RESUME BAHASA INDONESIA BAKU

RESUME BAHASA INDONESIA BAKU

PENYIMPANGAN KAIDAH BAHASA INDONESIA


A. Kontruksi
Kontruksi atau kontruksi tata bahasa merupakan sisi yang mempunyai cacat pada ujaran atau tulisan. Kesalahan tersebut merupakan bagian-bagian konservasi yang menyimpang dari norma baku atau norma terpilih.
Penuimpangan atau kesalahan dalam tata bahasa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor :
3. Kesalahan yang disebabkan oleh faktor kelelahan, keletihan dan kurangnya perhatian.
4. Kesalahan yang diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai kaidah-kaidah bahasa.

B. Kontruksi Morfologi
Kontruksi morfologi adalah kontruksi memakai bahasa disebabkan salah memiliki afiks, salah menggunakan kata ulang, salah menyusun kata majemuk dan salah memiliki bentuk kata.
Contoh :
- Banyak pelajar-pelajar baris-baris di tanah lapang itu.
- Saya lebih baik berpulang daripada meninggal disini.
- Gerakan tanganmu dengan gerakan silat.
Yang seharusnya :
- Banyak pelajar berbaris ditanah lapang itu.
- Saya lebih baik pulang daripada tinggal disini.
- Gerakan tanganmu dengan gerakan silat.
Penyimpangan morfologi juga sering terjadi pada judul berita surat kabar yang memakai kalimat aktif, yaitu pemakaian kata kerja tsk baku dengan menghilangkan afiks. Afiks pada kata kerja yang berupa prefik.

C. Kontruksi Sintaksis
Kontruksi sintaksis adalah kontruksi atau penyimpangan stuktur frasa, klausa, atau kalimat serta ketidaktepatan pemakaian partikel.
Contoh :
- Latihan bernyanyi diadakan sekali setiap minggu.
- Sampai bertemu lagi di lain kesempatan.
Yang seharusnya :
- Latihan bernyanyi diadakan Latihan bernyanyi diadakan sekali minggu.
- Latihan bernyanyi diadakan setiap minggu.

D. Kontruksi Leksikon
Kontruksi leksikon adalah kontruksi memakai kata yang tidak atau kurang tepat.
Contoh :
Demikianlah agar Anda maklum, dan atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Yang seharusnya :
Demikianlah agar Anda maklum, dan atas perhatian Anda saya ucapkan terima kasih.
Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

E. Penambahan dalam Berbahasa
Kesalahan yang berupa penambahan ini merupakan kebalikan dari penghilangan. Kesalahan ini ditandai oleh hadirnya suatu butir atau unsur yang seharusnya tidak muncul dalam ucapan yang baik dan benar. Sebenarnya, kesalahan penmabahan merupakan akibat dari pemakaian kadiah-kaidah tertentu yang terlalu teliti dan berhati-hati.
Para pakar telah mengamati serta menemukannya adanya tiga tipe kesalahan penambahannya yaitu : penandaan ganda (double markings), regulasi (regularizations) dan penambahan sederhana (simple additions).

1. Penandaan Ganda
Ada sejumlah kesalahan penambahan yang lebih tepat digambarkan sebagai kegaalan menghilangkan atau menghindarkan beberapa unsur yang diperlukan dalam beberapa konstruksi linguistik, tetapi justru tidak perlu dihilangkan pada konstruksi lain.
Contoh :
- Para mahasiswa-mahasiswa
- Banyak rumah-rumah
Yang seharusnya :
- Para mahasiswa atau mahasiswa-mahasiswa
- Banyak rumah atau rumah-rumah

2. Regularisasi
Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering mendengar ungkapan yang berbunyi “tiada yang tanpa keculai “.
Kaidah fonologi = satu makna berbeda pengungkapan.
Kaidah morfologi = yaitu kesalahan menggunakan kata ulang.
Kaidah sintaksis = kesalahan dalam perkataannya atau menggunakan kata secara berlebih-lebihan.

3. Penambahan Sederhana
Kesalahan yang berupa penambahan sederhana merupakan sub kategori kesalahan penambahan yaitu penyimpangan penggunaan unsur yang tidak terdapat pada ujaran atau ucapan yang baik dan benar.
Contoh :
- Kita-kita ini mau menjenguk si Ani yang sedang diraat dirumah. [kita]
- Kita orang tidak kenal menyerah mencapai cita-cita dalam hidup. [kita]

F. Penghilangan dalam Berbahasa
Kesalahan-kesalahan yang bersifat “penghilangan” ini ditandai oleh ketidakhadiran suatu butir yang seharusnya ada dalam ucapan yang baik dan benar.

