.t
Ket : Q = Kalor yang diperlukan (j)
t = Kenaikan suhu (C atau K)
H = Kapasitas kalor (j/k)
Kalor jenis adalah bilangan yang menunjukkan berapa kalor yang diperlukan tiap 1 gram zat untuk menaikan suhu 1C.
Kalori jenis berbagai zat
Contoh:
Panci alumunium massa 0,5 kg, suhu 15C diberi kalor 22500 j. Barepa suhu panic tersebut ?
(c al= 900 J /Kg C)
Jawab:
Diket : m = 0,5 kg
T1 = 15C
Q = 22.500 J
C = 900 J/kgC
Dit : t2=…?
Jawab : Q = m.c.t
t = Q/(M.C)



T2 =


= (22500 j)/(0,5 kg .〖900〗^j/〖kg〗^0 C)
50 C
T1+t = 15 + 50
65C

Azas Black
Menurut Joseft Black yang dikenal dengan azas black sebagai serikut: banyaknya kalor yang dilepas (benda yang suhunya tinggi) sama besar dengan kalor yang diterima (benda yang suhunya rendah)
Kalor dapat mengubah wujud zat. Perubahan wujud zat dapat di gambarkan:

Ket:
Mencair : Perubahan wujud dari padat ke cair
Membeku : Perubahan wujud dari zat cair ke padat
Mennguap : Perubahan wujud dari cair ke gas.
Mengembun : Perubahan wujud dari gas ke cair
Menyumblik : Perubahan wujud dari padat ke gas
Rumus: Mencair dan mengembun
Q= m.
Rumus: Menguap dan mengembun
Q=m. 
Contoh:
Untuk meleburkan sekilo es 0C sehingga seluruhnya berubah menjadi air suhu 0C. Banyaknya kalor yang di perlukan (Les= 230.000J/kg)
Jawab : m = 5 kg
 = 330.000J/kg
Q = m.L
5x330.000
1,65 x 103 J = 65 J

Contoh:
Berapa kalor yang diperlukan 2 kg air untuk menguap pada titik uapnya ? (U=2260J/Kg)
Jawab : Mar = 2 Kg
 = 2260 J/Kg
Q = M.
2x2260
4520 KJ
Perpindahan Kalor:
Perpindahan kalor dibagi menjadi tiga:
Konduksi adalah
Perpindahan kalor melalui zat tanpa disertai perpindahan pertikel zat
Konveksi adalah
Perpindahan kalor melalui zat perantara dengan disertai pertikel zat
Radiasi adalah
Perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara.
BAB VI

TEKANAN
Tekanan pada Zat Padat
Tekanan pada zat padat terjadi jika ada gaya kerja dan luas bidang kerja. Besarnya tekanan pada zat padat.
Sebanding dengan gaya kerjanya
Sebanding terbalik dengan luas bidang karja.
Persamaan: Ρ = F/A
Ket:
F = Gaya kerja (N)
A = Luas bidang tekan (m2)
ρ = Tekanan (N/M^2 )
Tekanan pada Zat Cair
Tekanan Hidrostatis
Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang dilakukan oleh zat cair yang diam.
Tekanan hidrostatis di pengaruhi oleh:
Kedalaman titik dalam zat cair.
Berat jenis zat cair
Persamaan: ρh = S.h
Ket:
ρh = Takanan hidrostatis
S = Berat zat cair
h = Kedalaman zat cair
Hukum Bejana berhubungan tersebut tidak berlaku jika bejananya:
Di isi zat cair yang tidak sejenis
Di isi zat cair yang mengalir
Salah satu pipanya , pipa kapiler
Di goyang-goyangkan.
Bejana berhubungan jika di isi zat cair yang berbeda, ketinggian zat cair di kedua kakinya tidak sama.
Hukum Pascall
“Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan kesegala arah dan sama besa”r. “Rumus: p1=p2
F_1/A_1 =F_2/A_2
Hukum Archimides
“Jika sebuah benda dicelupkan sebagian atau seluruhnya dalam zat cair, benda akan mendapat gaya ke atas sebesar berat zat cair yang di pindahkan.
Persamaan:
Fa=Wu-Wz
Fa=S.V
Fa=ρ.g.v
Ket:
Fa = Gaya keatas oleh cairan
Wu = Berat benda di udara
Wz = Berat benda diair
S = Berat benda zat cair
V = Volum zat cair
P2 = Massa zat cair
G = Percepatan gravitasi
Tekanan gas dalam ruang tertutup
Hukum Boyle: “Hasil kali tekanan dan volume gas dalam ruang tertutup tetap jika suhunya tetap”.
Hukum boyle berlaku jika:
Suhu gas tetap
Tidak terjadi reaksi kimia.
Massa gasnya tetap
Monometer adalah alat untuk mengukur tekanan gas dalam ruang tertutup.
Tertutup: Benda beratnya 200 N diletakkan di atas lantai yang luasnya 0,5 m2. Tekanan yang di alami lantai sebesar ?
Diket : F = 200 N
A = 0,5 m2
Dit : ρ =

