Selamat Datang di emakalah.com

Semoga Anda dapat menemukan apa yang anda cari,

dan semoga emakalah.com dapat bermanfaat bagi Anda

Untuk keluar dari menu/halaman ini silahkan klik LIKE / SUKA

..

JARINGAN DAN SISTEM OTOT

JARINGAN DAN SISTEM OTOT

1. Macam-Macam Jaringan Otot
1. Jaringan otot polos
Berasal dari lembaga mesoderm atau mesenkim, yang kemudian tumbuh lonjong sepeti kumparan sehingga inti ikut memanjang menjadi mioblas (bakal sel otot) yang terjadi di sitoplasma, dan terbentuk mifibril sebagai elemen kontraktil yang kemudian tumbuh menjadi sel otot polos(Suripto,2000:1.30).
Otot ini disebut otot polos karena mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis (Anonim,2010).

2. Jaringan otot lurik
Tersusun atas serabut-serabut memanjang, dilapisi selaput jaringan ikat yang disebut sarkolemma(Suripto,2000:1.32).Dinamakan otot lurik karena bila di lihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot (Anonim,2010).


3. Jaringan otot jantung
Terdiri dari myofibril mitokondria, badan golgi, glikogen, lipida, dan butir-butir pigmen yang tidak terdapat pada otot rangka. Terdapat interkalar yang merupakan batass antara 2 serabut otot jantung. Otot jantung terdiri dari serabut-serabut otot yang bercabang dan bertaut membentuk anastomosis (Suripto,2000:1.32).
Dinamakan otot jantung karena otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung (Anonim,2010).


Perbedaan otot polos, otot lurik, dan otot jantung
Pembeda Otot polos Otot lurik Otot jantung
Tempat Organ dalam, saluran pencernaan, pembuluh darah Terdapat pada rangka Dinding jantung
Bentuk serabut Memanjang,sejajar, ujung lancip Memanjang, silindris,ujung tumpul Memanjang, silindris, bercabang dan menyatu
Jumlah nukleus Satu banyak satu
Letak nucleus tengah tepi Tengah
Garis melintang Tidak ada ada ada
Kecepatan kontraksi Paling lambat Paling cepat Sedang
Kemampuan kontraksi Tahan lama Tidak tahan lama Tahan lama
Tipe kontrol Tak menurut kehendak Menurut kehendak Tak menurut kehendak




2. Sistem otot disebut sistem rangka karena kedua system ini bekerja sama dalam aktivitas gerak pada tubuh, baik sebagian atau keseluruhan dari tubuh. Otot sebagai alat gerak aktif dan rangka ssebagai alat gerak pasif. Otot memerlukan tempat untuk melekat, yaitu rangka (Suripto,2000:3.1).
3. Suripto (2000:3.35-3.37) menyatakan bahwa ada 12 macam gerakan otot:
1) Fleksor (gerakan mengurangi besarnya sudut),contohnya adalah otot fleksor digitorum longus, yang bekerja menarik, membengkokkan telapak kaki ke atas.
2) Ekstensor (gerakan menambah besarnya sudut), contohnya adalah ekstensor policis longus, yang bekerja menarik ibu jari ke arah luar.
3) Aduktor (gerakan mendekatkan ke arah sumbu badan), contohnya adalah aduktor magnus, yang bekerja menggerakkan paha kea rah medial.
4) Abduktor (gerakan menjauhkan dari arah sumbu badan), contohnya adalah otot gluteus medius, yang bekerja menggerakkan paha ke arah luar.
5) Levator (gerakan otot mengangkat ke atas), contohnya otot levator scapulae, yang bekerja mengangkat bahu.
6) Depresor (gerakan menarik ke arah bawah), contohnya otot drepressor mandibulae, yang bekerja menarik rahang bawah atau membuka mulut.
7) Protraktor (gerakan mendorong), contohnya otot genobiodeus, yang bekerja untuk menjulurkan lidah.
8) Retraktor (gerakan menarik agak mendekat), contohnya otot bioglosus, yang bekerja untuk menarik lidah ke dalam.
9) Nonstriktor (gerakan menutup atau mempersempit rongga), contohnya otot orbicularis oculi, yang bekerja menutup mata.
10) Rotator (gerakan otot memutar sumbu tulang), contohnya otot pectoralis mayor, yang bekerja memutar tangan.
11) Supinator (gerakan menelentangkan ke arah atas atau menengadah), contohnya otot supinator, yang bekerja menengadahkan telapak tangan.
12) Pronator (gerakan membalik ke arah bawah atau menelungkupkan), contohnya pronator teres, yang bekerja menelungkupkan telapak tangan.

