SISTEM PEREDARAN DARAH

SISTEM PEREDARAN DARAH
Setelah melalui proses perencanaan, sari-sari makanan diserap oleh tubuh dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah. Tidak hanya sari-sari makanan, darah juga mengangkut oksigen, karbon dioksida, air, dan zat-zat lainnya keseluruh bagian tubuh. Untuk dapat mencapai seluruh bagian tubuh, darah memerlukan bantuan organ lain untuk menyalurkan dan mendorongnya hingga ke ujung bagian tubuh. Untuk itu, tubuh kita memerlukan sistem yang melakukan fungsi tersebut yang dinamakan sistem peredaran darah.
Sistem peredaran darah manusia tersusun dari darah dan alat peredaran darah. Sistem tersebut berperan sangat vital dalam tubuh kita. Jika terjadi gangguan pada darah atau fungsi alat-alatnya, maka aktivitas tubuh akan sangat terganggu. Untuk itu kita perlu mengenal lebih banyak tentang darah dan sistem peredaran darah.
1. Organ Penyusun Sistem Peredaran Darah

Organ penyusun sistem peredaran darah terdiri atas dua bagian utama yang meliputi permbuluh darah dan jantung.
a. Pembuluh darah
Pembuluh darah kita terdiri atas pembuluh nadi dan pembuluh balik. Pembuluh darah akan bercabang membentuk pembuluh yang lebih halus, yang disebut pembuluh kapiler. Pada bagian ujung pembuluh ini, pembuluh nadi dan pembuluh balik saling bertemu. Oleh karena itu, pembuluh darah kita merupakan pembuluh darah tertututp. Darah kita selalu beredar atau berada di dalam pembuluh darah.
Bagimanakah susunan dan sifat pembuluh itu sehingga mampu mendukung fungsi peredaran darah? Bagaimanakah sifat atau ciri kedua pembuluh tersebut?
1. Pembuluh Nadi
Pembuluh nadi adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung keseluruh tubuh. Pembuluh nadi paling besar adalah nadi yang paling dekat jantung, disebut nadi besar (aorta). Aorta bercabang-cabang membentuk pembuluh nadi yang disebut arteri. Arteri masih bercabang menjadi nadi yang kecil disebut arteriol dan nadi yang lebih kecil lagi disebut arteriol. Pada ujung arteriole berbentuk banyak percabangan yang sangat lembut dan membentuk anyaman pembuluh, disebut kapiler arteri.
Dari jantung keluar pembuluh nadi besar, melengkung, dan membentuk percabangan menuju ke tubuh bagian atas dan bawah. Bagian lengkung nadi besar itu di sebut arcus aorta (lengkung aorta). Dari daerah ini terdapat tiga cabang pembuluh nadi yang mengalirkan darah ke bagian kepala dan tangan.

Lengkung aorta yang menuju ke tubuh bagian bawah akan melewati daerah dada (aorta thorasica) terus menuju daerah lambung (aorta abdomonalis). Selanjutnya, nadi itu bercabang di daerah tulang pinggul menuju ke arah pada kanan dan kiri. Dari pembuluh nadi utama tersebut berbentuk cabang-cabang yang dilewati, diantaranya sebagai berikut:
a. Cabang menuju jantung (arteri koronaria)
b. Cabang menuju paru-paru (arteri pulmonalis)
c. Cabang menuju penggantung usus ( arteri mesenterica)
d. Cabang menuju hati (arteri hepatica).
e. Cabang menuju ginjal (arteri renalis)
f. Cabang menuju lambung (arteri gastrika).

2. Pembuluh Balik
Pembuluh balik dalah pembuluh darah yang mengalirkan darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Pembuluh balik di mulai dari pembuluh kapiler vena yang ada di jaringan. Pembuluh kapiler bersatu membentuk pembuluh balik yang lebih besar, disebut venula. Venula akan bergabung membentuk pembuluh balik yang lebih besar, disebut vena. Beberapa pembuluh balik di antaranya sebagai berikut:
a. Cabang dari paru-paru (vena pulmonalis)
b. Cabang dari hati (vena hepatica)
c. Cabang dari ginjal ( vena renalis)
d. Cabang dari kepala (vena jugularis).
Vena akan bergabung membentuk pembuluh balik yang lebih besar lagi, disebut pembuluh balik utama (vena cava). Vena cava yang menjadi muara vena dari tubuh bagian bawah disebut vena inferior. Vena cava dari tubuh bagian atas, disebut vena cava superior. Kedua vena cava itu akan bergabung menjadi satu kemudian masuk ke jantung.