=
= F/A
200/0,5
100


BAB VII

ENERGI
Macam-macam energi:
Energi listrik
Energi kalor
Energi kimia
Energi cahaya
Energi bunyi
Energi pegas
Energi potensial
Energi nuklir
Satuan energi dalam SI dinyatakan dengan joule (J).
Mengenal dua jenis sumber energi:
Sumber energi yang bisa diperbarui.
Contoh: air, angin, cahaya matahari
Sumber energi yang tidak dapat diperparui
Contoh: minyak, batubara, gas alam
Sumber energi utama di alam adalah gabungan dari energi potensial dan energi kinetik benda.
Rumus: Em=Ep+Ek
Ket:
Em = Energi mekanik
Ep = Energi potensial
Ek = Energi Konetik (Juole)


Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena kedudukannya, setiap benda yang berada di atas permukaan tanah memilkik energi potensial.
Rumus: Ep=m.g.h
Ket:
Ep = Energy potensial (joule)
m = Massa benda (kg)
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
h = Ketinggian (m)

Energi Kinetik
energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak. Benda yang dia energi kinetiknya nol (0).
Rumus : Ek= 1/2.m.v^2
Ket :
Ek = Energi kinetik (joule)
m = Massa benda (kg)
v = Kecepatan (m/s)
Hukum kekekalan energi mekanik menyatakan bahwa “Besarnya energi mekanik pada sebuah benda adalah tetap”.

Hukum Kekekalan Energi
“Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi hanya dapat berubah bentuk menjadi energi bentuk lain”.
Contoh soal untuk energi kinetik
Sebuah bola yang massanya ½ kg di lempar dengan kecepatan 6 m/d berapakah besar energi kinetik dari bola tersebut.
Diket : m = ½
v = 6 m/d
Dit : Ek ?
Ek =


=

=
=

1/2 m.v^2
1/2.1/2.6^2
1/4.36
9 joule
Contoh soal untuk energi potensial
Sebuah durian tergantung di pohon pada ketinggian 12 m dari permukaan tanah, jika massa durian ½ Kg dan kecepatan gravitasinya 10 m/dt2. Berapakah besar energi durian tersebut.
Diket : h = 12 m
m = ½ kg
g = 10 m/dt2
Dit : Ep ?
Ek =

=

= m.g.h
1/2.10.12
60 joule



BAB VIII
DAYA LISTRIK
Daya : kemampuan
Power → Lambang daya = P
P= w/t → w = P.t
Ket :
P = Daya (w)
w = Energi (J)
t = Waktu (sekon)
Diketahui daya listrik sebesar 60 watt, Selama 2 menit berapa energi yang diperlukan.
Diket : P = 60 w
t = 2 menit = 120 detik
Dit : w ?
w =
=
= P.t
60.120
7200 J


BAB IX
MUATAN LISTRIK
Sifat muatan listrik
Jika 2 buah muatan listrik yang sejenis apabila didekatkan terjadi gaya tolak-menolak.
Jika 2 buah muatan listrik yang tidak sejenis maka akan terjadi tarik-menarik.
Besaran ini hukumnya adalah : coulumb
Bunyi : besarnya gaya tarik-menarik dan menolak adalah berbanding lurus dengan bermuatan tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak muatan itu.
Rumus : F=k.Q_(1-Q_2 )/r^2
Ket :
F = Gaya tarik-menarik dan tolak-menolak (N)
k = konstanta
Q1 = Muatan 1 (c)
Q2 = Muatan 2 (c)
r = Jarak kedua muatan (m2)
Contoh
2 buah muatan listrik masing-masing positif 40 C dan + 250 C. Jika keduanya jarak 5 m. Hitunglah gaya tolak-menolak.
Diket : Q1 = + 40 C
Q2 = + 250 C
r = 5
Dit : F
F =

=

=

= (Q_(1.) Q_2)/r^2
40.250/5^2
10.000/25
400 N
Bahan/benda-benda yang mengatarkan listrik dibagi 3 kelompok.
Konduktor adalah benda-benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik. Contoh : besi, seng
Isolator adalah benda-benda yang tidak dapat menghantarkan lsitrik. Contoh : kayu, karet, kulit dan plastik.
Semi konduktor adalah benda-benda yang dapat menghantar listrik sangat lemah. Contoh : silikon, karbon, germanium.