Contoh :
Adi : Siapa namamu?
Rafi : Nama saya (si) Rafi.
Adi : Dimana tinggal?
Rafi : (Di) Lembang.
Kata yang di dalam kurung merupakan kata yangs ering dihilangkan dalam percapakan sehari-hari..

G. Ciri-ciri Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah dibakukan atau yang dianggap baku itulah yang merupakan bahasa yang benar. Bahasa yang baik atau tepat menggunakan pemanfaatan yang serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa.
Adapun ciri-ciri bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah sebagai berikut :
1. Memakai lafal baku (dalam bahasa lisan)
2. Memakai ejaan resmi (bahasa tulisan)
3. Terbatasnya unsur bahasa daerah, baik leksikal maupun dramatikal.
- Unsur leksikal ialah unusr bahasa yang berupa kata.
Contoh : Ketemu seharusnya bertemu
Cuma seharusnya cuma
- Unsur dramatikal ialah unsur yang bersifat ketatabahasaan.
Contoh : - Rumahnya Paman jauh dari sini (tidak berlaku)
Rumah Paman jauh dari sini (baku)
4. Pemakian fungsi SPO secara eksplisit (nampak)
Contoh : - Ayah ke Solo (tidak baku)
Ayah pergi ke Solo
5. Pemakaian kata tugas bahwa/karena secara eksplisit
Contoh : - Ia tahu aku datang (tidak baku)
Ia tahu bahwa aku datang
6. Pemakaian awalan me-, atau ber-, secara eksplisit
Contoh : - Anak itu lari-lari menemui Ibunya (tidak baku)
Anak itu berlari-lari menemui Ibunya (baku)
7. Pemakaian kata depan yang tepat
Contoh : - Saya ingin bertemu sama Kakakmu (tidak baku)
Saya ingin bertemu dengan Kakakmu (baku)
8. Aspek pelaku-tindakan
Contoh :- Berita itu sudah saya baca di koran(tidak baku)
- Utang orang itu aku belum lagi (tidak baku)
9. Pemakaian kontruksi sentesis
Contoh : - Dia punya teman (tidak baku)
Temannya (baku)
Kriteria yang digunakan untuk melihat penggunaan bahasa yang benar adalah kaidah bahasa, kaidah ini meliputi :
1. Tata bunyi (fonologi)
Pada aspek tata bunyi, misalnya bila telah menerima bunyi /f/V/dan/2/ kata yang benar adalah : fajar, fakir, motif, aktif, variabel.
2. Tata bahasa (kata dan kalimat)
Tata bahasa mengenai bentuk kata contoh bentuk yangbenar adalah : ubah bukan obah/robah/rubah.
3. Kosa kata (termasuk istilah)
Kata-kata seperti : bilang lebih baik diganti dengan berkata/mengatakan.
Kasih  memberi, entar  sebentar, udah  sudah.
4. Dari segi ejaan
Dari segi ejaan tulisan yang benar adalah analisa  analisa, sistemsistim, objekobyek, jadwaljadual, kualitaskwalitas, hierarkihirarki.
Penggunaan bahasa yang benar berkaitan dengan keterapan menggunakan kata yang sesuai dengan tuntutan makna. Misalnya, dalam bahasa ilmu tidak tepat jika digunakan kata yang bermakna konotatif (kiasan).



H. Penyimpangan Penuturan Bahasa Indonesia
1. Pemakaian kata tidak tepat
Ada beberapa kata yang digunakan tidak tepat, misalnya kata dari pada. Contoh : Hasil dari pada penjualan saham akan digunakan untuk memperluas bidang usaha. Seharusnya contoh tersebut tidak menggunakan dari pada karea kata dari pada itu digunakan untuk membandingkan dua hal. Contoh : tulisannya itu lebih baik dari pada tulisan saya.
2. Penggunaan kata berpasangan
Ada sejulah kata yang penggunaanya berpasangan, seperti : baik ............, maupun ............, bukan ............, melainkan ............, tidak ............, tetapi ............, antara ............, dan ............
Contoh : bukanharga sembilan bahan pokok yang mengalami kenaikan harga tetapi harga produk yang menggunakan bahan baku impor. Contoh tersebut merupakan penggunaan kata berpasangan yang tidak tepat.
3. Penggunaan dua kata
Dalam kenyataannya terdapat penggunaan dua kata yang makna dan fungsinya kurang lebih sama.
Contoh :
Agar supaya kita dapat mencapai hasil yang baik marilah kita musyawarah dulu.
Seharusnya :
Agar dapat mencapai hasil yang baik, marilah kita bermusyawarah dulu.
4. Penghubung antar kalimat dan kata makna
Kata “Makna” sering menyertai ungkapan penghubung atau kalimat.
Contoh : - Oleh karen itu maka pencarian penelitian harus disusun berdasarkan observasi lapangan.
5. Peniadaan preposisi (kata depan/imbuhan)
Pada penggunaan bahasa, orang sering meniadakan preposisi yang menyertai verba (kata kerja)
Contoh : - Mereka pergi ke luar kota beberapa hari yang lalu (tanpa preposisi)
Mereka pergi ke luar kota beberapa hari yang lalu (preposisi)
- Mahasiswa di kelas ini terdiri dari 20 pria dan 25 wanita (tanpa preposisi)
- Mahasiswa di kelas ini terdiri atas 20 pria dan 25 wanita (preposisi)