Tugas 2.1
Coba perhatikan gambar berikut ini! Berdasarkan gambar irisan melintang pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena), temukanlah perbedaan di antara kedua pembuluh tersebut.
...............................
Bagian yang Diamati Pembuluh Nadi Pembuluh Balik
1. Bentuk pembuluh
2. Ketebalan pembuluh
3. Tebal lapisan otot polos
4. Tebal lapisan elastis
5. Tebal lapisan endotelium
Pada umumnya, pembuluh balik terletak pada bagian tubuh sebelah luar, sedangkan pembuluh balik nadi ada disebelah dalam. Pembuluh balik pada orang dewasa atau tua sering terlihat menyembul di bawah kulit. Gejala itu tampak terutama pada orang yang menderita varises, yaitu mengalami pelebaran pembuluh darah. Darah pada pembuluh arteri yang berasal dari jantung, umunya merupakan darah segar atau darah bersih karena mengandung banyak O2 dan sedikit CO2. Sebaliknya, pembuluh balik yang membawa darah dari jaringan, umumnya darah kotor karena membawa banyak sisa metabolime, yaitu CO 2dan H2O.
Jika hemoglobin (Hb) pada keping sel darah merah banyak mengikat O2, maka warna darah menjadi merah segar. Sebaliknya, jika hemoglobin (Hb) banyak mengikat CO2, maka warna darah menjadi merah kebiruan. Pada pembuluh arteri tidak ada katup (klep), kecuali pada pangkal aortanya. Sebaliknya, di sepanjang pembuluh vena terdapat pembuluh dapat disimak pada tabel 2.4!
Tabel 2.4 Peredaran pembuluh arteri dan pembuluh vena
Ciri yang Diamati Pembuluh Arteri Pembuluh Vena
1. Ketebalan lebih tebal lebih tipis
2. Klep Hanya pada tempat tertentu Banyak
3. Letak Di bagian dalam tubuh Dibagian luar
4. Arah aliran Keluar jantung Menuju jantung
5. Warna merah Merah tua kebiruan
6. Sifat darah Bersih, kecuali arteri pulmonalis (membawa darah ke paru-paru) Kotor, kecuali vena pulmonalis (membawa darah dari paru-paru kembali ke jantung).

b. Jantung
Jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah ke seluruh tubuh yang terletak dalam rongga dada agak ke kiri. Ukuran jantung hampir seukuran dengan kepalan tangan kita masing-masing. Sebagai alat pemompa, jantung harus memikili struktur otot yang kuat. Masih ingat begaimanakah struktur otot jantung itu?
1. Struktur jantung
Bagaimanakah susunan anatomi jantung sehingga memiliki kemampuan sebagai pemompa darah? Otot jantung mirip seperti otot lurik, tetapi memilki struktur percabangan (anastomose). Jantung manusia terbagi atas empat ruang, yaitu dua ruang serambi (atrium) dan dua ruang bilik (ventrikel).
Bagian-bagian jantung adalah sebagai berukit:
a. Serambi kanan (atrium dekstra)
b. Serambi kiri ( atrium sinistra)
c. Serambi kanan (ventrikel dekstra)
d. Bilik kiri (ventrikel sinistra)
e. Nadi besar (aorta)
f. Pembuluh balik besar (vena Cava)
g. Arteri pulmonalis
h. Vena pulmonalis.
Antar ruang jantung di batasi oleh dinding otot yang kuat. Hubungan antar ruang terdapat klep yang menahan agar aliran darah tidak balik arah. Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan meliputi:
a. Perikardium, lapis paling luar dari jantung
b. Miokardium, tersusun dari jaringan otot jantung, dan
c. Endokardium, lapisan paling dalam berbatasan dengan ruang jantung.