BAB X
BUNYI
Pengertian bunyi
Bunyi ditimbulkan oleh benda yang bergetar. Bunyi merambat sebagai gelombang longitudinal. Perambatan bunyi memerlukan medium, sehingga bunyi termasuk gelombang mekanik.
Syarat terdengar bunyi :
Ada sumber bunyi (benda yang bergetar)
Ada zat perantara (medium)
Ada penerima yang berada pada jangkauan sumber bunyi
Intensitas cahaya pada batas pendengaran

Bunyi menurut frekuensinya dibedakan :
Infrasonik : bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz. Contoh : anjing
Audiosonik : bunyi yang frekuensinya antara 20-20.000 Hz. Bunyi ini dapat didengar manusia.
Ultrasonik : bunyi yang frekuensinya > 20.000 Hz. Contoh : kelelawar

Manfaat bunyi ultrasonik :
Melihat bagian dalam tubuh (USG)
Memunahkan bakteri
Meratakan campuran homogen

Karakteristik bnyi :
Cepat rambat bunyi : hasil bagi jarak sumber bunyi pendengar dengan selang waktu yang diperlukan.
Rumus : v= s/t


Ket :
v = Kecepatan
s = Jarak
t = Waktu
Cepat rambat bunyi dipengaruhi :
Jenis zat perantara (medium)
Suhu zat perantara
Contoh
Sumber bunyi yang terletak 1600 m, merambat diudara selama 5 sekon, cepat rambat gelombang bunyi adalah . . . .
Diket : s = 1600 m
t = 5 s
Dit : v = .....?
Jawab : v =

=


= s/t
1600/5
320 m/s

Nada bunyi
Berdasarkan frekuensi bunyi ada yang teratur dan tidak teratur.
Desah : bunyi yang frekuensinya tidak teratur.
contoh : suara angin, gemericik air, benda jatuh.
Nada : bunyi yang frekuensinya teratur.
contoh : bunyi alat musik.
Gelombang tranversal : gelombang yang arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarannya.
Gelomang longitudinal : gelombang yang arah rambatannya berimpitan dengan arah getar.
Resonansi : panjang kolol udara pada pipa resonansi.
Rumus :
α.v = .N
Ket :
v = Kecepatan (m/det)
d = Panjang gelombang (m)
F = Frekuensi bunyi (Hertz)
Contoh :
Sebuah garputala dengan frekuensi 400 Hz, digetarkan diatas tabubg resonansi. Pertama terjadi pada panjang kolom udara 16 cm.
Berapa panjang gelombang
Dimana terjadi resonansi ke-2
Pemecahan
Diket : F = 400 Hz
1 = 16 m
Dit :  = .....?
2 = .....?
Jawab : 1
16
 =
=
=
= ¼.
¼.
64 cm
0,64
2 =

=

= 3/4. 
3/4.64
48 cm
Macam bunyi pantul :
Gaung/kerdam : bunyi pantul terdengar sebagian bersama bunyi asli sehingga bunyi asli menjadi tidak jelas.
Contoh : Bunyi asli : Mer-de-ka
Bunyi pantul : Mer-de-ka
Terdengar : Mer-de-ka-Mer-de-ka
Gema : bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli selesai.