4. a. otot yang menarik tangan ke atas: otot levator scapulae yang termasuk otot lurik, yang bekerja mengangkat berkat bahu.
b. otot yang membuat rambut berdiri adalah otot erector kecil yang ada di dalam kulit yang termasuk kedalam otot polos.
c. otot yang menyebabkan tangan kedepan dan kebelakang adalah otot lurik atau otot rangka.


5. Sistem otot pada amfibi terdapat Sekat horizontal membagi otot dorsal dan ventral. Bagian dari otot epeksial atau dorsal mempengaruhi gerakan kepala. Otot ventral membagi otot-otot setiap segmen tubuh amfibi. Berbagai macam gerakan pada amfibi yaitu, berenang,berjalan, meloncat atau memanjat, melibatkan perkembangan berbagai tipe otot. Beberapa diantaranya terletak dalam tungkai itu dan berupa otot intrinsik.
Tubuh katak dan vertebrata lainnya mengandung tiga macam otot daging, yaitu otot daging berserat halus, otot daging jantung, dan otot daging berserat melintang.Otot daging sebelah luar tediri atas otot daging skletal atau otot daging yang melekat pada tulang-tulang.Otot daging tersebut terkendalikan oleh kemauan pada gerakannya.Masing-masing otot daging itu terdiri atas serat-serat yang satu sama lain digabung oleh jaringan ikat.Kedua ujung biasanya melekat pada tulang yang berlainan.
Bagian central yang sedikit gerak disebut “origin” sedang bagian distal yang merupakan bagian yang banyak gerak disebut “insertion”. Banyak otot daging yang memiliki perluasan dengan jaringan ikat sehingga dapat membungkus sebelah ujung tulang yang disebut “tendon”. Otot daging mengadakan aktivitas dengan jalan kontraksi yakni memanjang-memendekkan jari;dengan demikian kedua tulang yang terikat olehnya akan bergerak (Anonim,2010).
6. Otot terdiri dari serabut-serabut otot yang disebut fibril. Masing-masing fibril terdiri atas beratus-ratus miofibril yang terdiri atas 2 macam miofilamen, yaitu miofilamen ramping (aktin) dan miofilamen gemuk (miosin). Miofilamen ramping tersusun dari protein yang disebut aktin dan protein lain yang disebut tropomiosin dan troponin, sedangkan miofilamen gemuk tersusun dari protein miosin.
Masing-masing myofibril memperlihatkan pita gelap dan pita terangsecara berselang-seling sepanjang myofibril. Pita gelap dikenal sebagai pita A (anisotropik), terutama terdiri dari miofilamen gemuk yang tesusun dari myosin. Ditengah pita A terdapat daerah yang agak terang, disebut zona H (heller, yang berarti cahaya). Pita terang disebut pita I (isotropik)yang ditengahnya terdapat garis Z (Z=swischenscheibe yang berarti cakram antara). Pita I terdiri dari miofilamen ramping, tersusun dari protein yang disebut aktin dan protein lain yang disebut tropomiosin dan troponin. Antara 2 garis Z yang berdekatan disebut sarkomer yang panjangnya sekitar 2 mikrometer. Setiap sarkomer terdiri dari pita A, diapit kedua sisinya oleh setengah pitaI (Wulangi,1993:81).





DAFTAR PUSTAKA


Anonim.2010.Sistem Otot.file.upi.eduDirektoriSPSPRODI.PENDIDIKAN_IPA...otot.pdf.
Bustami, Zunilda S.1995.Anatomi Kajian Ranah Tubuh Manusia.Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Suripto,2000.Buku Materi Pokok Struktur Hewan.Bandung:Universitas Terbuka.
Wulangi, Kartolos.1993.Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan.Bandung:Depdikbud.
Terima kasih atas waktunya untuk membaca JARINGAN DAN SISTEM OTOT ini, dengan harapan semoga artikel JARINGAN DAN SISTEM OTOT ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel JARINGAN DAN SISTEM OTOT terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : JARINGAN DAN SISTEM OTOT » Makalah