2. Kerja Jantung
Darah dalam tubuh manusia sekitar 5-6 liter. Jantung harus bekerja terus-menerus tanpa henti. Dalam sehari sekitar 7.500 Liter darah dipompa oleh jantung keseluruh tubuh. Denyut jantung terjadi karena adanya kontraksi dan relaksasi otot jantung.
Kontraksi dan relaksasi antara bagian serambi (atrium) dan bilik (ventrikel) terjadi secara bergantian. Akan tetapi, antara serambi kanan dan kiri atau bilik kanan dan kiri, prosesnya terjadi secara serempak. Pada saar serambi berkontraksi (sistole), bagian bilki relaksasi (diastole). Demikian pula sebaliknya. Untuk membantu memahaminya, coba perhatikan Gambar 2. 27!
a. Saat serambi berkontraksi, bagian bilik relaksasi. Peristiwa yang terjadi adalah:
1. Darah dari serambi kanan di pompa menuju bilik kiri.
2. Darah dari serambi kiri di pompa ke bilik kiri.
b. Saat bilik kontraksi, bagian serambi relaksasi. Peristiwa yang terjadi adalah:
1. Darah dari bilik kanan dipompa menuju paru-paru melalui nadi paru-paru (arteri pulmonalis). Sementara itu, bagian serambi menerima pasokan darah dari pembuluh balik utama (vena cava).
2. Darah dari bilik kiri di pompa menuju seluruh tubuh melalui pembuluh nadi urama (aorta). Sebagian darah menuju bagian atas sebagian lainnya ke tubuh bagian bawah. Bersamaan dengan itu, serambi kiri menerima pasokan darah dari paru-paru melalui pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis).

..............................
Tekanan yang timbul oleh sirkulasai darah pada dinding pembuluh darah disebut tekanan darah. Terdapat dua macam tekanan darah, yaitu tekanan sistol dan tekanan diastol. Tekanan sistol dalah tekanan darah pada dinding pembuluh nadi saat jantung berkontraksi, sedangkan tekanan diastol adalah tekanan darah pada pembuluh nadi saat jantung relaksasi.
Normal tidaknya kerja jantung dapat dideteksi dari tekanan darahnya. Tekanan darah diukur dari frekuensi sistole dan diastolenya. Pada kondidi normal, tekanan darah (sistole/diastole) kita adalah sekitar 120/80 mmHg. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan spigmomanometer yang dilengkapi dengan stetoskop. Tekanan darah (denyut jantung) tersebut dapat didekati dari frekuensi denyut nadinya. Untuk itu, cobalah lakukan kegiatan 2.4 berikut ini!
Kegiatan 2.4
Tujuan:
Mengetahui frekuensi denyut nadi (jantung)
Menurut:
a. Jenis kelamin (laki-perempuan)
b. Tingkat aktivitts (santai-olahraga)
c. Tingkat umur (balita/anak-dewasa)

Alat dan Bahan
Probandus (orang yang diamati) jam atau stopwatch.
Langkah Kegiatan
1. Ukur frekuensi denyut nadi dirimu sendiri atau temanmu pada keadaan istirahat dan setelah beraktivitas (berlompat/berlari)
2. Letakkan ujung-ujung jari tangan kananmu didekat pergelangan tangan kirimu
a. Posisi tangan kiri mengadah
b. Cari dengan ketiga ujung jarimu denyut nadi pada pembuluh nadi lenganmu
c. Hitung berapa jumlah denyutan selama 10 detik
d. Lakukan penghitungan ulang sebanyak 3 kali
e. Cari rata-ratanya dan hitung frekuensinya denyaut dalam per menit (x6).
f. Lakukan dengan cara yang sama setelah berlompat-lompat selama 5 menit.
3. Masukkan data pengamatanmu seperti Tabel A pada buku kegiatanmu
4. Bandingkan pula denyut nadi antara siswa laki-laki dan perempuan.
5. Masukkan datamu seperti Tebel B pada buku kegiatanmu.

Tabel A: Frekuensi Denyut Nadi dalam Keadaan Istirahat dan Beraktivitas
No Nama Probandus Frekuensi Denyut Nadi (kali/menit)
Keadaan Istirahat Setelah istirahat
1.
2.
3.