BAB XI
MAGNET
Jenis kutub magnet
Sifat kutub magnet adalah :
Kutub sejenis akan tolak-menolak
Kutub tidak sejenis akan tarik-menarik
Kutub utara magnet pada kompas akan selalu menunjuk kearah utara
Kutub selatan magnet pada kompas akan selalu menunjuk kearah selatan
Magnet menarik benda dari bahan tertentu.
Berdasarkan kuat lemahnya gaya tarik magent pada suatu benda dikenal 3 jenis benda :
Ferromagnetik adalah benda yang ditarik dengan kuat oleh magnet.
Paramagnetik adalah benda yang ditarik dengan lemah oleh magnet.
Diamagnetik adalah benda yang tidak ditarik oleh magnet.
Cara membuat magnet :
Menggosok dengan arah yang sama
Mengaliri arus listrik
Induksi
Cara menghilangkan sifat magnet :
Dipanaskan sampai berpijar
dipukul-pukul
dijatuh-jatuhkan

BAB XII
GERAK LURUS
Pengertian gerak
Kecepatan dan Percepatan
Kelajuan adalah perbandingan jarak yang ditempuh dengan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tersebut.
Kecepatan adalah perbandingan antara perpindahan suatu benda dengan waktu yang dibutuhkan.

Gerak lurus
Berdasar lintasannya gerak suatu benda dapat berupa gerak lurus, gerak parabola dan gerak melingkar.
Gerak lurus adalah gerak yang memiliki lintasan berupa garis lurus.
Gerak lurus dengan kecepatan selalu tetap disebut gerak lurus beraturan (GLB). Dirumuskan v = s/t
Gerak lurus dengan percepatan selalu tetap disebut gerak lurus berubah beraturan. Pada GLBB kecepatannya berubah secara beraturan.
GLBB dipercepat
Vt = Vo + ½ αt2, dimana Vt = Kecepatan setelah t
Vo = Kecepatan awal
α = Percepatan
t = Waktu
GLBB diperlambat
Vt = Vo – ½ αt2
Gerak vertikal keatas
h = Vo – ½ gt2
Gerak jatuh bebas
h = Vo + ½ gt2

BAB XIII
CERMIN DAN LENSA
Cermin datar dan cermin cembung menghasilkan bayangan maya, sifat bayangan benda yag dihasilkan maya, tegak, sama dengan bendanya dan jarak benda ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin. Cermin cekung dapat menghasilkan bayangan nyata atau maya bergantung letak bendanya. Bila benda diruang I sebuah cermin cekung maka sifat bayangannya adalah : maya, tegak, diperbesar. Bila berada diruang II maka sifat bayangannya adalah : nyata, terbalik, diperbesar. Bila benda terletak di ruang III, maka sifat bayangannya adalah : nyata, terbalik, diperkecil. Bila benda tepat dititik fokus, maka bayangannya di tak hingga. Bila benda tepat dipusat kelengkungan cermin, maka sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, sama besar. Pada cermin datar untuk menghitung jumlah bayangan benda didepan dua buah cermin datar yang membentuk sudut tertentu adalah :
n= 360/a - 1
n = jumlah bayangan
α = sudut yang dibentuk oleh dua cermin datar
Cermin datar digunakan untuk bercermin. Cermin cekung digunakan untuk menciptakan berkas cahaya lampu senter dan memperbesar bayangan.
Lensa cembung mengumpulkan cahaya. Lensa cekung menyebarkan cahaya.
Persamaan yang berlaku pada cermin dan lensa
1/S_1 + 1/S_0 = 1/F
M= |S_1/S_0 |= |h_1/h_0 | R=2 F
So = Jarak benda (cm)
S1 = Jarak bayangan (cm)
F = Jarak fokus
R = Jari-jari kelengkungan (cm)
M = Perbesaran (kali)
ho = Tinggi benda (cm)
h1 = Tinggi bayangan (cm)
BAB XIV
ALAT OPTIK
lensa korektif dapat digunakan untuk memfokuskan bayangan pada retina. orang yang rabun jauh miopi harus memakai lensa cekung dan orang yang rabun dekat/hipermetropi harus menggunakan lensa cembung. pada penderita miopi lensa mata kurang dapat mengembang sehingga bayangan benda jatuh didepan retina mata. pada pendertita hipermetropi lensa mata kurang dapat memilih seingga bayangan dibelakang retina mata.
Teleskop
telekop adalah alat untuk mengamati keadaan ruang angkasa seksama lup/kaca pembesar.
pembesaran pada lup adalah sebagai berikut “
Mata tak berakomodasi
M= Sn/F M = Perbesaran
Sn = jarak baca
F = jarak fokus
Mata berakomodasi
M= Sn/F+ 1
Daya akomodasi mata adalah kemampuan lensa mata untuk mengembang dan memipih sesuai dengan jarak benda yang akan dilihat. Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda yang sangat kecil.