1. Penyimpangan Penuturan Bahasa Indonesia
1) Pemakaian kata tidak tepat
Contoh :
Hasil dari pada penjualan saham akan digunakan untuk memperluas bidang usaha.
2) Penggunaan kata berpasangan
Ada sejulah kata yang penggunaanya berpasangan, seperti : baik ............, maupun ............, bukan ............, melainkan ............, tidak ............, tetapi ............, antara ............, dan ............
Contoh : bukanharga sembilan bahan pokok yang mengalami kenaikan harga tetapi harga produk yang menggunakan bahan baku impor.
3) Penggunaan dua kata
Contoh :
Agar supaya kita dapat mencapai hasil yang baik marilah kita musyawarah dulu.
4) Penhubung antar kalimat dan kata makna
Kata “Makna” sering menyertai ungkapan penghubung antar kalimat. Seperti sehubungan dengan itu maka, dengan demikian maka.
Contoh :
• Oleh karena itu maka pencarian penelitian harus disusun berdasarkan observasi lapangan.
• Oleh karena itu, perencanaan penelitian harus disusun berdasarkan observasi lapangan.


5) Peniadaan preposisi
Pada penggunaan bahasa, orang sering meniadakan preposisi yang menyertai verba (kata kerja)
Contoh :
• Mereka pergi ke luar kota beberapa hari yang lalu (tanpa preposisi)
• Mereka pergi ke luar kota beberapa hari yang lalu (preposisi)

Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakaian secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula. Berikut ini contoh kalimat yang kurang efektif.
- Jika bus ini mengambil penumpang di luar agen supaya melaporkan kepada kami.
- Jika bus ini mengambil penumpang ini di luar agen, harap dilaporkan kepada kami.
1. Ejaan
Pemakaian ejaan meliputi penggunaan huruf.
2. Pungtuasi
Berarti tanda baca penempatan dan pemakaian tanda baca secara baik dan tepat sudah mengungkapkan penguasaan bahasa yang baik dan tepat.
3. Diksi atau Pilihan kata
Diksi atau pilihan kata memegang peranan yang penting dan utama dalam mencapai efektifitas penulisan.

Kesepadanan Kata
Yang dimaksud dengan kesepadanan adalah kemaksimalan struktur bahasa mendukung gagasan dan ide yang dikandung pada umumnya terdapat pokok pikiran yang hendak disampaikan dan komentar tentang atau terhadap pokok pikiran itu. Perhatikan contoh berikut :
- Kalau tidak masu UI, itu bukan berarti kamu bodoh. Kamu tahu Einsten, bukan? Sarjana Fisika pemenang hadiah Nobel itu pernah gagal ujian masuk universitas.
Kesatuan
Kesatuan adalah kesatuan antara penataan kalimat dan jalan penalaran seorang penulis.
Contoh :
Pada tahun ini merupakan tahun terakhir masa dinasnya sebagai pegawai negeri.

Kesejajaran Satuan dalam kalimat
Yang dimaksud satuan di sini adalah satuan bahasa. Unsur pembentuk kalimat seperti subyek, predikat, objek dan sebagainya, dapat disebut satuan. Berikut ini contohnya :
1. Marto kini memerlukan perhatian dan pertolongan
2. Polisi tengah menangani kasus pencurian dan pembunuhan itu.

Kesejajaran dalam Perincian Pilihan
Berikut ini contoh perincian pilihan yang tidak sejajar.
1. Pemasangan telepon akan menyebabkan
a. melancarkan tugas
b. untuk menambah wibawa
Dan contoh berikut ini memperlihatkan perincian yang baik dan sejajar walaupun tidak sejenis.
2. Komunikasi adalah hubungan yang dilakukan
a. dengan telepon
b. untuk mendapatkan informasi
c. dua pihak atau lebih
Terima kasih atas waktunya untuk membaca RESUME BAHASA INDONESIA BAKU ini, dengan harapan semoga artikel RESUME BAHASA INDONESIA BAKU ini bermanfaat adanya. Dan mohon maaf jika pada artikel RESUME BAHASA INDONESIA BAKU terdapat kesalahan atau kurang memuaskan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke eMakalah.com pada lain kesempatan

Artikel Terkait : RESUME BAHASA INDONESIA BAKU » Resume

eMakalah.com