Tabel B: Frekuensi Denyut Nadi Siswa Laki-laki dan Perempuan
No Nama Probandus Frekuensi Denyut Nadi (kali/menit)
Keadaan Istirahat Setelah istirahat
1.
2.
3.

c. Sistem Sirkulasi Darah
Ada dua jenis sitem sirkulasi darah dalam tubuh kita, yaitu sitem peredaran darah besar dan sitem peredaran darah kecil. Untuk memudahkan kita memahaminya, cobalah simak Gambar 2.28.
1. Sitem Peredaran Darah Besar
Pada peredaran darah besar, darah dari jantung dipompa keluar melalui arcus aorta ke seluruh bagian tubuh. Selanjutnya, darah dari jaringan diangkut melalui pembuluh vena superior dan inferior. Darah yang dipompakan merupakan darah yang berasal dari paru-paru.
2. Sistem Peredarnan Darah Kecil
Pada peredaran darah kecil, darah dapat dipompa keluar dari jantung menuju paru-paru melalui pembuluh arteri pulmonali. Darah yang di pompakan merupakan darah kotor, darah tersebut berasal dari seluruh bagian tubuh yang diangkut kembali ke jantung melalui pembuluh balik. Selanjutnya, setelah melepaskan CO2 dan meyerap banyak O2, darah di angkut kembali ke jantung melalui vena pulmonalis.

2. Darah
Darah merupakan alat transportasi berbagai macam zat yang utama dalam tubuh. Darah merupakan jaringan yang khusus tersusun dari matriks cair berupa plasma dan butir-butir darah. Perbandingan plasma dan butir darah mendekati 45:55. Volume darah manusia sekitar 1/13 (8%) berat badan orang tersebut. Rata-rata orang Indonesia memiliki volume darah antara 4,5-5 liter. Plasma darah tersusun dari air, bahan organik, dan ion-ion atau mineral.
a. Plasma Darah
Darah terdiri atas plasma (55%) dan sel-sel darah (45%). Sebagian besar plasma (90%) adalah air dan 10% lainnya berupa protein, asam amino, gula, vitamin, garam mineral, enzim, hormon dan anti bodi, serta gas dan zat sisa metabolisme. Jenis protein darah meliputi albumin, fibrinogen, dan globulin. Jenis garam meneral di antarnya Na, Ca, K, CI, ion fosfat, karbonat dan sulfat. Gas-gas yang ada, seperti O2 dan CO2. Zat-zat buangan lain, misalnya ureum dan kretin. Jenis protein darah yang dominan adalah albumin dan globulin.
b. Butir-butir Darah dan Pembentukannya
Ada tiga kelompok butir darah, yaitu sel darah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping pembeku darah (trombosit). Sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit diproduksi pada sumsum tulang. Pada bayi, butir-butir darah itu di bentuk dalam hati dan limpa. Pada anak-anak, semua sumsum tulang secara aktif menghasilkan butir-butir darah hingga sekitar 20 tahun. Pada orang dewasa atau usia di atas 20 tahun, buitr darah banyak di bentuk pada sumsum tulang.
Sumsum tulang yang masih aktif membentuk sel darah di sebut sumsum merah, sedangkan sumsum yang sudah tidak aktif lagi disebut sumsung kuning. Sel darah merah (eritrosit) dibentuk pada sumsum tulang pada jaringan endotelium. Sel darah putih jenis granulosit di bentuk pada bagian jaringan retikuloendotelium. Sel-sel enditelium penghasil sel darah merah disebut eritroblas.
1. Eritrosit
Eritrisot berbentuk bulat cembung (bikonkaf) dan tidak berinti. Pada keping sel darah terdapat banyak hemoglobin (Hb). Jumlah sel darah merah adalah sekitar 5 juta per 1 mm3darah. Sel darah merah hanya berumur sekitar 120 hari. Selanjutnya, sel darah merah yang sudah tua akan dirombak oleh hati.
Hb merupakan suatu protein kompleks yang beritni unsur besi (heme=Fe). Hb berfungsi mengangkut O2 dan CO2 karena daya gabung (afinitas) yang besar terhadap kedua molekul tersebut. Adanya erirosit tersebut memberi warna merah pada darah. Jika Hb banyak mengikat O2, maka warna darah menjadi merah segar (darah bersih). Sebaliknya, akan berwarna merah tua bila Hb banyak mengikat CO2. Daya ikat Hb terhadap karbon monoksida (CO) jauh lebih kuat dibandingkan dari pembakaran mesin mobil yang tidak sempurna. Oleh karena itu, sering terjadi orang di dalam mobil dalam keadaan berhenti dengan mesin yang hidup!
2. Leukosit
Sel darah putih (leukesit) dibentuk di sumsum tulang merah, jaringan limpoid, dan kelenjar limpa. Jumlah leukosit normal seseorang antara 6.000-9.000 butir per mm3. Sel agranuler . Sel darah putih granuler meliputineutrofil, basofil dan eosinofil. Sel darah putih agranuler meliputi limfosit dan mososit. Sel granuler berbintik-bintik, nukleus terpecah-pecah dan terikat oleh benang sitoplasma. Sel monosit berukuran lebih besar dari limfosit, bulat, dan berinti satu. Sel limfosit tidak dapat bergerak, sedangkan sel-sel darah putih yang lain dapat bergerak amubid.
Fungsi leokosit untuk melawan serangan bibit penyakit dengan “memakan” bibit penyakit yang disebut dengan fagositosis (Gambar 2.31). Sifat sel yang demikian disebut fagositer. Sel limfosit yang dihasilakn pada kelenjar limpa tidak dapat bergerak dan berperan membentuk kekebalan tubuh (imunitas).
Jumlah leokosit tidak tetap (naik turun) bergantung pada keadaan kesehatan tubuh. Pada saat seseorang terinfeksi penyakit (seperti TBC, tifus, dan demam berdarah), jumlah sel leukositnya akan turun. Keadaan kekurangan jumlah leukosit itu disebut leukopeni. Pada penderita cacingan, ternyata jumlah leukositnya dapat mencapai 20.000 butir tiap normal. Pada penderita kanker darah (leukemia), jumlah leukositnya akan jauh meningkat.
.........................
Jumlah sel darah putih yang berlebih akan memakan sel-sel darah merahnya. Oleh karena itu, penderitannya akan lemas, bahkan meninggal dunia. Jumlah sel darah putih yang berlebih dari keadaan normalnya disebut leukositosis.