BAB XV
RANGKAIAN LISTRIK
Hukum Kirchoff
Hukum Kirchoff ini dikemukakan oleh seorang fisikawan yang bernama Gustar Robert Kirchoff.
Bunyi hukum Kirchoff :
Jumlah kuat arus yang masuh kesuatu titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang tersebut.
I masuk = I keluar
Dimana  (sigma) = jumlah
Arus listrik pada rangkaian tak bercabang

Bila I1 = 2 A, maka I2 = 2 A, I3 = 2 A, I4 = 2 A. Dalam rangkaian tak bercabang kuat arus di mana-mana sama besar atau I1 = I2 = I3 = I4.

Arus listrik pada rangkaian bercabang

Bila I = 6 A, maka I1 = 2 A, maka I2 = 2,5 A, I3 = 0,5 A, I4 = 1 A. Dalam cabang rangkaian besarnya kuat arus masuk.
Rumus rangkaian seri Rs = R1 + R2 + R3 + . . . . .
Rumus rangkaian paralel 1/RP= 1/R_1 + 1/R_2 + 1/R_3 + ….
Contoh rangkaian seri
Jika R1 = 3 
R2 = 4 
R3 = 5 
Berapa hambatan pengganti rangkaian.
Jawab : Rs = R1 + R2 + R3
= 3 + 4 + 5
= 12 
Contoh rangkaian paralel
Jika R1 = 12 
R2 = 4 
1/RP= 1/R_1 + 1/R_2
= 1/12+ 1/4
= 1/12+ 1/12
= 1/RP= 4/12
RP= 12/4
RP = 3 
BAB XVI
USAHA
Konsep usaha
Usaha = kerja (W = work)
Menurut ilmu fisika, seseorang yang mendorong gerobak dikatakan melakukan usaha atau kerja setelah berhasil memindahkan gerobak tersebut.
Usaha (W) didefinisikan sebagai hasil kali antara gaya yang bekerja (F) dan perpindahan benda (S). Persamaan :
W = F. S
Ket : F = gaya (N)
S = perpindahan (m)
W = usaha/kerja (J)
Usaha bernilai positif jika gaya bekerja searah dengan perpindahan benda.
Usaha bernilai negatif jika gaya bekerja berlawanan arah dengan perpindahan benda.

BAB XVII
PESAWAT SEDERHANA
Pesawat = alat
Pesawat sederhana adalah alat-alat sederhana yang dipergunaakn untuk memudahkan melakukan usaha/kerja. Alat ini berfungsi untuk mengubah arah gaya sehingga diperoleh posisi seperti yang diinginkan dan utnuk memperkecil gaya yang dibutuhkan.
Pesawat sederhana dibedakan menjadi tiga yaitu :
Tuas atau pengungkit
Katrol atau kerek
Bidang miring

Tuas/pengungkit
Sebuah tuas/pengungkit merupakan batang yang ditimpu di salah satu titik pada batang tersebut.
Bagian-bagian tuas ditunjukkan pada gambar berikut :


Ket : T = tumpu (titik yang tidak berpindah)
W = berat benda (N)
F = gaya kuasa (N)
lb = lengan beban (jarak W-t)
lk = lengan kuasa (jarak F-t)
Pada semua jenis tuas berlaku persamaan :
W = lb = F.lk
Perbandingan antara berat benda dan gaya (kuasa) disebut keuntungan mekanik (Km)
Jadi Km= W/F atau Km= lk/lb
Katrol atau Kerek
Pada dasarnya katrol juga merupakan tuas atau pengungkit. Dimana titik beban dan kuasanya tidak berimpitan pada batang tuas, tetapi di hubungkan oleh seutas tali.
Katrol dibedakan menjadi 3 yaitu :
Katrol tetap
Katrol bergerak/katrol bebas
Katrol gabungan/blok katrol

Katrol tetap
Keuntungan mekanik katrol tetap dapat ditentukan sebagai berikut :
Km= lk/lb= r/r=1
Oleh karena itu berlakulah
Km= W/F
ι= W/F  F = W
Jadi dengan menggunakan katrol tetap gaya yang diperlukan yang diangkat adalah sama dengan berat beban. Keuntungan katrol tetap adalah mengubah arah gaya sehingga memudahkan pekerjaan.
Katrol bergerak/katrol tetap
Keuntungan mekanik katrol bebas dapat ditentukan sebagai berikut :
Km= ιk/lb= 2r/r=2
Oleh karena itu berlakulah
Km= W/F
2= W/F  F= 1/(2 ) W
Jadi katrol bebas, gaya yang diperlukan besarnya setengah dari beban yang diangkat.