3. Trombosit
Bentuk sel trombosit tidak beraturan, berukuran lebih kecil dibanding butir darah yang lain, dan tidak berinti. Jumlah trombosit normal antara 200.000-300.000 butir. Fungsi khusus sel tersebut adalah untuk pembekuan darah. Jika jumlah sel trombositnya sangat kurang, maka darah akan sukar membeku bila terkadi perlukaan.
Pernahkah kamu mendengar orang yang darahnya sukar membeku saat terjadi luka? Orang tersebut adalah penderita hemofilia. Penderita tidak mampu membentuk zat antihemefilligobin (faktor AHG). Hemofilia merupakan penyakit kelainan genetis yang diwariskan dari orang tua ke anaknya. Penderita tersebut harus memperoleh bantuan khusus dari dokter bila terjadi perdarahan.
Secara ringkas proses pembekuan darah dapat disimak pada gambar 2.32. Karena adanya gesekan antara keping trombosit dan benda kasar, sel tersebut akan pecah dan mengeluarkan trombokinase (tromboplastin).
Trombokininase merupakan enzim yang belum aktif dan akan segera menjadi enzim yang aktif setelah diubah menjadi trombosit. Pengubahan protrombin menjadi trombin dibantu oleh ion kalsium (Ca2+). Selanjutnya, trombin akan mengubah fibrinogen yang ada dalam plasma darah menjadi benang-benang fibrin. Benang fibrin inilah kemudian menutup daerah luka.
Untuk menjaga agar darah tidak membeku pada kantong darah, pada darah tersebut perlu ditambahkan zat anti penggumpalan, yaitu sodium-ADTA, sodium sitrat, atau sodium karbonat. Zat tersebut berguna untuk mengendapkan ion kalsium (Ca2+) agar tidak memacu terjadinya pengumpalan.