Katrol gabungan/Blok katrol
Keuntungan mekanik sistem katrol dapat ditentukan dengan menghitung banyaknya tali yang menahan beban (berhubungan langsung dengan blok beban). Bila banyaknya katrol pada blok kuasa sama dengan banyaknya katrol pada blok kuasa (n-buah), maka keuntungan mekanik sistem katrol dapat ditentukan dengan persamaan :
Km = 2.n sehingga gaya kuasa yang diperlukan dapat ditentukan menjadi:

F= W/2n

Bidang Miring
Prinsip dasar bidang miring dapat dijelaskan sebagai berikut :
Untuk memindahkan beban ketempat yang lebih tinggi (misalnya memindahkan drum minyak ketas truk) akan lebih mudah bila dipasang papan miring dari lantai keatas truk. Kemudian drum didorong melalui papan tersebut naik ke atas truk.
Karena W/F = Km, maka keuntungan mekanik bidang miring dapat dirumuskan :
Km= s/h
s = panjang papan (m)
h = ketinggian tempat (m)
W = beran beban (N)
F = gaya kerja (N)
Beberapa alat yang bekerja berdasarkan bidang miring adalah pisau, baji, tatah, mata kapak dan sekrup.

BAB XVIII
TATA SURYA
Galaksi
Pada malam yang cerah, ribuan bintang dapat kamu lihat dilangit. Sesungguhnya yang kamu lihat itu belum seluruhnya, masih terdapat lebih banyak lagi bintnag yang tidak mampu kamu amati.
Di angkasa terdapat bermilyar-milyar bintnag. Bintnag-bintang tersebut membentuk galaksi. Kita hidup di galaksi Bima Sakti. Yang mengadung sekitar 200 milyar bintang. Salah satunya bintang tersebut adalah matahari. Semua bintnag bergerak mengelilingi pusast galaksi.
Hukum Newton tentang gaya gravitasi antara dua benda dalam tata surya.
Menurut Newton : besarnya gaya gravitasi antara dua benda langit adalah sama dengan hasil kali massa kedua benda dibagi dengan nilai kuadrat jarak antara dua benda. Sehingga semakin jauh jarak kedua benda langit maka semakin kecil gaya gravitasi antara keduanya.
Rumus : F=G.(M_1.M_2)/r^2
Ket : F = gaya tarik-menarik antara 2 benda (Newton)
G = tetapan gravitasi = 6,7.10-11 Nm2/Kg2
M1 = massa benda 1 (kg)
M2 = massa benda 2 (kg)
r = jarak antara dua benda (m)
Contoh soal
Berapa gaya tarik-menarik antara bumi dan matahari?
Jawab
Diket :
Massa bumi = 5,98.1024 kg
Massa matahari = 1,989.1027 ton = 1,989.1030 kg
Jarak bumi ke matahari = 150.000 km = 1,5.1015 m
Tetapan gravitasi = 6,67.10-11 Nm2/kg2
Dit : gaya tarik-menarik antara bumi dan matahari?
Jawab : F= G.(M_(1.) M_2)/r^2
= 6,67.〖10〗^(-11) (〖11,989.10〗^30.〖5,98.10〗^24)/(〖(1,5.10〗^15 )^2 )
= (79,334.〖10〗^43)/(6,25.〖10〗^30 )
=12,69.〖10〗^33 Newton

Matahari
Matahari adalah pusat tata surya yang dikelilingi anggota-anggota tata surya, yaitu planet-planet dan benda-benda antar palnet seperti komet, asteroid dan meteroid. Matahari berjarak kira-kira 150 juta kilometer dari bumi (sama dengan 15 A), jarak ini 1546 . 000 kali jarak bintang yang paling terang, yaitu sirius. Massa matahari 1.989.10 ton atau 330.000 kali massa bumi. Namun massa jenis matahari hanya 1,409 gr/cm3 atau ¼ massa jenis bumi.