3. Sistem Peredaran Getah Bening
Selain melaui darah, sestem transpor juga dilakukan oleh getah bening (limfa). Getah bening (limfa) merupakan sistem peredaran yang terdiri atas beberapa organ, meliputi nodus dan pembuluh limfa, tonstill serta limpa.
Sitem peredaran getah bening (limfa) di awali sari berbagai jaringan tubuh yang mengumpulkan cairan jaringan menjadi cairan limfa. Semua cairan limfa yang berasal dari daerah kepala, dada, paru-paru terkumpul dalam pembuluh limfa besar yang berada di bawah tulang selangak kanan. Pembuluh limfa itu disebut duktus limfatikus dekstra, sedangkan semua cairan limfa dari bagian tubuh lainnya akhirnya terkumpul dalam pembuluh limfa dada (duktus toraktikus). Kedua duktus limfatikus tersebut bermuara pada vena di bawah tulang kiri.
Pembuluh limfa akhil yang berasal dari daerah jonjot usus bermuara ke pembuluh ke pembuluh limfa dada. Pembuluh khil merupakan pembuluh limfa yang berperan menyerap zat lemak dari usus. Oleh karena itu, warna cairan limfanya menjadi kuning keputihan.
Peredaran getah bening (limfa) merupakan peredaran sistem terbuka. Peredaran tersebut berawal dari pembuluh kapiler limfa yang terbuka dalam jaringan tubuh dan bermuara ke pembuluh balik. Dalam pembuluh limfa juga sel darah putih yang bersifat fagositer. Pada saat kita terinfeksi, kelenjar limfa akan membesar atau meradang.

4. Kelainan dan Gangguan Sistem Peredaran Darah
a. Anemia
Anemia adalah penyakit kekurangan darah. Anemia dapat disebabkan kurang gizi sehingga bagian pembentukan Hb (kekurangan Hb) atau memang jumlah sel eritrositnya yang di bawah normal. Anemia bukan merupakan penyakit menurun.
b. Leukimia
Leukimia adalah kanker darah yang ditandai dengan jumlah sel darah putih sangat tinggi karena produksinya tidak dapat dikendalikan. Akibatnya, sel darah putih akan memakan atau merusak sel-sel darah merahnya. Penderita akan menjadi sangat lemah atau bahkan meninggal dunia.
c. Varises
Varises adalah pelebaran pembuluh darah vena. Gejala tersebut sering diderita oleh orang dewasa atau tua. Kebanyakan pelebaran tersebut terjadi di daerah kaki (betis, paha) atau anus. Varises pada anus menyebabkan pendarahan waktu buang air besar. Penyakit itu disebut ambeien (hemeroid).
d. Sklerosis
Sklerosis adalah pengerasan atau penebalan pembuluh nadi. Pengerasan nadi menimbulkan gangguan kelancaran aliran darah. Sklerosis dapat terjadi karena terbentuknya endapan lemak yang disebut atherosklerosis. Penebaran darah oleh pengapuran disebut arteriosklerosis.

TOKOH
Geoerge hoyt Whipple lahir pada tanggal 28 agustus 1878. Penilitian utama yang dilakukan Whipple berkaitan dengan anemia dan patologi hati. Di Rochester, Whipple mempelajrai anemia dan meniliti efek dan faktor diet makanan pada anemia. Penelitian ini membuahkan hasil bahwa makanan tambahan pada diet bagi pasien anemia adalah hati mentah. Atas penelitian mengenai pengibatan anemia dengan zat hati ini, ia bersama George R. Minot dan William P. Murphy meraih hadiah Nobel kedokteran pda tahun 1934. (Sumber: Seabad Pemenang Hadiah Nobel Kedokteran dan Fisikologi, 2002).
e. Emboli (Trombus)
Emboli (trombus) adalah penyakit jantung yang disebabkan terjadinya gumpalan pada nadi tajuk (arteri coronaria).
f. Hipertensi
Hipertensi adalah penyakit tekanan darah tinggi. Tekanan darah normal berkisar antara 120/80-130/90 (sistole/ diastole). Potensi berpenyakit hepertensi diturunkan hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor diet, umur, dan keturunan. Hepertensi yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan gagal ginjal dan stroke atau pecahnya pembuluh darah di kepala.

g. Hipotensi
Hiportensi adalah tekanan darah rendah yang ditandai dengan nilai sitole/diastole di bawah 100/80 mmHg.
h. Miokarditis
Mikarditis adalah penyakit radang otot jantung
i. Hemofilia
Hemofilia adalah penyakit darah sukar membeku saat terjadi perlukaan. Penyakit tersebut menurun yang disebabkan tubuh tidak mampu membentuk faktor pembeku darah.
j. Hemoglobinopati
Hemoglobinopati adalah suatu penyakit menurun yang disebabkan oleh gangguan pembentukan hemoglobin.
Terima kasih atas waktunya untuk membaca SISTEM PEREDARAN DARAH ini, dengan harapan semoga artikel SISTEM PEREDARAN DARAH ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel SISTEM PEREDARAN DARAH terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : SISTEM PEREDARAN DARAH » Resume