Planet
Sampai sekrang dikenal 8 planet yang sebelumnya ada 9 planet, karena pluto sudah tidak dianggap planet lagi. Perbandingan antara planet ditinjau dari massa, jari-jari, jarak rata-rata dari matahari, kala revolusi, dan kala rotasi.
Sejak ditemukannya planet pluto pada tahun 1930, para astronom memasukkan pluto dalam kategori tata surya kita terdiri dari matahari sebagai pusat edar, 9 (sembilan) planet yaitu : merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, uranus, neptunus, dan pluto yang selalu beredar mengelilingi matahari. Selain planet-planet tersebut, didalam tata surya kita juga terdapat komet dan asteroid.
Revolusi : peredaran planet mengelilingi matahari.
Rotasi : perputaran planet pada porosnya
Meteroid : benda padat yang terpisah dari komet.

BAB XIX
Gelombang dan Getaran
Gelombang
Dalam suatu gelombang tranversal, arah getar gelombang tegak lurus terhadap arah rambatnya. Contohnya gelombang tali, gelombang radio, gelombang permukaan air. Hubungan panjang gelombang dengan panjang tali gelombang tranversal adalah dituliskan sebagai berikut :
Rumus n.λ=l
Ket : n = jumlah gelombang
λ = panjang gelombang tali (m)
l = panjang tali (m)
cepat rambatnya gelombang sama dengan panjang gelombang dikalikan dengan frekuensinya.
Rumus : v = λ x F atau v= λ/T

Getaran
Getaran adalah gerak bolak-balik melalui titik keseimbangan. Contoh getaran antara lain getaran penggaris, bandul.
Simpangan adalah jarak antara benda yang bergetar dengan titik keseimbangannya. Simpangan terbesar suatu getaran diebut amplitudo. Periode suatu getaran adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali getaran secara matematis periode getaran.
Rumus : T= t/n ket : T = periode (s)
t = waktu (s)
n = jumlah getaran (kali)

BAB XX

Pasang Naik dan Pasang Surut dengan Posisi Bulan
Perubahan posisi ini berpengaruh terhadap tinggi rendahnya air laut dipermukaan bumi yang lazim disebut pasang naik dan pasang surut.
Pasang naik dan pasang surut air laut terjadi karena pengaruh gaya gravitasi oleh matahari dan bulan terhadap bumi.
Air laut disuaatu permukaan bumi mengalami pasang naik bila permukaan bumi tersebut segaris atau berhadapan langsung dengan bulan atau matahari.

Bulan
Bulanmerupakan satelit bumi dan sekaligus tetangga terdekat bumi dalam tata surya. Bulan juga yang merupakan benda yang paling cemerlang dilangit pada malam hari. Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri melainkan memantulkan cahaya matahari yang jatuh padanya.
Bulan berbentuk bola dengan garis tengah sekitar 3,476 km, lebih dari ¼ garis tengah bumi. Gaya gravitasi bulan 1/6 gaya gravitasi bumi. Waktu edar bulan 29,5 hari dan kala rotasinya juga 29,5 hari.
Gerakan bulan
Bulan berputar pada porosnya (rotasi)
Bulan mengelilingi bumi (revolusi)
Bersama-sama dengan bumi mengelilingi matahari.
Bayangan bulan terdiri dari :
Umbra : bagian yang gelap
Penumbra : bagian yang agak terang (kabur)
Jeni-jenis gerhana matahari :
Gerhana matahari total : terjadi jika matahari terhalang sepenuhnya oleh bulan. Matahari tampatk sebesar bulan, kedudukan matahari, bulan dan bumi pada satu garis lurus
Gerhana matahari cincin : terjadi apabila bulan, tampak lebih kecil dari matahari, sehingga tampak cincin disekitar bulan.
Gerhana matahari sebagian : terjadi apabila bulan menutupi sebagian matahari.
Gerhana bulan terjadi apabila bumi berada diantara matahari dan bulan, maka bayangan bumi jatuh pada bulan (bulan) terhalang oleh bumi). Karena matahari jauh lebih besar dari bumni sehingga bayangan bumi ada 3 macam yaitu :
Bayangan inti (umbra) : berada pada bagian tengah yang sangat gelap.
Bayangan kabur (penumbra) : bayangan yang mengelilingi bayangan inti.
Postinya berantakan ya. Mau yang sudah rapi dan full silahkan download
Terima kasih atas waktunya untuk membaca FISIKA | BESARAN DAN SATUAN ini, dengan harapan semoga artikel FISIKA | BESARAN DAN SATUAN ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel FISIKA | BESARAN DAN SATUAN terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : FISIKA | BESARAN DAN SATUAN » Makalah

eMakalah.com